Analisis PT Sat Nusapersada Tbk (saham PTSN)

Seberapa besar pengaruh NOKIA di PTSN ?





PTSN didirikan pada tahun 1990 dengan memulai usaha sebagai pemasok papan sirkuit cetak, merakit bagian mekanik dan perakitan komponen elektronik. Tahun 1996, PTSN mendirikan departemen Surface Mount Technology (SMT) dan Auto Insert (AIM) yang menangani penyisipan Mikro, jumperwire, axial dan radial. 

PTSN memiliki ruang lingkup pekerjaan dalam bidang perakitan komponen elektronik meliputi perakitan komponen jadi untuk produksi alat alat elektronik serta bidang usaha terkait.

PTSN berkedudukan di Batam dengan kantor pusat dan pabrik terletak di jalan Pelita, Batam, kepulauan Riau.


ANAK USAHA

  1. PT SM Engineering (99,96%), berkedudukan di batam dan bergerak dalam bidang pengepisan logam
  2. PT SNI International (100%), berkedudukan di Batam dan bergerak dalam bidang jasa. Untuk saat ini masih dalam tahap pengembangan
  3. SNI International S.A (99,96%), berkedudukan di Timor leste dan bergerak dalam bidang konsultasi manajemen. Untuk saat ini masih dalah tahap pengembangan
  4. PT Tata Sarana Nusapersada (50%), berkedudukan di Batam dan bergerak dalam bidang perdagangan eceran software. Untuk saat ini masih dalam tahap pengembangan.



PANDANGAN 2016

Tahun 2016, PTSN memperoleh pendapatan sebesar 83 juta usd. pendapatan itu terdiri dari Penjualan sebesar 73,8 juta usd (88,91%) dan perakitan sebesar 9,2 juta usd (11,09%).

Penjualan sendiri dikelompokan menjadi 4 yaitu:
  1. Konsumen elektronik, merupakan peralatan elektronik yang digunakan sehari hari, menyumbang pendapatan sebesar 68,85% (50,8 juta usd)
  2. Perangkat otomotif, merupakan peralatan elektronik yang digunakan dalam industri mobil yang menyumbang pendapatan sebesar 0,53% (0,39 juta usd)
  3. Perangkat networking, yaitu perangkat keras yang digunakan dalam jaringan dan juga dikenal sebagai peralatan jaringan, alat jaringan komputer, yang menyumbang pendapatan sebesar 23,2% (17,12 juta usd)
  4. Perangkat telekomunikasi, yaitu perangkat keras yang digunakan dalam jaringan telekomunikasi, yang menyumbang pendapatan sebesar 7,42% (5,48 juta usd)

Perakitan dikelompokan menjadi 2 yaitu:
  1. Mounting point. Tahun 2016, total mounting point adalah sebesar 39.382.077 per bulan (jauh menurun dari tahun sebelumnya, bahkan tahun 2012 sempat mencapai 254.767.609 per bulan). PTSN memiliki kapasitas mounting point sebesar 200.000.000 per bulan.
  2. Smartphone produced 2016 yaitu Asus, Infinix, Lava, Smartfren, Hisensa, Acer, Venera. Tahun 2016 PTSN berhasil merakit 1.171.297 smartphone dan futurephone.

Pendapatan jasa perakitan Tahun 2016 berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut :
  1. PT Synnex metrodata sebesar 2.160.473 usd
  2. Singapore Epson Industrial Pte Ltd sebesar 1.911.309 usd
  3. PT Erajaya Swasembada Tbk sebesar 1.461.619 usd
  4. PT Teletama Artha Mandiri sebesar 1.126.539 usd

Dari data diatas, yang merupakan distributor Handphone adalah PT Erajaya swasembada Tbk dan PT Teletama Artha Mandiri yang jika ditotal pendapatannya adalah sebesar 2.588.158 usd. Dengan jumlah rakitan sebesar 1.171.297 unit berarti harga rata rata adalah sebesar 2.588.158 / 1.171.297 = 2,21 usd per unit.

Pendapatan pada Q2 2017 sebesar 42.364.280 usd terdiri dari penjualan sebesar 36.742.842 usd (86,7%) dan perakitan sebesar 5.621.438 usd (13,3%)

Sedangkan pendapatan jasa perakitan pada Q2 2017 adalah sebagai berikut :
  1. PT Synnex Metrodata sebesar 711.839 usd
  2. Singapore Epson Industrial Pte Ltd sebesar 891.376 usd
  3. PT Erajaya Swasembada Tbk sebesar 2.621.458 usd
  4. PT Teletama Artha Mandiri sebesar 550 usd
  5. PT Hisense Indonesia sebesar 11.092 usd

Sangat disayangkan bahwa pendapatan dari PT teletama di Q2 2017 habis, padahal tahun 2016 memperoleh pendapatan sebesar 1.126.539 usd. Sedangkan pendapatan dari PT Erajaya meningkat luar biasa.

Kalau kita kumpulkan pendapatan dari distributor Handphone maka pendapatannya sebesar 2.633.100 usd pada Q2 2017. Dengan harga perakitan sebesar 2,21 usd per unit maka jumlah yang dirakit adalah sebesar 2.633.100 / 2,21 = 1.191.448 unit.



PTSN memiliki kapasitas pabrik perakitan sebagai berikut :
  1. Asus 200.000 unit per bulan
  2. Infinix 15.000 unit per bulan
  3. Xiaomi 60.000 unit per bulan
  4. Hisense & smartfren 50.000 unit per bulan
  5. Lava 20.000 unit per bulan
  6. Acer 20.000 unit per bulan

Jika ditotal, maka kapasitas produksinya adalah sebesar 365.000 unit per bulan atau 4.380.000 unit per tahun. 

Perusahaan sendiri memiliki target perakitan handphone sebesar 3.000.000 unit di tahun 2017. Dari jumlah tersebut berarti pendapatannya adalah 3.000.000 unit x 2,21 = 6.630.000 usd. 

Perkiraan akhir 2017
  1. Penjualan 36.742.842 usd x 2 = 73.485.684 usd
  2. Perakitan yaitu mounting point sebesar 2.988.338 usd x 2 = 5.976.676 usd dan dari perakitan HP 6.630.000 usd. Total 12.606.676 usd

Jadi kemungkinan pendapatan di akhir 2017 adalah sebesar 86.092.360 usd. Dengan asumsi usd = 13.500 maka pendapatan menjadi 1.162 M. Dengan asumsi NPM 1% maka labanya adalah sebesar 11,6M dan EPS sebesar 6 per lembar.

Jadi dapat dilihat disini bahwa masuknya nokia tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan. 

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan. 








No comments: