Analisis PT Nusantara Infrastructure Tbk (saham META)

BISNIS META YANG MENJANJIKAN






SEJARAH

META didirikan tahun 1995 dengan nama PT Sawitia Bersama Darma. META sendiri memulai kegiatan usahanya pada tahun 2000. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan memiliki ruang lingkup pekerjaan dalam bidang jasa, perdagangan dan pembangunan dalam bidang infrastruktur, pertambangan minyak dan gas bumi, Saat ini kegiatan utama META adalah dalam bidang investasi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang jalan tol, jasa telekomunikasi, pengolahan air, perdagangan dan pembangunan.


DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Komisaris Utama : Satrio
Komisaris Independen : David Emlyn Parry
Komisaris Independen : Junianto Tri Prijono

Direktur Utama : Muhamad Ramdani Basri
Direktur : Omar Danni Hasan
Direktur : John Scott Younger
Direktur : Ridwan A.C. Irawan


SEJARAH PENCATATAN SAHAM

  1. Saham IPO @200 sebesar 60.000.000 tanggal 18 Juli 2001
  2. Saham pendiri sebesar 375.000.000 tanggal 18 Juli 2001
  3. Penggabungan usaha sebesar 9.693.571.429 tanggal 8 November 2006
  4. Reverse Stock sebesar 5.064.285.714 tanggal 20 Juli 2010
  5. Right issue I sebesar 8.476.500.000 tanggal 12 Agustus 2011
  6. Konversi waran sebesar 1.694.886.165




ANAK USAHA

PT Telekom Infranusantara (99,99%), bergerak dalam bidang perdagangan, perlengkapan dan telekomunikasi lain. Memiliki anak usaha yaitu:
  1. PT Komet Infra Nusantara (79,64%), bergerak dalam bidang telekomunikasi
  2. PT Global Telekomunikasi Prima (79,64%), bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi
  3. PT Quattro International (79,64%), bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi
  4. PT Darmanusa Tritunggal (79,68%), bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi
PT Margautama Nusantara (74,98%), bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan dan jasa. Memiliki anak usaha yaitu:
  1. PT Bosowa Marga Nusantara (73,88%), bergerak dalam bidang pengelolaan jalan tol di makasar
  2. PT Bintaro Serpong Damai (66,68%), bergerak dalam bidang pengelolaan jalan tol di tanggerang
  3. PT Jalan Tol Seksi Empat (73,43%), bergerak dalam bidang pengelolaan jalan tol di makasar
PT Potun Mundi Infranusantara (99,99%), Bergerak dalam bidang jasa pengolahan air bersih dan limbah. Memiliki anak usaha yaitu:
  1. PT Sarana Catur Tirta Kelola (64,99%), jasa pengelolaan air bersih
  2. PT Dain Celicani Cemerlang (50,99%), jasa pengelolaan air bersih dan limbah
  3. PT Tirta Bangun Nusantara (50,99%), jasa pengelolaan air bersih dan limbah
  4. PT Sarana Tirta Rejeki (52%), jasa pengelolaan air bersih
  5. PT Jasa Sarana Nusa Makmur (64,97%), jasa pengelolaan air bersih
PT Energi Infranusantara (99,99%), bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan dan jasa. Memiliki anak usaha yaitu:
  1. PT Inpola Meka Energi (79,68%), jasa penyediaan tenaga listrik
PT Portco Infranusantara (99,99%), bergerak dalam bidang manajemen pelabuhan.





ASET ASET PENTING

  1. Jalan Tol, dimana saat ini perusahaan mengoperasikan 3 jalan tol yaitu: Tol Serpong-Pondok aren dengan panjang 7,25 km, tol pelabuhan soekarno hatta-Jalan AP Pettarani dengan panjang 5,95 km, Tol seksi IV Makassar dengan panjang 11,57 km.
  2. Tower telekomunikasi, dimana saat ini memiliki 1.228 tower dan akan terus diperbanyak di tahun tahun berikutnya. 
  3. Air minum, dimana dari 4 anak usahanya memiliki kapasitas total air minum 1,75 liter per detik yang dijual ke PDAM, kawasan industri medan dan dijual langsung ke konsumen
  4. Pelabuhan, berlokasi di pelabuhan panjang yang memiliki fasilitas loading dan unloading distribusi logistik, warehouse, tank farm dan biodisel. memiliki kapasitas 105.000 MT dan 420.000 ton biodisel.
  5. Hidro power plan, yang berlokasi di Lau Gunung dengan kapasitas 2x5MW dan diperkirakan beroperasi pada Q3 2018.




PANDANGAN MASA DEPAN

Pendapatan tahun 2016 sebesar 687,84M dengan rincian sebagai berikut:

  1. Jalan tol 385,7M
  2. Air bersih 37,24M
  3. Menara 263,8M
  4. Pelabuhan 1,1M

Pendapatan pada Q2 2017 adalah sebesar 353,84M atau 707,6M jika disetahunkan, dengan rincian sebagai berikut :
  1. Jalan tol 192,5M atau 385M dalam setahun
  2. Air bersih 18,93M atau 37,8M dalam setahun
  3. Menara 141,37M atau 282,7M dalam setahun
  4. Pelabuhan 1,03M atau 2,06M dalam setahun

Yang menarik di tahun 2017 justru hanya menara telekomunikasi karena pendapatan yang lain masih tidak berubah.

Tahun 2017, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun 2016. Jika kita cek angka 15% berarti pendapatan di tahun 2017 adalah 791M. Padahal jika Q2 kita setahunkan hanya 707,6M.

Pada tahun 2016 jumlah menara yang dimiliki oleh META adalah 1228 dengan pendapatan sebesar 263,8M. Berarti pendapatan rata rata menara adalah sebesar 263,8M/1228 = 0,22M per tahun atau 0,018M per bulan.

Tahun 2017, META menganggarkan dana sebesar 400M untuk pembangunan menara baru. Investasi yang dibutuhkan untuk membangun 1 menara adalah sebesar 1M. Berarti akhir tahun 2017 akan ada penambahan 400 menara sehingga menjadi 1.628 atau kita bulatkan menjadi 1.600 menara.

Untuk mencapai angka 1.600 menara di akhir 2017 berarti setiap bulan harus ada 34 menara baru. Jika kita hitung pendapatannya secara kasar sebagai berikut:
  1. Januari
  2. Februari, 34 menara x 0,018M = 0,61M
  3. Maret, 68 menara x 0,018M = 1,22M
  4. April, 102 menara x 0,018M = 1,83M
  5. Mei, 136 menara x 0,018M = 2,44M
  6. Juni, 170 menara x 0,018M = 3,05M
  7. Juli, 204 menara x 0,018M = 3,66M
  8. Agustus, 238 menara x 0,018M = 4,27M
  9. September, 272 menara x 0,018M = 4,88M
  10. Oktober, 306 menara x 0,018M = 5,49M
  11. November, 340 menara x 0,018M = 6,1M
  12. Desember, 374 menara x 0,018M = 6,71M

Kalau ditotal maka penambahan menara menjadi 374 dengan tambahan pendapatan sebesar 40,26M. Sehingga diperkirakan pendapatan di akhir 2017 untuk menara adalah sebesar 304,06M. Sehingga pendapatan total di akhir 2017 akan menjadi 728,9M atau hanya naik 6%. Jika asumsi NPM adalah 50,7% maka laba akhir tahun adalah sebesar 369,5M dengan EPS 24 per lembar. 




BAGAIMANA TAHUN 2018?

Untuk tahun 2018, prediksi saya merupakan tahun keemasan META. Kenapa? karena ada beberapa proyek besar yang akan rampung di tahun 2018 yaitu sebagai berikut :
  1. Pembangkit listrik mikrohidro kapasitas 2x5MW yang akan mulai dijual pada Q3 2018. Jika kita cek pembangkit 10MW akan menghasilkan energi sebesar 10.000 x 80% x 24 x 365 = 70.080.000 kwh. Dengan harga jual 1.690 per kwh maka akan menghasilkan pendapatan sebesar 118,4M per tahun.
  2. META berkomitmen bahwa setiap 10 tahun akan membangun jalan tol baru dan di tahun 2017 sudah dilakukan pembangunan jalan tol layang AP pettarani. Diperkirakan tahun 2018 sudah bisa menghasilkan tambahan pendapatan.
  3. Bisnis menara telekomunikasi yang terus dikembangkan dan terus bertumbuh jumlahnya juga akan meningkatkan pendapatan setiap tahun.

Mungkin hanya ini yang dapat di tulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan.

No comments: