Logikamologi KIJA dan penurunan harga gas

Pembangkit listrik KIJA



Kija memiliki pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasita 2x130MW. 

Pada Q2 2017, pendapatan listrik kija adalah sebesar 765M atau sebesar 47,4% dari seluruh pendapatan (total pendapatan Q2 2017 sebesar 1.615,6M). Jika disetahunkan maka pendapatan listrik sebesar 1.530M.

Rata rata harga jual listrik kija adalah sebesar 1.050 per kwh. Berarti energi yang dihasilkan dalam setahun dari pembangkit adalah sebesar 1.530M/1.050 = 1.457 juta kwh.

Untuk PLTG membutuhkan gas sebesar 3.412 Btu per kwh. Berarti dalam setahun di butuhkan gas sebesar 1.457 juta kwh x 3.412 = 4.971.000 MMBtu per tahun.


Permen menteri ESDM no 45/2017, pasal 8 ayat (1) menyebutkan bahwa PLN dan pembangkit listrik swasta dapat membeli gas bumi dengan harga paling tinggi 14,5% dari harga minyak di indonesia.

Jika harga minyak kita asumsikan 50 usd per barel maka harga gas adalah 14,5% x 50 = 7,25 usd per MMBtu. Pembelian gas kija dalam setahun adalah sebesar 4.971.000 x 7,25 = 36.039.750 usd atau sekitar 486,5 M per tahun.

Bandingkan saat harga gas 10,2 usd maka pembelian gas nya sebesar 50.704.200 usd atau sekitar 684,5 M. Berarti ada efisiensi dari pembelian gas sebesar 684,5M - 486,5M = 198M per tahun.

Begitulah kira kira

BACA JUGA

  1. Analisis kawasan industri jababeka (KIJA)

No comments: