Analisis PT Lotte Chemical Titan Tbk (saham FPNI)

FPNI, Si Raja plastik 




Sejarah

Fpni didirikan pada tahun 1987 dengan nama PT IndoFatra Plastik Industri. Tahun 1988, perusahaan berganti nama menjadi PT Patrafolindo Nusa Industri. Tahun 2008, perusahaan kembali berganti nama menjadi PT Titan Kimia Nusantara. Dan terakhir tahun 2013 menjadi PT Lotte Chemical Titan Tbk.

Fpni sendiri merupakan perusahaan induk yang bergerak dalam bidang perdagangan dan impor produk Polyethylene dan Polypropylene. Saat ini, Fpni merupakan produsen Polyethylene pertama dan terbesar di indonesia.


Komisaris Dan Direktur

Komisaris Utama : Lee Dong Woo
Komisaris Independen : Mas Achmad Daniri

Direktur Utama : Y Oon Sungku
Direktur Independen : Johanes Bambang Budiharja


Pemegang Saham

  1. Lotte Chemical Titan International Sdn Bhd sebesar 5.032.280.695 (90,4%)
  2. Publik kurang dari 5% sebesar 534.133.305 (9,6%)



Sejarah Pencatatan Saham

  1. Saham perdana @450 sejumlah 67.000.000 tanggal 21 Maret 2002
  2. Saham Pendiri sejumlah 343.200.000 tanggal 21 Maret 2002
  3. Right issue 1 sejumlah 5.156.214.000 tanggal 28 Januari 2008



Anak Usaha

A. Lotte Chemical Titan International Ltd (100%), merupakan perusahaan investasi , yang memiliki anak usaha yaitu Chemical Brother Ltd (100%), merupakan perusahaan investasi dan memiliki dua anak usaha yaitu :
  1. South Wealth Finance Ltd (100%), merupakan perusahaan investasi
  2. PT Lotte Chemical Titan Nusantara (100%) yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi Polyethylene

B. PT Titan Trading (100%), bergerak dalam bidang perdagangan dan saat ini masih dalam tahap pengembangan.


PANDANGAN MASA DEPAN



FPNI adalah perusahaan yang pertama dan terbesar yang memproduksi Polyethylene di indonesia. Polyethilene sendiri merupakan termoplastik yang digunakan sebagai kantong plastik. Adapun jenis plastik yang diproduksi adalah:
  • High Density Polyethylene, merupakan plastik yang bersifat tidak lentur dan keras misalnya botol jus, galon air atau berbagai wadah yang terbuat dari plastik
  • Low Density Polyethylene, merupakan jenis plastik yang terbuat dari minyak bumi yang biasa digunakan untuk kemasan makanan.

Apa yang menarik dari FPNI?

FPNI menjadi menarik sejak anak usahanya yaitu PT Lotte Chemical Titan Nusantara mengoperasikan pabrik di Merak Banten dengan kapasitas 450.000 MT per tahun. Pabrik ini memproduksi High Density Polyethylene dan Low Density Polyethylene. Dimana, 87% hasil produksi dijual untuk lokal dan sisanya 13% untuk pasar impor.

Tahun 2016, Fpni memproduksi polyethylene sebesar 343.591 MT dengan pendapatan sebesar 424,21 juta usd. Berarti harga per MT adalah sebesar 1.234,6 usd. 



Berapa pendapatan jika produksi dimaksimalkan sesuai kapasitas?

Pabrik polyethylene memiliki kapasitas produksi 450.000 MT yang jika diproduksi penuh akan menghasilkan pendapatan sebesar 555.6 juta usd. dengan asumsi usd adalah senilai 13.500 maka pendapatannya sebesar 7,5T. Jika diasumsikan NPM 2% maka kemungkinan labanya adalah 150M dengan EPS sebesar 26,7.

Bagaimana peluang pendapatan di akhir 2017?

Tahun 2017, perusahaan berencana memproduksi polyethylene sebesar 425.000MT. Dengan harga 1234,6 usd per MT berarti akan diperoleh pendapatan sebesar 524,7 juta usd atau klo dirupiahkan menjadi 7.083,5M. Dengan asumsi NPM 2% maka labanya adalah sebesar 141,6M dengan EPS 25,3

Jika kita melihat dari pendapatan pada Q2 2017, dimana dari penjualan polyethylene sebesar 227,2 juta usd berarti volume produksi polyethylene adalah sebesar 184.028MT yang jika disetahunkan menjadi 368.057MT. Volume ini hanya naik sebesar 25.000 MT dari peoduksi tahun 2016. berarti untuk mencapai target 2017 sebesar 425.000, perusahaan bekerja lebih keras untuk memasarkan produk.




Rencana jangka panjang perusahaan

Fpni memiliki cita cita panjang antara lain
  1. Membangun pabrik etilena dengan kapasitas 1 juta ton per tahun
  2. memperbesar pabrik polyethylene menjadi sebesar 600.000 MT per tahun
  3. membangun pabrik polypropilene, benzena, toluena dan xilena aromatik dengan kapasitas 300.000 MT per tahun.


Sentimen FPNI

Dalam peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan republik indonesia ditegaskan bahwa seluruh kantong plasti yang diminta oleh pembeli, wajib dikenakan biaya. Dimana, besaran biayanya diatur sesuai dengan daerah masing masing. Aturan ini akan membuat permintaan kantong plastik akan menurun. Tapi, tidak akan memiliki pengaruh yang besar karena masih banyak plastik plastik lain yang bisa diproduksi. 

Begitulah kira kira, lebih dan kurang mohon dimaafkan.








No comments: