Rumor saham FREN

PT SMARTFREN TELECOM Tbk




Saat ini, pemerintah sedang gencar mengembangkan infrastruktur dalam bidang telekomunikasi di Indonesia. Salah satu mega proyek yang akan segera rampung di tahun 2018 adalah proyek Palapa Ring.

Palapa Ring sendiri merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional, yang akan menjangkau 34 propinsi, 440 kabupaten/kota dengan total kabel laut mencapai 35.280 km dan kabel darat mencapai 21.807 km. Proyek ini akan rampung di akhir tahun 2018 dan beroperasi tahun 2019. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan akan ada penyetaraan kualitas jaringan di seluruh indonesia sehingga memudahakan dalam adopsi tehnologi baik itu 3G, 4G maupun 5G yang rencana akan mulai dikembangkan tahun 2020.

Palapa ring terdiri tiga tahap yaitu :
  1. Palapa Ring Barat, yang dikerjakan oleh konsorsium Mora Telematika dengan Ketrosden Triasmitra, dengan panjang 2.000 km yang meliputi Riau dan kepulauan riau.
  2. Palapa Ring Tengah, yang dikerjakan oleh konsorsium Pandawa lima yang terdiri dari PT Tehnologi Riset Investama, Len Industri, PT Multi Kontrol Nusantara, PT Tana Nusantara Perkasa, PT Sufia Technologies, dengan panjang 2.700 km yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara.
  3. Palapa Ring Timur, yang dikerjakan oleh PT Palapa Timur Telematika yang merupakan konsorsium antara Mora Telematika Indonesia, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk dan Smart Telecom.

Jika proyek ini selesai dan sudah beroperasi, maka semua operator seluler akan memiliki kualitas jaringan yang sama di seluruh wilayah indonesia. Artinya tidak akan adalagi ketimpangan kualitas jaringan di seluruh indonesia baik itu antar daerah satu dengan daerah lain ataupun antara operator satu dengan operator lainnya.

Di Indonesia, ada beberapa operator jaringan seluler. Salah satunya adalah PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).



FREN didirikan tanggal 2 Desember 2002 dengan nama PT Mobile-8 Telecom yang memiliki ruang lingkup kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi. FREN sendiri adalah operator seluler berbasis tehnologi 4G LTE dengan jangkauan terluas di Indonesia, dengan kecepatan unduh data sebesar 9,6 Mbps ( hampir menyamai telkomsel sebesar 10,64 Mbps).




PANDANGAN 2017

Tahun 2017, merupakan tahun penting bagi FREN karena di tahun 2017 FREN berhasil menyelesaikan program migrasi pelanggan dari CDMA ke 4G LTE sehingga meningkatkan jumlah pelanggan dari 5,4 juta di tahun 2016 menjadi 11,5 juta di tahun 2017. Bahkan FREN berhasil meningkatkan pendapatan rata rata per pelanggan (ARPU) dari 28.200 di tahun 2016 menjadi 34.590 di tahun 2017. 

Coba dibandingkan dengan perusahaan sejenis yang rata rata pendapatan per pelanggannya menurun, misal : TLKM tahun 2016 sebesar 45.000 dan di tahun 2017 menjadi 43.000, EXCL tahun 2016 sebesar 35.000 dan di tahun 2017 menjadi 34.000, ISAT tahun 2016 sebesar 25.200 dan di tahun 2017 menjadi 20.300.




PANDANGAN MASA DEPAN

walaupun jumlah pelanggan di tahun 2017 meningkat menjadi 11,5 juta dibandingkan tahun 2016 sebesar 5,4 juta pelanggan, namun di awal 2018 jumlah pelanggan menurun menjadi 8 juta pelanggan, seiring kewajiban registrasi nomer kartu yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun sampai kuartal 1 2018 jumlah pelanggan FREN kembali meningkat menjadi 10,1 juta pelanggan.


Tahun 2018, FREN memiliki beberapa rencana bisnis, antara lain:
  1. Target 20 juta pelanggan
  2. ARPU untuk pelanggan data naik dari 47.000 menjadi 70.000 dan ARPU blended 33.000
  3. Target menara BTS menjadi 20.000 atau meningkat 6.674 dibanding tahun 2017 sebesar 13.326

Apakah target itu masih logis? Mari kita cek. 

Tahun 2017, FREN memiliki 13.326 BTS dengan jumlah pelanggan mencapai 11.5 juta artinya rata rata setiap BTS melayani sebanyak 863 pelanggan. Tahun 2018 FREN akan membangun BTS sehingga mencapai lebih dari 20.000 BTS. Berarti, kalau kita asumsikan rata rata per BTS melayani 863 pelanggan, maka akan ada 17.260.000 pelanggan di tahun 2018.

Kemudian dari bundling dengan smartphone, ada peningkatan dari 1000 per hari menjadi 5.000 per hari. Jika disetahunkan maka menjadi 5.000 x 365 = 1.825.000 pelanggan. 

Jika ditotal maka menjadi 19.085.000 pelanggan di tahun 2018. Dan ini belum termasuk bundling andromax atau pun pertumbuhan pemakaian kartu perdana ya. Jadi angka 20 juta pelanggan di akhir 2018 masih bisa diterima logika.


Bagaimana dengan ARPU yang ditarget menjadi 70.000?



Dengan dikeluarkannya paket internet unlimited 60.000 dan paket unlimited 50.000 ini akan meningkatkan minat pelanggan dan secara otomatis juga meningkatkan nilai ARPU. 

Jika kita asumsikan ARPU rata rata baik itu pelanggan data maupun blended di kisaran 60.000 (seharga paket unlimited 60.000) maka perkiraan pendapatan di akhir 2018 adalah 20.000.000 pelanggan x 60.000 x 12 bulan = 14.4T di akhir 2018. 




Pandangan jauh kedepan

Tahun 2017 ada sekitar 370 juta pelanggan jaringan seluler. FREN memiliki 11.5 juta pelanggan atau sekitar 3.1%

Yang menarik dari FREN, walaupun hanya menguasai 3.1% dari seluruh pelanggan, tetapi FREN menguasai 15% pelanggan 4G LTE atau sekitar 9.1 juta pelanggan di tahun 2017. Dan diperkirakan akan terus meningkat karena FREN memiliki  jaringan 4G LTE terluas serta kecepatan download yang baik dibanding yang lainnya.

Dari 370 juta pelanggan di tahun 2017, 29% adalah pengguna jaringan 2G, 53% pengguna jaringan 3G dan 17% adalah pengguna jaringan 4G (sekitar 63 juta pelanggan). Nah, dengan selesainya proyek ring Palapa di tahun 2018 dan beroperasi tahun 2019 maka kemungkinan persentase jenis jaringan yang akan digunakan oleh pelanggan akan berubah secara signifikan. 


Mari kita berandai andai

Jika diseluruh indonesia kualitas jaringan sudah prima yaitu di tahun 2019, seiring beroperasinya Palapa Ring, maka kemungkinan besar 2G sudah ditinggalkan. Anggap saja di tahun 2019 penggunaan 4G sebesar 60% dan 3G sebesar 40%.  Jika kita asumsikan setiap tahun pengguna jaringan tumbuh 6,5 juta maka ditahun 2019 akan ada 382 pengguna jaringan. Dari jumlah tersebut 60% atau 230 juta adalah pengguna jaringan 4G LTE. 

Jika FREN menguasai 15% pelanggan 4G LTE seperti ditahun 2017, maka di tahun 2019 jumlah pelanggan 4G LTE FREN adalah sebesar 34,5 juta pelanggan. Dan jangan lupa nilai ARPU FREN meningkat signifikan di tahun 2017, bahkan di tahun 2018 kalau nilai ARPU sesuai target menjadi 70.000 maka FREN akan menjadi penyedia layanan dengan nilai ARPU tertinggi. Sehingga, di akhir tahun 2019 dapat diperkirakan pendapatan FREN adalah sebesar 34.5 juta pelanggan x 70.000 x 12 = 29T. Jika kita asumsikan NPM 8,5% (NPM TLKM dikisaran 17% dan FREN sedang fokus mengurangi hutang) maka akan diperoleh laba 2,465T dan EPS sebesar 23,7 per lembar. 

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, dan tulisan ini berdasarkan pandangan penulis, jadi lebih dan kurang mohon dimaafkan dan ini bukan ajakan untuk membeli ya, karena keputusan beli ada ditangan masing masing.

No comments: