Analisis PT Emdeki Utama Tbk (Saham MDKI)

MDKI setelah IPO





SEJARAH

MDKI didirikan pada tahun 1981 oleh para pendiri PT Metropolitan Development, untuk memproduksi Kalsium karbida. MDKI mulai memproduksi kalsium karbida tahun 1987 dengan pabrik di atas lahan seluas 14 hektar di Gresik. Produksi komersialnya sendiri di mulai tahun 1988. 

MDKI merupakan satu satunya produsen Kalsium Karbida di indonesia, bahkan MDKI sudah melakukan ekspor setelah memenuhi kebutuhan di dalam negeri. 

Kalsium karbida atau Karbit  merupakan olahan batu kapur dengan berbagai bahan karbonasi untuk menghasilkan kalsium karbida. Jadi bisa dibayangkan bahwa ini merupakan smelter pengolahan batu kapur. Karbit sendiri biasanya digunakan untuk membuat gas Acetylene yang merupakan bahan untuk memotong dan mengelas besi, baja dan digunakan pada industri perkapalan.

Dalam Industri peleburan baja dan industri pertambangan, karbit digunakan untuk memisahkan kotoran dari logam. Selain itu karbit juga dipakai untuk pengelasan serta pada proses pematangan buah.

MDKI sendiri adalah kependekan dari Metropolitan Development Kimia Industri


DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Komisaris Utama : Soekrisman
Komisaris : Aldo Putra Brasali
Komisaris : Fenza Sofyan
Komisaris Independen : Sjaiful Arifin
Komisaris Independen : Wahyudin

Direktur Utama : Hiskak Secakusuma
Direktur : Vincent Secapramana
Direktur Independen : Chakravarthi Kilambi


PEMEGANG SAHAM


  1. PT Emde Industri Investama sebesar 1.125.000.000 (62,25%)
  2. Hiskak Secakusuma sebesar 93.750.000 (5,19%)
  3. PT Dwi Tunggal Permata sebesar 46.875.000 (2,59%)
  4. Soekrisman sebesar 46.875.000 (2,59%)
  5. PT Megah Cipta Investama sebesar 46.875.000 (2,59%)
  6. PT Budi Mulia Investama sebesar 46.875.000 (2,59%)
  7. PT Ciputra Corpora sebesar 46.875.000 (2,59%)
  8. Eddy Trisnadi Sadikin  sebesar 11.517.857 (0,64%)
  9. Irawan Hernadi Sadikin sebesar 11.517.857 (0,64%)
  10. Benyamin Irwansyah Sadikin sebesar11.517.857 (0,64%)
  11. Boy Bernadi Sadikin sebesar 11.517.857 (0,64%)
  12. Vincent Secapramana sebesar 803.572 (0,05%)
  13. Publik <5% sebesar 307.250.000 (17%)


ANAK USAHA

PT ITU Airconco (90%), merupakan produsen pesawat pengatur udara. memiliki pabrik manufaktur di Cikupa seluas 3 hektar.


YANG MENARIK DARI MDKI
  1. Memiliki pabrik kalsium karbida dengan kapasitas 50.000 ton per tahun
  2. Memiliki Combined Cycle Power Plan kapasitas 16,5 MW
  3. Memiliki pabrik kemasan drum baja dengan kapasitas 800 drum per hari




PANDANGAN MASA DEPAN

Saat ini MDKI memiliki pabrik karbit dengan kapasitas 50.000 ton. Karbit sendiri merupakan bahan dalam pembuatan High Grid sillica alloy dan untuk pemisahan kotoran logam (Desulphuriser).

Nah IPO MDKI yaitu untuk menggalang dana untuk membangun pabrik High Grid Sillica Alloy dengan kapasitas 6.500 ton per tahun dan pabrik Desulphuriser dengan kapasitas 6.000 ton per tahun.

Jadi sebenarnya ini bukan merupakan diversifikasi produk tetapi lebih kepada pembangunan produk lanjutan yang menggunakan bahan dasar karbit.


Berapa pendapatan jika produksi kalsium karbida di maksimalkan?

Tahun 2016 penjualan dari kalsium karbida adalah sebesar 298M dengan volume sebesar 21.169 ton. Sehingga, harga rata rata adalah 298M/21.169 ton = 14 juta per ton.

Dengan kapasitas pabrik sebesar 50.000 ton maka jika produksi dan penjualan dimaksimalkan sampai batas kapasitas maka pendapatannya adalah sebesar 50.000 x 14 jt = 700 M. Dengan NPM 19% maka labanya adalah 133 M dan EPS sebesar 73 per lembar. 

Nah, jika pabrik pabrik high grid sillica alloy dan pabrik desulphuriser beroperasi, maka kemungkinan semua kapasitas produksi karbit akan terserap. Dan belum termasuk penjualan hasil produksi pabrik High Grid Sillica alloy dan pabrik desulphuriser serta penjualan dari anak usaha.




Bagaimana dengan target tahun 2017?

Tahun 2017, MDKI menargetkan penjualan karbit sebesar 450 M dengan target laba 101 M. Dari sini dapat dihitung bahwa produksinya adalah sebesar 450M / 14 jt = 32.142 ton atau 64% dari kapasitas produksi. Dengan target laba sebesar 101 M maka didapat EPS sebesar 67 per lembar di akhir tahun 2017. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya pembeli baru dari india (ekspor).


Pandangan penulis

Saya pribadi, memiliki pandangan yang menarik terhadap MDKI. Sebagai satu satunya produsen kalsium karbida di indonesia tentu ini akan berdampak sangat baik untuk perkembangan bisnis. Apalagi di indonesia sedang gencar dilakukan pembangunan smelter yang tentu akan sangat membutuhkan kalsium karbida dalam pemisahan kotoran logam. Selain itu perkembangan industri perkapalan dan baja di indonesia yang sedang di galakan oleh pemerintah, dalam upaya pemerintah untuk menjadi poros maritim  dunia tentu akan sangat berpengaruh terhadap permintaan karbit untuk pengelasan dan pemotongan baja. 

Sebagai bahan pertimbangan, saat bunga geranium dan daun bunga cinta populer, penjual pot tanaman meraih sukses disisi lain. Saat trend ikan hias berkembang pesat, penjual akuarium meraih sukses di sisi lain. Saat batu akik berkembang pesat, penjual cincinlah yang meraih sukses disisi lain. Begitu juga saat smelter dan perkapalan sedang giat giatnya dibangun, MDKI lah yang akan meraih sukses di sisi lainnya. 

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan. 




No comments: