PT Lautan Luas Tbk (saham LTLS)

LTLS, Raja Distributor Dan Manufaktur Kimia Dasar Dan Khusus



LTLS adalah Salah satu perusahaan yang terus menerus berekpansi, membagikan deviden secara berkala dan merupakan perusahaan distribusi yang diuntungkan dari program percepatan infrastruktur pemerintah. 

Saat ini, LTLS bahkan sudah mulai melebarkan sayapnya dengan membangun pabrik kimia di vietnam dan china serta mulai agresif bekerjasama dan berinvestasi dengan perusahaan luar untuk membangun produk produk baru.


SEJARAH

LTLS didirikan pada tahun 1951 dengan nama Andil Maskapai Dagang dan Industri Lim Teck Lee. Pada tahun 1964 perusahaan berganti nama menjadi PT lautan luas. 

Berdasarkan anggaran dasar, perusahaan memiliki ruang lingkup pekerjaan dibidang perdagangan, industri, agrobisnis, jasa, pertambangan, pembangunan dan perbengkelan. Kegiatan utama perusahaan sendiri adalah distribusi bahan kimia serta melakukan penyertaan saham pada perusahaan manufaktur bahan kimia.



DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Presiden Komisaris : Joan Fudiana
Wakil Preskom : Pranata Hajadi
Komisaris : Isien Fudianto
Komisaris Independen : Antonio Da Silva Costa
Komisaris Independen : Rifana Erni
Komisaris Independen : Diah Maulida

Presiden Direktur : Indrawan Masrin
Wakil Presdir : Jimmy Masrin
Direktur : Joshua Chandraputra Asali
Direktur : Herman Santoso
Direktur Independen : Soewandhi Soekamto
Direktur Independen : Danny Suryadi Adenan



PEMEGANG SAHAM

  1. PT Caturkarsa Megatunggal sebesar 833.632.000 (53,44%)
  2. Joan Fudiana sebesar 29.432.000 (1,89%)
  3. Indrawan Masrin sebesar 8.840.000 (0,57%)
  4. Jimmy Masrin sebesar 2.496.000 (0,16%)
  5. Pranata Hajadi sebesar 9.559.000 (0,61%)
  6. Publik kurang dari 5% sebesar 676.041.000 (43,34%)



SEJARAH PENCATATAN SAHAM

  1. Saham perdana @2.950 sebesar 50.000.000 tanggal 21 Juli 1997
  2. Saham pendiri sebesar 100.000.000 tanggal 21 Juli 1997
  3. Saham bonus sebesar 240.000.000 tanggal 28 Januari 1999
  4. Stock split sebesar 390.000.000 tanggal 8 November 1999
  5. Stock split sebesar 780.000.000 tanggal 9 Januari 2015




ANAK USAHA

A. DISTRIBUSI

  1. Lautan Luas Singapore Pte Ltd, merupakan distributor bahan kimia dasar dan khusus. Saat ini memiliki 5 kantor cabang, 9 kantor perwakilan di seluruh Indonesia serta kantor regional di singapura untuk menangani kegiatan perusahaan di china, thailand dan vietnam.

B. MANUFAKTUR

  1. PT Dunia Kimia Jaya (99,9%), merupakan produsen kimia khusus untuk berbagai industri. PT Dunia Kimia jaya merupakan penggabungan PT White Oil Nusantara dan PT Metabisulphite Nusantara dan saat ini memiliki kapasitas produksi total sebesar 30.000 ton per tahun.
  2. PT Dunia Kimia Utama (53,38%), merupakan produsen asam sulfat, aluminium sulfat dan sodium silikat dengan kapasitas 30.000 ton per tahun.
  3. PT Indonesia Acids Industry (53,38%), merupakan produsen asam sulfat dan aluminium sulfat, yang memiliki kapasitas produksi sebesar 127.000 ton per tahun.
  4. PT Lautan Natural Krimerindo (99,99%), merupakan produsen creamer, foaming creamer, dairy ingredients. Saat ini sudah meningkatkan kapasitas produksi dari 21.600 ton per tahun menjadi 61.600 ton per tahun.
  5. PT Lautan Sulfamat Lestari (99%), merupakan produsen asam sulfamat dengan kapasitas produksi sebesar 7.200 ton per tahun
  6. PT Liku telaga (53,38%), merupakan produsen asam sulfat, aluminium sulfat dan sodium silikat dengan kapasitas 32.400 ton per tahun.
  7. PT Mahkota Indonesia (53,38%), merupakan produsen asam sulfat, aluminium sulfat dan sodium sulfat dengan kapasitas 45.000 ton per tahun.
  8. PT Pacinesia Chemical Industry (99,98%), merupakan produsen poli aluminium klorida untuk pengolahan air dan saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 31.000 ton per tahun
  9. PT Lautan sweetener Indonesia (100%), merupakan produsen glukosa dan fruktosa dan saat ini pabrik sedang dalam proses uji coba dengan kapasitas 100.000 ton per tahun.
  10. PT Advance Stabilindo Industry (99%), merupakan produsen bahan kimia khusus untuk industri plastik dan PVC dengan kapasitas 30.000 ton per tahun.




C. PENDUKUNG DAN JASA

  1. PT Cipta Mapan Logistik (99,99%), merupakan perusahaan jasa pengelolaan gudang, logistik dan manajemen rantai pasok. PT Cipta Mapan Logistik mengoperasikan 21 tangki penyimpanan dengan kapasitas total 80.000 KL, 2 jetty untuk sandar kapal, memiliki jaringan pergudangan dengan kapasitas 85.000 m2 serta memiliki 700 kendaraan angkut untuk mendistribusikan barang ke lebih dari 40 kota di Indonesia. Disamping itu CML juga mengoperasikan bisnis E-commerce.
  2. PT lautan Jasaindo (99,06%), merupakan perusahaan jasa pendukung dan laboratorium bahan kimia khusus
  3. PT Strategic Partner Solusion (99,82%), merupakan perusahaan jasa piranti lunak, perdagangan komputer dan piranti lunak

D. AFILIASI

  1. PT PKG Lautan Indonesia (49%), merupakan distributor bahan kimia solvent
  2. PT Lautan Organo Water (49%), merupakan perusahaan solusi pengolahan air
  3. PT Findeco Jaya (32,87%), merupakan produsen alkyl benzena sulfonate
  4. PT Indonesia Ethanol Industry (30,44%), merupakan produsen pure ethanol
  5. PT Lautan Ajinomoto Fine Ingredients (33,33%), merupakan produsen bahan kosmetik
  6. PT lautan Otsuka Chemical (30%), merupakan produsen azodicarbonamide
  7. PT Roha Lautan Pewarna (30%), merupakan produsen zat pewarna makanan dan obat obatan serta zat pewarna tekstil




PRODUK

1. Produk manufaktur
  • aluminium sulfat
  • foaming agent
  • metyltin stabilizer
  • pupuk borak
  • poly aluminium klorida
  • labs/babs
  • asam sulfat
  • white oil
  • sodium sulfat
  • sodium silikat
  • sodium metabisulphite
  • asam sulfamat
  • pewarna pigmen
  • creamer, foaming creamer
  • glukosa, fruktosa
2. Distribusi (persentase terhadap pendapatan distribusi)
  • makanan dan minuman (16%)
  • pengolahan air (13%)
  • perawatan pribadi (12%)
  • pertanian (10%)
  • plastik dan karet (8%)
  • kimia (7%)
  • tekstil dan kulit (7%)
  • pakan ternak (7%)
  • perlengkapan rumah tangga (6%)
  • pulp dan kertas (3%)
  • elektroplating (2%)
  • jasa logam (3%)
  • cat dan perekat (2%)
  • lain-lain (4%)
3. Jasa dan lain lain
  • e-commerce
  • perangkat lunak
  • jasa sewa tangki
  • jasa bongkar muat
  • jasa pengiriman


PENDAPATAN SEGMEN 


TAHUN 2016
  • Distribusi, pendapatan 4.985 M, laba 32,7 M sehingga NPM 0,65%
  • Manufaktur, pendapatan 2.088 M, laba 109,4 M sehingga NPM 5,2%
  • Jasa, pendapatan 592 M, laba 22,8 M sehingga NPM 3,85%

TAHUN 2017 Q2
  • Distribusi pendapatan, 2.626 M, laba 119,5 M sehingga NPM 4,5%
  • Manufaktur pendapatan, 1.211 M, laba 61,5 M sehingga NPM 5,1%
  • Jasa, pendapatan 306,6 M, laba 12,2 M sehingga NPM 3,98%

Dari pendapatan diatas, jika kita bandingkan NPM nya maka untuk manufaktur dan jasa itu tidak mengalami perubahan yang berarti. Tapi jika kita lihat dari segmen distribusi pada tahun 2016 NPM hanya sebesar 0,65% sedangkan pada Q2 2017 NPM kembali ke semula sebesar 4,5%. Jadi ini merupakan salah satu faktor yang akan mengerek laba LTLS di tahun 2017.

Dari sekian banyak anak usaha yang dimiliki LTLS, penyumbang pendapatan terbesar adalah sebagai berikut:
  1. Lautan Luas Singapore Pte Ltd sebesar 58% atau sebesar 3.734M pada 2016
  2. PT Cipta Mapan Logistik sebesar 9% atau sebesar 579,4M pada 2016
  3. Manufaktur sebesar 33% atau sebesar 2.124M pada 2016

Dari data diatas NPM terbesar ada pada segmen manufaktur. Jadi kita akan lebih fokus ke segmen tersebut. 


PANDANGAN MASA DEPAN



Disektor Manufaktur, LTLS memiliki beberapa rencana bisnis di tahun 2017 antara lain:
  1. Melalui PT Lautan Natural krimerindo, akan meningkat kapasitas krimer dari 21.600 ton per tahun menjadi 61.600 ton per tahun. Hal ini dikarenakan produksi pabrik 1 (kapasitas 21.600 ton per tahun) sudah tidak memungkinkan untuk ditingkatkan. Diharapkan pabrik kedua yang memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun bisa memproduksi sebanyak 50% dari kapasitas atau sektar 20.000 ton di tahun 2017.
  2. Melalui PT Lautan Sweetener Indonesia akan segera mengoperasikan pabrik glukosa dan fruktosa yang memiliki kapasitas 100.000 ton per tahun. Saat ini masih dilakukan tes komisioning.




Berapa perkiraan pendapatan di akhir 2017?

  1. Jika pendapatan dari segmen distribusi dianggap stabil yaitu sebesar 2.626 M di Q2 2017 maka di akhir tahun pendapatan akan menjadi 5.252 M dengan NPM sebesar 4,5% maka labanya sebesar 236,3M
  2. Jika pendapatan dari segmen jasa dianggap stabil yaitu sebesar 306,6M di Q2 2017 maka di akhir tahun pendapatan akan menjadi 613,2M dengan NPM sebesar 3,98% maka labanya sebesar 24,4M
  3. Dari segmen manufaktur pendapatan pada Q2 2017  adalah sebesar 1.211 M yang jika disetahunkan menjadi 2.422M dengan NPM sebesar 5,1% maka laba sebesar 123,5M.
  4. Kemudian dari penambahan krimer sebesar 20.000 ton (50% dari kapasitas sebesar 40.000 ton) yang jika kita asumsikan harga krimer adalah 20.000 per kilo maka pendapatannya adalah sebesar 400 M dengan NPM 5,1% maka labanya 20,4M. 
  5. Berikutnya dari pabrik gula cair (glukosa fruktosa) kita anggap per bulan produksinya 10% berarti di akhir tahun produksinya adalah 30%x100.000 ton = 30.000 ton dengan rata rata harga 10.000 per kilo maka pendapatannya sebesar 300M dengan NPM 5,1% maka laba nya sebesar 15,3M

Jika ditotal maka kemungkinan pendapatan tahun 2017 adalah sebesar 8.987,2M dengan laba sebesar 296,2M dan EPS sebesar 185 per lembar.

Data diatas belum termasuk bagian laba dari perusahaan terafiliasi dan penambahan gudang baru di tanjung priok ya.




Berapa perkiraan pendapatan Manufaktur jika semua kapasitas produksi dimaksimalkan?

Sebelum menghitung, produk manufaktur kita kelompokan terlebih dahulu menjadi 3 bagian yaitu: produk kimia, produk krimer dan glukosa. Kemudian untuk mendapatkan harga rata rata produk kimia (karna banyak ragam) kita ambil contoh di PT Liku Telaga. Pada tahun 2016 PT liku telaga memperoleh pendapatan sebesar 354,6M dengan produksi sebesar 32.400 ton. Jadi harga rata rata nya adalah sebesar 10.900 per kilo. Kita pakai 10.000 aja ya.

Dari sana dapat dihitung perkiraan pendapatan jika seluruh kapasitas produksi dimaksimalkan yaitu sebagai berikut:
  1. Produk kimia memiliki kapasitas 332.600 ton x 10.000 = 3.326M
  2. Produk krimer memiliki kapasitas 61.600 ton x 20.000 = 1.232M
  3. Produk glukosa dan fruktosa kapasitas 100.000 ton x 10.000 = 1.000M

Jika ditotal menjadi 5.558M dengan NPM 5,1% maka laba dari segmen manufaktur adalah sebesar 283,5M. Jika ditambah laba dari distribusi dan jasa maka laba total akan menjadi 544,2 M dengan EPS sebesar 340 per lembar.

Begitulah kira kira logikamologi LTLS, lebih dan kurangnya mohon di maafkan.


No comments: