Analisis anak usaha PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (saham DPNS)

PT Inti Tirta Primasakti




Mungkin semua sudah mengetahui apa dan bagaimana PT DUTA PERTIWI NUSANTARA Tbk (DPNS). Namun dibalik industri lem dan kimia yang dimiliki oleh DPNS, ada satu mutiara terpendam yang dimilikinya yaitu PT INTI TIRTA PRIMASAKTI (ITPS).




PT INTI TIRTA PRIMASAKTI ( ITPS ) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batu bara yang menguasai lahan konsesi seluas 48,174 Ha yang terbagi dalam area A seluas 47,680 Ha dan Area B seluas 494.8 Ha. PT Inti Tirta Primasakti sendiri dikuasai oleh PT Duta pertiwi Nusantara Tbk sebanyak 67% dan PT Ayrus Prima sebanyak 33 %.

Ada beberapa hal penting yang dimiliki oleh ITPS yang membuatnya menjadi menarik, antara lain :
  • Memiliki cadangan batubara sebanyak 20 juta ton dengan kandungan 5000 – 7000 kkal dan dapat dimasukan kedalam batubara jenis BITUMINUS ( Kelebihan batubara jenis ini akan dijelaskan berikutnya )
  • Memiliki dua pelabuhan dengan fasilitas bongkar muat yang berlokasi di Talang Duku dan Muara Bulian. Bahkan pelabuhan di Talang Duku juga terdapat fasilitas bungker penimbunan batubara, bangunan operator dan fondasi crushing plan.
  • Memiliki kapal tongkang dengan nama DPN 1 dan saat ini lagi di service
  • Selain itu ITPS juga sudah mengajukan ijin dengan mitra investor untuk membangun PLTU mulut tambang dengan kapasitas 2x 400 MW yang berlokasi di kabupaten Sorolangun dan Bangko provinsi Jambi.


Saat ini perusahaan sedang melakukan perencanaan infrastruktur untuk kegiatan produksi dan pengkajian untuk sumber daya listrik mulut tambang. Dan diperkirakan pada tahun 2016 sudah bisa memproduksi batubara sebesar 500,000 – 1,000,000 ton.


APA YANG MENARIK ? oke, mari saya jelaskan.



1. Yang ditambang adalah batubara kalori 5,000 – 7,000 kkal jenis Bituminus, dengan kandungan karbon 68%-86% dengan kadar air 8%-10% yang memiliki keuntungan antara lain :
  • Memiliki kandungan sulfur yang rendah (0.12%). Kandungan sulfur sangat berpengaruh terhadap tingkat korosi sisi dingin pada elemen pemanas. Untuk batubara kalori rendah yang memiliki kadar sulfur tinggi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan proses pencucian. Tapi untuk batu bara ITPS tidak membutuhkannya.
  • Memiliki kandungan abu yang rendah (2,5%). Kandungan abu ini biasanya berpengaruh pada tingkat pengotoran, keausan dan korosi peralatan.
  • Memiliki kandungan air yang rendah (8% - 10%). Kandungan air ini berpengaruh terhadap proses pengeringan sehingga dengan kandungan air yang rendah dibutuhkan sedikit udara primer untuk pengeringan. Kandungan air ini juga berpengaruh terhadap proses pengangkutan, penanganan, penggerusan dan pembakaran.
  • Kandungan zat terbang rendah. Hal ini berfungsi untuk memperlambat pembakaran karbon padat sehingga batu bara bisa lebih lama di bakar, awet dan irit.
  • High heating value tinggi. Ini dapat berpengaruh terhadap pengoperasian alat baik crusher, pulverizer, pipa batubara, windbox dan burner.

2. Pembangkit listrik 2x400 MW. Mari kita lihat berapa biaya dan batubara yang dibutuhkan
  • Batubara 5,000 kkal / kg (1000 kkal = 1.16 kwh) menghasilkan 2 kwh listrik. Berarti 1 kwh listrik membutuhkan 2,500 kkal batubara atau 0,5 KG batubara.
  • 2x400 MW = 800 MW memakai batu bara 5,000 kkal dan beroperasi selama 24 jam penuh (8760 jam per tahun)
  • Pembangunan minimal 3 tahun dengan biaya pembangunan USD 1,300 per kwh
  • Energi yang dibutuhkan per tahun (asumsi ketersediaan beban 80%) adalah sebesar E = 800MW x 8760 jam per tahun x 80% = 5,606,400 MWh per tahun
  • Kebutuhan batubara = 5,606,400 / 2 kwh/kg = 2,803,200 ton per tahun
  • Kebutuhan biaya USD 1,04 M

Dengan kebutuhan biaya pembangkit yang sedemikian besar (USD 1.04M) mengharuskan ITPS untuk menggandeng investor. Karena yang diincar sesungguhnya adalah menjual batubara ke pembangkit listrik mulut tambang. Apa alasannya ? nih ada di no. 3

3. Peraturan menteri ESDM no 9 2016 tanggal 4 april 2016 bahwa margin tambang batubara untuk listrik mulut tambang adalah 15% - 25% dari total seluruh biaya produksi. Padahal untuk perusahaan batubara secara umum memiliki margin rata rata 6%.




Ok kawan, klo udah malas dengan hitungan diatas kita lanjut memprediksi pendapatannya dan berapa nilai tambah dari laba yang akan masuk ke DPNS. Asumsinya memakai harga acuan batu bara bulan maret 2016 yaitu sebesar USD 53,2 dan jangka waktu pembangunan PLTU selama tiga tahun (beroperasi tahun 2019). Sebelum PLTU selesai, batubara dari PT Inti Tirta primasakti tentu akan dijual keluar, mengingat sudah banyak pembeli yang berminat dari dalam negeri. Jadi ada dua asumsi net profit margin yang akan kita pakai yaitu NPM rata rata tambang batubara (6%) dan NPM dari menteri ESDM (15%).

1. Prediksi produksi batubara dan pendapatan
  • 2016 , produksi 500,000 ton, pendapatan USD 26,6 jt
  • 2017 , produksi 1,000,000 ton, pendapatan USD 53,2 jt
  • 2018 , produksi 2,000,000 ton, pendapatan 106,4 jt
  • 2019, produksi 3,000,000 ton, pendapatan 159,6 jt (karena kejar tayang kebutuhan batu bara PLTU mulut tambang sebesar 2,800,000 ton yang diperkirakan beroperasi 2019 atau selama 3 tahun)


2. Prediksi laba yang bisa dihasilkan

  • 2016 , NPM 6%, pendapatan USD 26,6 jt, laba USD 1,6 jt
  • 2017 , NPM 6%, pendapatan USD 53,2 jt, laba USD 3,2 jt
  • 2018 , NPM 6%, pendapatan USD 106,4 jt, laba USD 6,4 jt
  • 2019 , NPM 15 % , pendapatan USD 159,6 jt, laba USD 23,9jt

3. Prediksi laba diterima DPNS dari kepemilikan sebesar 67% (asumsi 1 USD = Rp 13,000)
  • 2016 , laba = USD 1,6jt x 67% x Rp 13,000 = Rp 13,9 M
  • 2017 , laba = USD 3,2jt x 67% x Rp 13,000 = Rp 27,8 M
  • 2018 , laba = USD 6,4jt x 67% x Rp 13,000 = Rp 55,7 M
  • 2019 , laba = USD 23,9jt x 67% x Rp 13,000 = Rp 208,1 M

4. Dengan asumsi laba dari produksi lem dan kimia tetap sebesar 11M dan saham edar 300 jt lembar maka didapat EPS sebagai berikut :
  • 2016 , EPS = 83 per lembar
  • 2017 , EPS = 129 per lembar
  • 2018, EPS = 222 per lembar
  • 2019, EPS = 730 per lembar

Nah, untuk analisis fundamental dan teknikal dari DPNS cari sendiri ya di laporan keuangan perusahaan atau cek di chart masing masing. Dan ini sebatas prediksi ya bisa benar bisa juga tidak, jadi terserah masing masing aja. Dan yang jelas ini bukan ajakan membeli karena ini sebatas prediksi dari fakta fakta dan asumsi asumsi penulis.

Kalau mau coment dipersilakan ya asal kata katanya jangan menyakitkan. Dan ini saya persembahkan kepada master trader saya, BUNG TOP 1.



7 comments:

Ikadek sb said...

Tes, tes, tes

Anonymous said...

Terima kasih yah Kadek

Ikadek sb said...

siap, tapi maaf masih banyak kekurangan ya. ntar klo ada info baru saya tambahin pak.

Anonymous said...

Baca link ini Kadek, sudah mulai produksi dia http://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201605/053dba90a6_d7df1fbd40.pdf

Ikadek sb said...

Mantabbbnb.....makasi pak infonya

Unknown said...

Pak mohon izin saya perlu batubara kkal 5000 up bisa kirimkan company profile perusahaan dan hasil lab nya serta penawaran harga nya ke email saya chairu_rizki@yahoo.com terimakasih pak

agung julianto said...

Kepada Yth
Kontractor / Suplier
Di Tempat.
From: Agung julianto
Contact : : 081289228948 / 082311382608

Perihal : Penawaran Bank Garansi Tanpa Agunan & Tanpa Buka Rekening

Dengan Hormat,

Kami dari PT. GLOBAL PERSADA INDONUSA, perusahaan kami telah resmi di tunjuk untuk memasarkan produk Surety Bond & Bank Garansi tanpa agunan, di mana Bank Garansi dan Asuransi yang kami tawarkan telah di terima di instansi Pemerintah maupun instansi Swasta.

Untuk Bank BCA, BANK BII, BANK SinarMas, Bank BTN & BANK BNI bisa kami terbitkan untuk semua jaminan tanpa agunan ( Non Collateral ) Tanpa Buka Rekening.


BANK GARANSI & ASURANSI ( Katagori Layanan Bisnis )

Perusahaan : PT. GLOBAL PERSADA INDONUSA
Alamat : Jl Nangka No.20-Utan Kayu , Matraman, Jakarta Timur
Nama : Agung julianto
Nomer HP : 0812 8922 8948
Office : 021- 2962 1873 , 012- 8591 5293
Fax : 021- 2962 1878
Email : Agungjulianto30@gmail.com

Sifat Dasar Usaha: MELAYANI PENERBITAN BANK GARANSI & ASURANSI (TANPA AGUNAN)

Penjelasan Ringkas!!
Surety Bond & Bank Garansi adalah suatu bentuk penjaminan dimana Surety ( perusahaan asuransi) atau Bank menjamin Principal ( kontraktor/ vendor/ supplier) akan melaksanakan kewajiban atas suatu prestasi/ kepentingan kepada Obligee sesuai kontrak/ perjanjian antara Principal dan Obligee.

Jaminan Penawaran ( Bid Bond) : Menjamin Obligee apabila Principal yang telah dinyatakan sebagai pemenang tender tidak bersedia menanda tangani kontrak atau tidak dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Obligee. Nilai jaminan berkisar antara 1 % sd. 3 % dari harga penawaran

Jaminan Pelaksanaan ( Perfomance Bond) : Menjamin Obligee apabila Principal yang telah menandatangani kontrak pelaksanaan kerja, mengundurkan diri atau memutuskan kontrak secara sepihak atau bersama-sama dari kedua belah pihak yaitu antara Obligee dengan principal. Nilai jaminan berkisar antara 5 % sd. 10 % dari Nilai Proyek.

Jaminan Uang Muka ( Advance Payment Bond) : Menjamin Obligee apabila Principal tidak dapat mengembalikan atau memperhitungkan uang muka yang telah diterima pada awal kontrak kepada Obligee sampai dengan proyek selesai.Nilai jaminan berkisar antara 10 % sd. 20 % dari Nilai Proyek.

Jaminan Pemeliharaan ( Maintenance Bond) : Menjamin Obligee apabila Principal tidak melaksanakan kewajibannya memperbaiki kerusakan yang terjadi setelah pelaksanaan pekerjaan selesai sesuai ketentuan dalam kontrak. Nilai jaminan berkisar antara 5 % sd. 10 % dari Nilai Proyek.

Periode Jaminan ( Insurance Period) : Jangka waktu Surety Bond sesuai dengan jangka waktu perjanjian / kontrak yang dibuat antara Penerima Jaminan ( Obligee) dengan Terjamin ( Prinsipal)

From : Agung julianto
Perusahaan : PT. GLOBAL PERSADA INDONUSA
Alamat : Jl Nangka No.20-Utan Kayu , Matraman, Jakarta Timur
Office : Office : 021- 2962 1873 , 012- 8591 5293
Fax : 021- 2962 1878
Email : Agungjulianto30@gmail.com