Analisis PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (saham PGLI)

PGLI, si mungil yang menarik







Sesuai dengan anggaran dasar perusahaan, PT. Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. (PGLI) memiliki ruang lingkup kegiatan usaha dalam bidang : perhotelan, restoran, pembangunan, pertanian, perdagangan, pertambangan, perindustrian, pengangkutan darat, perbengkelan dan jasa. PGLI adalah pemilik Hotel travellers suites medan dan restoran Le chic Medan.


Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI), memiliki  beberapa anak usaha, antara lain:


  1. PT. Boga Abadi Prima (70%)
  2. PT. Aek Simonggo Energy (35%)
  3. PT. Sei Wampu Energy (99,9%)
  4. PT. Hydro Langkat Energy (99%)
  5. PT. Belida Karya Lestari (30%)

Apa yang menarik ?

PGLI melalui PT. Aek Simonggo Energy (kepemilikan 35%) akan segera menyelesaikan pembangunan proyek pembangkit listrik mikro hidro ( PLTM ) Sei Wampu 1 dengan kapasitas 2x6 MW. Proyek yang sempat terkatung katung lama ini kemungkinan beroperasi dan menghasilkan pendapatan di akhir 2017. 

Mari kita cek pengaruhnya.



Listrik 2x6 MW, asumsi beban terpakai 80% dan beroperasi selama 24 jam, maka energy yang dihasilkan = 12MW x 1000 x 80% x 24 jam x 365 hari = 84.096.000 Kwh / th. 
Dengan asumsi harga beli PLN sebesar 13 sen USD = Rp. 1.690 ditambah adanya insentif listrik sebesar 1,1 - 1,6 untuk PLTM, maka harga beli PLN Rp. 1.690 x 1,1 = Rp 1.859 per Kw. Kemungkinan pendapatan adalah 84.096.000 Kwh x 1.859 = 156,3 M. Dengan kepemilikan sebesar 35% = 54,7 M. Asumsi NPM 20% maka laba yang akan diperoleh sebesar 10,9 M per tahun.

PLTM Sei Wampu 1, merupakan batu loncatan pertama dan utama bagi PGLI untuk membangun PLTM berikutnya. Masak sih ? Hehehe....

PGLI melalui anak usahanya yaitu PT. Sei Wampu Energy (kepemilikan 99,9%) sudah melakukan pembebasan lahan seluas 25 Ha untuk membangun PLTM Sei Wampu 2 dengan kapasitas 2x6 MW. Proyek ini kemungkinan akan dimulai setelah selesainya PLTM Sei Wampu 1. 

Disamping itu, PGLI melalui anak usahanya yang lain, yaitu PT. Hydro Langkat Energy   (kepemilikan 99%) juga berencana untuk membangun PLTA dengan kapasitas 40 MW. 

Yang lebih menarik lagi adalah PT. Belida Karya Lestari (kepemilikan 30%) dimana anak usahanya ini memiliki PT. Tempirai Energy Resources ( 99% ) yang memiliki penambangan batu bara dengan cadangan 200 juta MT di kabupaten musi banyuasin, sumsel, dimana 80% nya merupakan batubara berkalori rendah. Tambang batu bara ini sudah berproduksi sejak november 2016 lalu. Dan jika jaraknya dekat dengan gardu PLN, tidak menutup kemungkinan akan ditunjuk oleh PLN untuk membangun pembangkit listrik mulut tambang. 

Begitulah pendapat saya. Salam gorengan dan hati hati kolesterol.


No comments: