Rumor Saham WAPO

PT Wahana Pronatural Tbk





Dalam mengejar cita cita sebagai poros maritim dunia, salah satu hal yang akan dikembangkan indonesia adalah Rumput Laut. Indonesia sendiri merupakan produsen rumput laut kering terbesar didunia. Tahun 2016 jumlah produksi sekitar 237.000 ton atau 56% dari total produksi dunia sebesar 424.000 ton.

APA KAITANNYA DENGAN WAPO?

WAPO sendiri memiliki dua produk yaitu permen dan rumput laut kering. Tahun 2016 WAPO berhasil menjual rumput kering sebesar 11.000 ton atau 4,6% dari total produksi rumput laut kering Indonesia.

WAPO juga berencana untuk meningkatkan penjualan rumput laut sebesar 20% per tahun. Jadi target produksi rumput laut tahun 2017 adalah sebesar 13.200 ton. Dan terus akan ditingkatkan ditahun tahun berikutnya.

Tahun 2016 dengan penjualan rumput laut kering sebesar 11.000 ton, WAPO berhasil meraup pendapatan sebesar 65,8M. Jadi harga rata rata rumput laut kering adalah sebesar 65,8M/11.000 ton = 6juta per ton atau 6.000 per kilogram.

Ditahun 2017, diperkirakan harga rata rata rumput laut kering adalah 12.000 per kilogram. Jadi kemungkinan di akhir 2017 pendapatan dari rumput laut adalah sebesar 13.200 ton x 12jt per ton = 158,4M.




Bagaimana dengan permen?

WAPO juga memiliki pabrik pembuat permen di bogor dengan kapasitas sebagai berikut:
  1. Soft candy lines kapasitas 200 ton per bulan atau 2400 ton per tahun
  2. Hard candy lines kapasitas 173 ton per bulan atau 2076 ton per tahun
  3. Snack candy lines kapasitas 136 ton per bulan atau 1632 ton per tahun
  4. Depositing candy kapasitas 275 ton per bulan atau 3300 ton per tahun.

Total kapasitas pabrik permen adalah sebesar 9.408 ton per tahun. Tahun 2016 perusahaan memproduksi permen sebesar 1.640 ton atau hanya 17,5% dari kapasitas dengan pendapatan sebesar 53,8M. Berarti harga rata rata permen adalah sebesar 53,8M/1640 = 32,8 juta per ton.

Jika produksi dimaksimalkan sampai kapasitas maka akan menghasilkan pendapatan sebesar 9.408 ton x 32,8 juta = 308,5M. 




Berapa perkiraan pendapatan di akhir 2017?

Pendapatan pada Q1 2017 adalah dari rumput laut sebesar 14M dan dari permen sebesar 19M. Pada Q1 juga disebut penjualan rumput ke PT Asia Sejahtera Mina Rahmat adalah sebesar 1.367 ton dengan penjualan sebesar 14M. Berarti harga rata rata rumput laut adalah sebesar 14M/1367 ton = 10.250 per kilo. Ini diatas harga 2016 sebesar 6.000 per kilo ya. Jika kita anggap harga sampai akhir tahun adalah (12.000 + 10.250)/2 = 11.125 per kilogram dan produksi sampai akhir tahun sesuai target yaitu 13.200 ton maka pendapatannya adalah sebesar 147M

Dari permen jumlah produksinya adalah sebesar 19M/32,8jt = 580 ton. Jika produksi permen kita anggap stabil sampai akhir tahun, maka produksinya adalah sebesar 580 ton x 4 = 2.320 ton (diatas produksi 2016 sebesar 1.640 ton atau naik 41,5%). Berarti pendapatannya adalah sebesar 2.320 ton x 32,8 juta = 76,1M.

Jika ditotal maka kemungkinan pendapatan dari rumput laut kering dan dari permen di akhir 2017 adalah sebesar 223,1M. Dengan asumsi NPM sebesar 1% maka akan diperoleh laba sebesar 2,2M dan EPS sebesar 4 per lembar.

Dalam Jangka panjang, WAPO harus mulai memasang strategi untuk melakukan pengolahan rumput. beberapa yang mendasari adalah, akan adanya pembatasan ekspor rumput laut tahun 2020, dengan harapan rumput laut diolah didalam negeri baru kemudian di ekspor baik berwujud produk tepung ataupun produk olahan jadi. 

Jika kita menimbang faktor harga, dimana harga rumput kering adalah 12.000 per kilo sedangkan harga tepung karaginan berkisar 80.000 per kilo bahkan jika diolah menjadi high grade industry harganya bisa mencapai 10juta per kilogram. Jika WAPO membangun pabrik ini, maka kedepan WAPO walaupun hanya memiliki 9 orang karyawan (5 komisaris dan direksi serta 4 manager) akan menjadi perusahaan yang diperhitungkan.

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan.






No comments: