Logikamologi PT Gajah Tunggal Tbk (saham GJTL)

LOGIKAMOLOGI GJTL




GJTL merupakan perusahaan ban ternama baik di indonesia maupun di dunia. Tapi apa sebenernya isi bagian perut dari GJTL? Yukkk... Tanpa bertele tele ya. Langsung pada pokoknya


ANAK USAHA

  1. PT Prima Sentra Megah (99%)
  2. PT Polychem Indonesia Tbk (25.6%)


PANDANGAN MASA DEPAN

GJTL memiliki beberapa pabrik antara lain:
  1. Ban radial mobil penumpang dengan kapasitas 55.000 pcs per hari, terpakai 71%
  2. Ban bias dengan kapasitas 14.500 pcs per hari, terpakai 74%
  3. Ban sepeda motor dengan kapasitas 95.000 pcs per hari, terpakai 78%
  4. Karet sintetis (SBR) dengan kapasitas 75.000 ton per tahun, terpakai 66%
  5. Kain ban dengan kapasitas 40.000 ton per tahun, terpakai 67%

Sejak tahun 2016 GJTL juga sedang membangun pabrik ban radial Truck dan bus dengan kapasitas 3.500 pcs per hari yang diperkirakan akan beroperasi awal 2018.

Dari kapasitas produksi diatas, jika dimaksimalkan hanya bisa memproduksi sebesar 90% dari kapasitas.

Tahun 2016 total produksi dan penjualan GJTL adalah sebesar 43,4 juta ban, dengan rincian sebagai berikut:
  1. Ban radial penjualan 13,8 juta ban dengan nilai 5.863M. Berarti harga rata rata adalah 425.000 per pcs
  2. Ban bias penjualan sebesar 3,8 juta ban dengan nilai 3.519M. Berarti harga rata rata adalah 926.000 per pcs
  3. Ban sepeda motor penjualan 25,8 juta ban dengan nilai 3.369 M. Berarti harga rata rata adalah 130.000 per pcs

Disamping itu ada juga penjualan lain yaitu:
  1. Kain ban dengan jumlah produksi sebesar 26.800 ton, 72% dipakai internal dan sisanya 28% atau 7.500 ton dijual dengan pendapatan 337M. Berarti harga rata rata kain ban adalah 45 juta per ton.
  2. Karet sintetis dengan jumlah produksi sebesar 49.500 ton, 69% dipakai untuk internal dan sisanya 31% atau 15.345 ton dijual dengan pendapatan 259M. Berarti harga rata rata 17 juta per ton.


PENARIKAN PRODUK BAN DARI PASAR AMERIKA

GJTL melakukan penarikan peredaran ban dari pasar amerika secara sukarela. Pada 22 seotember 2016 jumlah ban yang ditarik adalah sebesar 196.926 pcs yang menimbulkan kerugian sebesar 230,9M. Pada 30 juni 2017, GJTL kembali menarik ban nya dari pasar amerika sejumlah 394.378 pcs. Pada Q2 2017 menimbulkan kerugian sebesar 169,5M.

Jika melihat tahun 2016 berarti harga rata rata ban yang ditarik adalah 230M/196.926 = 1.172.500 per pcs.

Nah jika tahun 2017 akan menarik ban sebanyak 394.378 pcs maka nilai kerugian diperkirakan 1.172.500 x 394.378 = 462M di akhir tahun 2017 (pada Q2 2017 dimasukan sebesar 169,5M).


Bagaimana peluang GJTL di tahun 2017?

Nah kalau dengan pendapatan Q2 dikalikan 2 mungkin terlalu mudah lah. Kita cari cara lain ya.

Pada desember 2015 jumlah karyawan adalah 15.220.
Pada desember 2016 jumlah karyawan 17.175
Pada Q1 2017 jumlah karyawan 17.430
Pada Q2 2017 jumlah karyawan 17.650

Perusahaan sendiri mengatakan bahwa 93,36% karyawan bekerja di manufaktur ban dan sisanya 6,65% di SBR.

2015 pekerja ban 15.220 x 93,35% = 14.209
2016 pekerja ban 17.175 x 93,35% = 16.032
Q1 pekerja ban 17.430 x 93,35% = 16.270
Q2 pekerja ban 17.650 x 93,35% = 16.476

Dari 2016 sampai Q1 2017 ada penambahan 338. Dari Q1-Q2 ada penambahan 206. Kalau dianggap per 3 bulan ada penambahan 200 pekerja ban berarti akhir 2017 ada karyawan sebesar 400 + 16.476 = 16.876.

Tahun 2016 produksi ban sebesar 43.4 juta ban dengan karyawan 16.032. Berarti rata rata 1 orang memproduksi 2.700 ban per tahun. 

Kalau di akhir tahun 2017 ada 16.876 orang yang memproduksi ban maka jumlah produksi ban adalah sebesar 45,6 juta ban.

Tahun 2016 pendapatan ban sebesar 13.037M dengan produksi 43,4 jt ban. Rata rata harga ban adalah sebesar 300.000 per ban. 

Jika 2017 memproduksi ban sebesar 45,6 juta berarti pendapatan dari ban adalah sebesar 45,6jt x 300.000 = 13.680M. 

Pendapatan Q2 untuk kain ban 574,7M, karet sintetik 615M, lainnya 363,5M. Jika disetahunkan dan ditambah pendapatan ban maka akan menjadi 16.787 M. 

Pada Q2 pendapatan 7.226 M dengan laba 128,5M. Tetapi karena ada kerugian karena penarikan produk sebesar 169,5M maka menjadi rugi -41M. NPM = 128,5/7226 = 1,7%. Sampai akhir tahun laba = 1,7% x 16.787 M = 285,4M. Tapi karena ada kerugian akibat penarikan produk yang kita hitung sebesar 462M maka di akhir 2017 kerugiannya saya perkirakan sebesar 285,4-462 = -176,6M dangan EPS - 50 per lembar.

Bagaimana dengan tahun 2018?


Tahun 2018, merupakan tahun kebesaran untuk GJTL. Ada beberapa alasan:

  1. Meningkatkan kapasitas produksi ban sampai 85% dari kapasitas. Jika ban dinaikan berarti produksi kain ban dan karet sintetis juga harus ditingkatkan. 
  2. Pabrik truck bus radial (TBR) dengan kapasitas 3.500 pcs per hari akan beroperasi. Jika produksinya tahun 2018 adalah 50% dari kapasitas berarti akan ada tambahan produksi sebesar 640.000 ban. 
  3. Tidak akan adalagi pembayaran royalti ke GITI Tire Pte Ltd untuk lisensi produksi ban TBR.

Kita hitung aja untuk tahun 2018

  1. Ban radial mobil penumpang 55.000x365x85% = 17.1 jt x 425.000 = 7,26T
  2. Ban bias 14.000x365x85% = 4,3 jt x 926.000 = 4T
  3. Ban sepeda motor 95.000x365x85% = 29,5jt x 130.000 = 3,8T
  4. Ban TBR 640.000 x 1.100.000 = 0,7T
  5. Karet sintetis 75.000 x 85%x31% = 19.700 x 16,9jt = 0,33T
  6. Kain ban 40.000x85%x28% = 9.500 x 45jt = 0,42T
  7. Produk lainnya tetap sebesar 727M

Jika ditotal maka pendapatannya adalah sebesar 17,24T dengan NPM 1,7% maka laba 293M dan EPS 84 per lembar.

Mudah mudahan harga bahan menurun dan dan harga ban naik sehingga makin moncer lah pendapatannya di tahun 2018.

Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis. Lebih dan kurang mohon dimaafkan.



3 comments:

Igor said...

Gokil bang bahasannya.. MANTAPPP

Ikadek sb said...

Siap bang. Hihihi.....banyak perkalian nya bang. Makasi bang dah berkunjung

Phemonix said...

Pak, boleh request analisa saham Wood (furniture)

trims ya