Potensi kapal tanker di Indonesia

Kebangkitan perusahaan tanker 




Indonesia adalah negara dengan sistem distribusi bbm paling rumit di dunia. Karena indonesia adalah negara kepulauan dengan penduduk yang tersebar. Kondisi ini tentu merupakan surga bagi perusahaan perusahaan tanker untuk berkembang. 

Di indonesia saat ini ada beberapa kilang minyak yaitu 7 dioperasikan pertamina dan 2 oleh swasta, antara lain :
  1. Pengolahan II Dumai / sungai pakning, riau dengan kapasitas 170.000 barel per hari.
  2. Pengolahan III plaju, sumatera selatan dengan kapasitas 145.000 barel per hari
  3. Pengolahan IV cilacap dengan kapasitas 340.000 barel per hari.
  4. Pengolahan V Balikpapan dengan kapasitas 260.000 barel per hari.
  5. Pengolahan VI Balongan dengan kapasitas 125.000 barel per hari.
  6. Pusdiklat migas Cepu dengan kapasitas 45.000 barel per hari
  7. Pengolahan VII Sorong dengan kapasitas 10.000 barel per hari.
  8. Kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Jawa Timur dengan kapasitas 100.000 barel per hari.
  9. Kilang Triwahana Universal (TWU) Bojonegoro dengan kapasitas 18.000 barel per hari.

Jika kita total, maka kapasitas seluruh kilang di Indonesia mencapai 1.213.000 barel per hari. Dari jumlah ini hanya 80% yang akan menghasilkan BBM atau sekitar 970.000 barel per hari. Padahal Indonesia membutuhkan minyak sebesar 1.270.000 barel per hari. Bahkan di tahun 2025 diperkirakan kebutuhan minyak indonesia mencapai 2.200.000 barel per hari. 

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah sudah merencanakan revitalisasi kilang dan pembangunan kilang baru serta membangun kilang mini.

Calon kilang mini di indonesia, antara lain:
  1. sumatera utara ( rantau dan pangkalan susu ) kapasitas 3.617 bph.
  2. selat panjang malaka dengan kapasitas 4.427 bph
  3. riau dengan kapasitas 2.391 bph
  4. jambi dengan kapasitas 1.914 bph
  5. sumatera selatan kapasitas 3.947 bph
  6. kalimantan selatan kapasitas 3.539 bph
  7. kalimantan utara kapasitas 8.059 bph
  8. maluku kapasitas 3.614 bph

Jika ditotal, dari kilang mini akan ada penambahan kapasitas pengolahan sebesar 31.508 barel per hari. 

disamping itu akan ada revitalisasi kilang lama dan pembangunan kilang baru, antara lain :
  1. revitalisasi kilang cilacap dari 340.000 bph menjadi 400.000 bph dan diperkirakan rampung tahun 2021.
  2. revitalisasi kilang balikpapan dari 260.000 bph menjadi 360.000 bph dan diperkirakan rampung tahun 2021.
  3. revitalisasi kilang balongan dari 125.000 bph menjadi 250.000 bph dan diperkirakan rampung tahun 2021.
  4. pembangunan kilang bontang kapasitas 300.000 bph dan diperkirakan rampung tahun 2022.
  5. pembangunan kilang tuban kapasitas 300.000 bph dan diperkirakan rampung tahun 2022.

Jika ditotal dari kilang lama, revitalisa kilang lama, pembangunan kilang mini dan pembangunan kilang baru, maka kapasitas total akan menjadi 2.129.500 barel per hari dan diperkirakan tercapai di tahun 2023.

pertanyaannya, dari mana minyaknya?

kalau kita liat 10 blok minyak yang ada di indonesia yaitu :
  1. blok rokan produksi 254.400 barel per hari. blok rokan sendiri pernah memproduksi 1 juta barel per hari.
  2. blok cepu produksi 216.000 barel per hari
  3. blok mahakam produksi 63.600 barel per hari.
  4. blok offshore north west java produksi 35.700 barel per hari
  5. blok south east sumatra produksi 32.000 barel per hari
  6. blok laut natuna sea B produksi 19.800 barel per hari
  7. blok east kalimantan produksi 18.200 barel per hari
  8. blok sanga sanga produksi 18.000 barel per hari
  9. blok ketapang produksi 17.300 barel per hari
  10. blok jabung produksi 13.300 barel per hari.

jika ditotal maka produksi 687.900 barel per hari dan tentu ini bisa ditingkatkan. seperti kita lihat blok rokan bahkan dimasa jayanya pernah mencapai 1 juta barel per hari. 

kabar baiknya, baru baru ini di daerah timur indonesia ditemukan cekungan dengan kandungan minyak yang besar, antara lain :
  1. blok selaru ( cekungan aru - tanimbar ) dengan potensi gas sebesar 4,8 TCF dan minyak 4.060 MMBO
  2. blok arafuru selatan ( cekungan arafuru ) dengan potensi gas sebesar 7,36 TCF dan minyak 6.144,54 MMBO
  3. blok boka ( cekungan akimeugah ) dengan potensi gas 1,1 TCF dan minyak 930 MMBO
  4. blok atsy ( cekungan sahul ) dengan potensi gas 0,9 TCF dan minyak 750 MMBO
  5. blok agats barat ( cekungan sahul ) dengan potensi gas 0,7 TCF dan minyak 575 MMBO

apakah masih ragu dengan potensi di atas?

Pertamina saat ini mengoperasikan 273 kapal tangker. Dari jumlah itu 66 kapal milik sendiri dan 207 kapal adalah sewa. Jika kapasitas tangki ditingkatkan menjadi 2.129.500 barel perhari maka perkiraan pertamina akan membutuhkan kapal angkut sebanyak 2.129.500/1.270.000 x 273 = 458 kapal. Jika kapal milik pertamina kita anggap tetap 66 unit, maka akan dibutuhkan kapal sewa sebanyak 392 unit tanker.

Dengan asas cabotage yang berlaku di indonesia, tentu hal ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perusahaan kapal tanker lokal di indonesia. 

No comments: