RUMOR, Menunggu efek kejut saham INCF

INCF VS PT SINAR CITRA CEMERLANG




Tanggal 29 maret 2017, INCF menerbitkan keterbukaan informasi mengenai rencana transaksi yang terdiri dari 3 hal, yaitu:

  1. Rencana akuisisi 60% saham PT Sinar Citra Cemerlang maksimal senilai 257M. (akuisisi 60% kepemilikan Zonergy).
  2. Rencana perolehan pinjaman dari PT alam tulus abadi (pemegang saham utama) sebesar 65M dengan bunga 1% selama 5 tahun.
  3. Rencana perolehan pinjaman dari Sinoasia (pemegang saham utama) sebesar 52M dengan bunga 1% selama 5 tahun. 

Rencana ini sudah mendapat persetujuan pada rapat umum pemegang saham luar biasa yang dilaksanakan tanggal 31 maret 2017.


SIAPA PT SINAR CITRA CEMERLANG?

PT sinar citra cemerlang didirikan tanggal 20 september 2002, yang memiliki ruang lingkup pekerjaan dalam bidang pertanian dan perkebunan terutama kelapa sawit, serta menjalankan usaha usaha bidang industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan, industri pengolahan kelapa sawit dan industri pengolahan crude palm oil.

PT sinar citra cemerlang memiliki pengalaman dalam bidang sawit lebih dari 20 tahun. Perkebunannya berlokasi di kotawaringin timur seluas 7.340,02 Ha.

Saham PT sinar citra cemerlang dipegang oleh: 
  1. Zonergy company limited sebesar 74.104.454 (60%)
  2. Sabatin Pte Ltd sebesar 35.498.199 (28,74%)
  3. Chandra hamsa sebesar 5.561.587 (4,5%)
  4. Alycius Hendy sebesar 4.171.592 (3,38%)
  5. Sumarjono Saragih sebesar 4.171.592 (3,38%)

Posisi keuangan pada september 2016, yaitu:
  1. Aset 445M
  2. Liabilitas 307,6M
  3. Ekuitas 138M
  4. Penjualan 32,8M (disetahunkan 43,7M)
  5. Laba 0,6M (disetahunkan 0,8M)


Apa yang menarik dari PT Sinar citra cemerlang?

Jika kita lihat dari pendapatan PT SCC sebesar 43,7M per tahun, dengan asumsi harga CPO adalah sebesar 8.000 per kg maka produksi cpo nya adalah sebesar 43,8M/8.000 = 5.475 ton. Jika 1ton TBS menghasilkan 0,2 ton CPO maka produksi TBS adalah 5.475/0,2 = 27.375 tandan buah segar (TBS) per tahun. 

Pada laporan keuangannya tanaman yang menghasilkan itu senilai 100,04M dan tanaman yang belum menghasilkan senilai 45,09 M yang kalau di prosentasekan berarti tanaman yang menghasilkan adalah sebesar 69% dari luas lahan. Jika tanaman yang menghasilkan berprodukai 27.375 TBS, maka total kalau semua berproduksi adalah 27.375 x 100/69 = 40.000 TBS.

Mari kita bandingkan dari sisi lain.

PT SCC memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun mengelola sawit, memiliki lahan perkebunan seluas 7.340 hektar. Rata rata 1 hektar sawit di indonesia memproduksi TBS sebesar 15 ton per tahun. Berarti dengan lahan seluas itu seharusnya bisa memproduksi TBS sebesar 15 x 7.340 = 110.100 ton per tahun. Harga TBS pada 23 september 2017 adalah 1.500 per kilogram, berarti dari TBS pendapatan adalah sebesar 110.100.000 x 1.500 = 165 M.


Saat ini PT SCC mengoperasikan pabrik TBS. Tapi berapa kapasitasnya?

PT SCC memperoleh pasilitas kredit dari China Development bank corporation sebesar 24 juta usd atau setara 312M untuk membangun pabrik. Apakah semua dipakai bangun pabrik ? Belum tentu. Pada september 2016 nilai aset tetap adalah sebesar 175M. 

Untuk membangun pabrik kelapa sawit membutuhkan dana 2 M per ton TBS. Jika nilai aset tetap 175M berarti perkiraan saya pabrik memiliki kapasitas 60 ton TBS per jam. Jika pabrik memiliki beban pakai 80% maka kebutuhan TBS per tahun adalah 60x24x365x80% = 420.480 ton TBS per tahun dan akan menghasilkan CPO sebesar 0,2x420.480 = 84.100 ton CPO per tahun.

Berarti PT SCC masih kekurangan TBS dari lahan perkebunan sawit sendiri. Sehingga untuk menyeimbangkan produksi CPO terhadap produksi TBS dari Pabrik kelapa sawitnya, harus melakukan perluasan lahan perkebunan.

Jika ini bisa maksimal maka kemungkinan pendapatan dari CPO adalah sebesar 84.100 ton x 8.200 (harga cpo 23 sept 2017) = 690M.

Jika kita cek dengan produksi sawit kebun sebesar 110.100 ton dengan penjualan TBS 165M maka akan menghasilkan CPO sebesar 110.100 x 0,2 = 22.000 ton x 8.200 = 180M. Mungkin inilah yang membuat INCF ngotot membeli 60% saham PT SCC.

Ini hanya rumor ya, dan sampai saat ini belum ada keputusan dari PT SCC tentang penawaran yang diajukan oleh INCF. 

Keputusan beli ada ditangan anda karena itu dana anda. Tulisan ini hanya berdasarkan logika berfikir saya jadi lebih dan kurang mohon dimaafkan.

No comments: