Logikamologi saham SWAT

PT Sriwahana Adityakarta Tbk.



Langsung pada pokok bahasan, ya.

SWAT memiliki kapasitas pabrik dan harga rata rata produksi sebagai berikut:
  1. Karton box, kapasitas 72.000 ton per tahun. Produksi tahun 2017 sebesar 12.606,58 ton dengan pendapatan sebesar 126,549M. Sehingga harga rata rata karton box adalah sebesar 10.038.300 per ton. 
  2. Papper cone, kapasitas 7.500 ton per tahun. Produksi tahun 2017 sebesar 4.499,14 ton dengan pendapatan sebesar 41,640M. Sehingga harga rata rata papper cone adalah sebesar 9.255.100 per ton. Papper cone biasanya dipakai untuk menggulung benang biasanya berbentuk kerucut.
  3. Papper tube, kapasitas 1.800 ton per tahun. Produksi tahun 2017 sebesar 667.83 ton, dengan pendapatan sebesar 6,172M. Sehingga harga rata rata papper tube adalah sebesar 9.241.800 per ton. Papper tube sendiri biasa dipakai untuk menggulung kain, walau pun ada untuk menggulung benang juga.

SWAT memiliki satu anak usaha yaitu PT Mulia Cipta Tehnologi (99,8%). Saat ini, MCT sedang menyelesaikan pabrik kertas dengan kapasitas 3000-4000 ton per bulan. Pembangunan sendiri diperkirakan selesai Juli 2018 dan mulai beroperasi pada September 2018 dan produksi maksimal pada tahun 2019.


Pandangan 2018

Pada tahun 2017, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), membeli bahan pendukung dari SWAT  senilai 4.074.418 usd. Saat itu total pendapatan SRIL adalah sebesar 759.349.865 usd. 1 Rp = 0.000074 usd sehingga pembelian produk SWAT oleh SRIL senilai 55.057.610.000 atau sebesar 0.54% dari total penjualan SRIL.

Yang merupakan bahan pendukung yang dibeli dari SWAT tentu bisa ditebak, papper cone dan papper tube. Jika kita anggap semua produksi papper cone dan papper tube SWAT dibeli oleh SRIL, berarti pembelian oleh SRIL adalah sebagai berikut:
  1. Papper cone produksi 2017 sebesar 4.499,14 ton, dengan harga rata rata sebesar 9.255.102 per ton maka pendapatan adalah 41,640M.
  2. Papper tube produksi 2017 sebesar 667,83 ton, dengan harga rata rata 9.241.872 per ton maka pendapatannya adalah 6,172M.
  3. Kartom box adalah sisa pembelian sebesar 55.057.610.000 - 41.640.000.000 - 6.172.000.000 = 7.245.000.000. Dengan harga rata rata sebesar 10.038.300 maka volume karton box yang dibeli SRIL adalah 721,7 ton.


Pada Q1 2018, SRIL membeli bahan pendukung dari SWAT senilai 1.053.806 usd atau 14.437.142.200 (1Rp = 0.000073 usd). Saat itu pendapatan SRIL senilai 267.837.342 usd. Atau 0.4% dari total penjualan SRIL.

Tahun 2018, SRIL memiliki target pendapatan sebesar 1,03M usd. Jika dengan pendapatan sebesar itu SRIL membutuhkan bahan pembantu senilai 0,5% maka pembelian SRIL ke SWAT adalah sebesar 5.150.000 usd. Dengan asumsi 1usd = Rp 14.000 maka pendapatan SWAT dari SRIL sebesar 71,1M.  Jika kita anggap pembelian karton box oleh SRIL sama dengan tahun 2017 sebesar 7,245M maka pembelian papper cone dan papper tube adalah sebesar 72.100.000.000 - 7.245.000.000 = 64.855.000.000.

Perbandingan bahan pembantu di tahun 2017 adalah 87% papper cone dan 13% papper tube. Sehingga pendapatan tahun 2018 dari papper cone adalah sebesar 56,42M dengan volume 6.134 ton (82% dari kapasitas mesin) dan papper tube sebesar 8,43M dengan volume sebesar 916 ton (51% dari kapasitas mesin).


Bagaimana dengan karton box?

SWAT sendiri kesulitan meningkatkan produksi karena bahan baku. Produksi karton box pada tahun 2017 adalah sebesar 12.606,58 ton dengan pendapatan sebesar 126,549M.

Jika papper mill berproduksi pada september 2018 dengan jumlah produksi 80% dari kapasitas sebesar 3.000 ton per bulan. Maka di akhir 2018 akan ada tambahan bahan baku sebesar 80% x 3.000 ton x 4 bulan = 9.600 ton. 1 ton bahan baku akan menghasilkan kertas kurang lebih 1,2 ton sehingga akan menghasilkan kertas sebesar 1,2 x 9.600 =  11.520 ton. Sehingga bisa kita asumsikan produksi akan meningkat menjadi 12.606,58 + 11.520 = 24.126,58 ton (33,5% dari kapasitas mesin). Dengan harga rata rata sebesar 10.038.300 per ton maka akan ada pendapatan sebesar 242,2M.

Kemudian, akan ada pendapatan dari anak usaha. Jika produksi per akhir tahun adalah sebesar 9.600 ton dan harga rata rata bahan baku kertas sebesar 12.000.000 per ton, maka pendapatan dari anak usaha adalah sebesar 115,2M. 

Jadi kemungkinan pendapatan SWAT di akhir 2018 adalah dari karton box sebesar 242,2M, dari papper cone sebesar 56,42M, dari papper tube sebesar 8,43M dan anak usaha sebesar 115,2M sehingga total 442.25M. Dengan NPM sebesar 0,5% seperti tahun 2017 maka laba di akhir tahun adalah sebesar 2,2M dan EPS sebesar 0.8 per lembar. 


Pandangan tahun 2019

Pendapatan SWAT sangat tergantung dengan SRIL. Karena bahan pendukung SRIL berupa papper cone dan papper tube berasal dari SWAT. SRIL sendiri menargetkan pendapatan dapat selalu tumbuh sebesar 35% per tahun. Jika pendapatan tahun 2018 mencapai 1,03M usd maka target pendapatan 2019 adalah sebesar 1,39M usd. Jika kebutuhan bahan penunjang sebesar 0,5% maka pendapatan SWAT dari SRIL sebesar 6,95 jt usd atau sekitar 97,3M (asumsi usd adalah 14.000). 

Pendapatan karton box 7,245M maka pendapatan dari papper cone dan papper tube sebesar 90,055M sehingga pendapatan papper cone 87% sebesar 78,35M dan papper tube 13% sebesar 11,71M. 

Produksi karton box dengan bahan baku anak usaha sebesar 80% x 3000 ton x 12 bulan x faktor 1,2 = 34.560 ton sehingga total menjadi 34.560 + 12.606,58 = 47.166,58 ton, dengan pendapatan sebesar 47.166,58 x 10.038.300 = 473,5M. 

Dari anak usaha ada produksi bahan baku sebesar 80% kapasitas x 3000 ton x 12 bulan = 28.800 ton. Dengan harga rata rata 12.000.000 maka pendapatannya sebesar 345,6M. 

Pendapatan dari papper cone sebesar 78,35M, pendapatan dari paper tube sebesar 11,71M, pendapatan karton box 473,5M dan pendapatan anak usaha 345,6M sehingga perkiraan pendapatan total di akhir 2019 adalah 909,16M.


Bagaimana jika produksi dimaksimalkan sampai batas kapasitas mesin?

Kapasitas karton box adalah sebesar 72.000 ton dengan harga rata rata 10.038.300 maka pendapatannya 722.75M. Kapasitas papper cone 7.500 ton dengan harga rata rata 9.255.102 maka pendapatannya 69,413M. Kapasitas papper tube 1.800 dengan harga rata rata 9.241.872 maka pendapatannya 16,7M dan anak usaha kapasitas 36.000 dengan harga rata rata 12.000.000 maka pendapatannya 432M. Jika ditotal maka pendapatannya adalah sebesar 1.240,8M. 

Dapat disimpulkan disini bahwa pada Q4 2018 akan ada peningkatan pendapatan dari anak usaha, seiring beroperasinya papper mill dan pendapatan akan maksimal di tahun 2019. 

Hitungan di atas hanya berdasarkan logika penulis ya, jadi lebih dan kurang mohon dimaafkan. Dan ini bukan ajakan untuk membeli karena keputusan membeli ada di tangan anda.

No comments: