Rumor saham BIPI

Logikamologi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk.

Yuk, berhitung !


Tahun 2018, anak usaha BIPI melakukan penanganan batubara sebesar 72,43 juta ton yaitu dari PT Mitratama perkasa sebesar 17,12 juta ton dan dari PT Nusa Tambang Pratama sebesar 55,31 juta ton. 

PT Mitratama Perkasa (70%)

Mitratama perkasa dimiliki oleh BIPI sebesar 70% dan ITMA sebesar 30%. Tahun 2018, bagian laba yang diterima oleh ITMA dari Mitratama Perkasa adalah sebesar 6.622.085 usd. Berarti total laba PT Mitratama Perkasa adalah sebesar 6.622.085 usd x 100/30 = 22.073.616 usd. Dari sini dapat dihitung bagian laba ke BIPI adalah sebesar 22.073.616 usd - 6.622.085 usd = 15.451.531 usd.

Dengan produksi sebesar 17,12 juta ton dan laba sebesar 22.073.616 usd maka setiap penanganan 1 ton batubara menghasilkan laba sebesar 22.073.616 usd/17,12 juta ton = 1,29 usd per ton.

Tahun 2019, PT Mitratama Perkasa menargetkan produksi sebesar 24 juta ton. Berarti akan menghasilkan laba sebesar 24 juta ton x 1,29 usd per ton = 30.960.000 usd. Dengan kepemilikan sebesar 70% maka bagian laba ke BIPI adalah sebesar 21.672.000 usd.


PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA/41,04%)


Dengan laba yang diperoleh PT Mitratama Perkasa sebesar 30.960.000 usd dan dengan kepemilikan ITMA sebesar 30% maka bagian laba yang diperoleh ITMA adalah sebesar 9.288.000 usd. Dengan Kepemilikan BIPI sebesar 41,04% maka bagian laba yang diperoleh BIPI dari ITMA adalah sebesar 3.811.795 usd. 


PT Nusa Tambang Pratama (69,36%)


Tahun 2018, laba dari ventura bersama yang diterima BIPI adalah sebesar 61,9 juta usd. Bagian laba dari PT Mitratama Perkasa adalah sebesar 15.451.531 usd. Berarti bagian laba dari PT Nusa Tambang Pratama adalah sebesar 46.448.469 usd. Produksi tahun 2018 adalah sebesar 55,31 juta ton. Sehingga laba yang diterima per ton penanganan batubara adalah sebesar 0,84 usd per ton. 

Tahun 2019, BIPI menargetkan volume penanganan batubara PT Nusa Tambang Pratama adalah sebesar 59 juta ton. Sehingga laba totalnya akan menjadi 59 juta ton x 0,84 usd = 49.560.000 usd. Dengan kepemilikan sebesar 69,36% maka bagian laba yang akan diterima oleh BIPI adalah sebesar 34.374.816 usd. 


PT Putra Hulu Lematang (46%)


Kualitas batubara 4.832 kkal/kg. Patokan kualitas harga batubara acuan 6322 kkal/kg. Harga batubara acuan april 2019 ditetapkan 88,85 usd per ton maka harga batubara pt putra hulu lematang = 4832/6322x88,85 = 67,91 usd per ton.

Biaya pengupasan lapisan tanah penutup 2,24 usd per bcm.

Biaya penambangan yaitu biaya operasional langsung terdiri dari : biaya penambangan 1,84 usd, biaya pengolahan batubara 1,65 usd, biaya pengangkutan ke port 16,51 usd, biaya stockpile dan pemindahan di port 0,79 usd, biaya pemuatan kapal 2,2 usd. Biaya operasional tak langsung terdiri dari : biaya rehabilitas dan lingkungan 0,51 usd, biaya pembebasan lahan 0,65 usd, biaya administrasi 1,04 usd, biaya marketing commission 0,12 usd, biaya royalti ke pemerintah 0,6 usd. Total biaya penambangan 25,91 usd per ton.

Target awal tahun 2019 adalah produksi batubara 48.665 MT per bulan atau 583.980 MT per tahun dan overburden 288.906 bcm per bulan atau 3.466.872 bcm per tahun. Berarti stripping ratio 5,94x. Pendapatan = 583.980x67,91 = 39.658.081 usd. Biaya pengupasan tanah = 3.466.872x2,24 = 7.765.793 usd. Biaya penambangan = 25,91x583.980 = 15.130.921 usd. Pendapatan bersih = 39.658.081-7.765.793-15.130.921 = 16.761.367usd. Kepemilikan pt mega abadi jayatama 46% = 7.710.228 usd.

Apa yang menarik?

Tahun 2018, dermaga di pt putra hulu lematang telah selesai. Dan dermaga akan mampu menangani hingga 5 jt ton per tahun. Tahun 2019 ditargetkan untuk menangani 1,5 juta ton batubara. Dari mana batubaranya? Sudah tentu dari tambang pt putra hulu lematang. Yuk, kita cek !.

Jika kita asumsikan harga batubara 2019 sama dengan april sebesar 67,91 usd per ton, maka pendapatan adalah 1.500.000x67,91 = 101.865.000 usd. Biaya penambangan 25,91x1.500.000 = 38.865.000 usd. Stripping ratio 5,94x maka overburden 8.910.000 bcm. Biaya pengupasan = 2,24x8.910.000 = 19.958.400 usd. Pendapatan bersih = 101.865.000-38.865.000-19.958.400 = 43.041.600 usd. Kepemilikan pt mega abadi jayatama 46% = 19.799.136 usd.


PT Mega Abadi Jayatama (99,99%)


biaya stockpile dan pemuatan di port adalah sebesar 0,79 usd per ton. biaya pemuatan kapal sebesar 2,2 usd sehingga total 3 usd per ton. dengan produksi sebesar 1.500.000 MT maka pendapatan dari pelabuhan adalah sebesar 4.500.000 usd. 

untuk pengupasan lapisan tanah penutup sudah barang tentu akan dilakukan oleh PT Mega Abadi Jayatama. dengan harga 2,24 usd per bcm dan dengan overburden 8.910.000 bcm maka pendapatannya adalah sebesar 19.958.400 usd. 

biaya penambangan sebesar 1,84 usd per ton, biaya pengolahan batubara 1,65 usd per ton sehingga total 3,49 usd per ton. dengan produksi sebesar 1.500.000 MT maka pendapatannya sebesar 5.235.000 usd. 

Biaya pengangkutan ke port adalah sebesar 16,51 usd per ton. dengan produksi sebesar 1.500.000 ton maka pendapatannya sebesar 24.765.000 usd.

kalau ditotal maka pendapatan PT Mega Abadi Jayatama adalah sebesar 49.958.400 usd. 


Kalau kita total pendapatan dan laba yang akan masuk ke kantong BIPI tahun 2019 adalah 21.672.000 usd + 3.811.795 usd + 34.374.816 usd + 19.799.136 usd + 49.958.400 usd = 129.616.147 usd. Kalau diasumsikan usd 14.500 itu senilai 1,88T. Dengan saham edar 40,2 M lembar, itu setara 46,7 per lembar saham.

Pada Q1 2019, pendapatan BIPI sebesar 16 juta usd, laba ventura bersama 14,3 juta usd dan laba BIPI 8,6 juta usd. sehingga, NPM 28,4%. 

Dengan pendapatan sebesar 129.616.147 usd dan NPM 28,4% maka laba adalah sebesar 36.810.985 usd. Asumsi USD = 14.500 maka laba adalah sebesar 534M. Dengan saham edar sebesar 40,2M lembar maka EPS adalah sebesar 13,3 per lembar. 

Yang menarik dari BIPI adalah bahwa dalam 3 tahun kedepan bipi akan meningkatkan kapasitas penanganan batubara sebesar 30 juta ton secara bertahap dan ini berarti akan ada peningkatan pendapatan yang besar dalam 3 tahun mendatang. 



No comments: