Analisis PT Pelita Samudera Shipping Tbk (Saham PSSI)

PT Pelita Samudera Shipping Tbk.





Indonesia adalah negara kepulauan yang tentu sangat membutuhkan transportasi laut. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar gencarnya menggalakan tol laut. Beberapa waktu lalu, bahkan sempat terjadi kehebohan dengan akan ditetapkannya peraturan pemakaian kapal lokal untuk kegiatan ekspor maupun untuk distribusi domestik. Walaupun akhirnya rencana tersebut ditunda dan dikaji kembali. Hal ini tentu saja bertujuan untuk meningkatkan gairah dikalangan pengusaha perkapalan di indonesia yang sebelumnya sempat pasrah saat harga komoditas jatuh di titik terdalam. 

Dilain sisi, dengan program listrik nasional yang awalnya sempat bergaung sebesar 35.000 MW sampai akhir 2019 dan target rasio elektrifikasi sebesar 100% di tahun 2024, juga sangat berdampak terhadap bisnis perkapalan terutama angkutan batubara untuk PLTU di seluruh indonesia. Dan ini sangat menguntungkan bagi perusahaan angkutan batubara domestik seperti PSSI.

PSSI  didirikan pada tahun 2007 yang memiliki ruang lingkup pekerjaan dalam bidang angkutan laut domestik. PSSI sendiri saat ini mengoperasikan beberapa Tug boat and barge, Floating loading facility, Floating crane dan Floating Bulk Unloader.


DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Presiden Komisaris : Hamid Awaluddin
Komisaris : Berty Ekel
Komisaris : Chavalit Tsao
Komisaris Independen : Adi Harsono

Presiden Direktur : Iriawan Ibarat
Direktur : Harry Tjhen
Direktur : Setya Rahadi
Direktur : Yolanda Watulo
Direktur Independen : Helena Adnan




PEMEGANG SAHAM

  1. Kendilo Pte Ltd sebesar 1.470.000.000 (29,22%)
  2. PT Indoprima Marine sebesar 2.374.000.000 (47,2%)
  3. Berty Ekel sebesar 180.000.000 (3,58%)
  4. Publik < 5% sebesar 1.006.000.000 (20%)


SEJARAH PENCATATAN SAHAM

  1. Saham perdana @135 sejumlah 1.006.000.000 tanggal 5 Desember 2017
  2. Saham pendiri sejumlah 4.024.000.000 tanggal 5 Desember 2017



ASET ASET PENTING

  1. Tug and barge sebanyak 37 unit terdiri dari 29 unit 300 ft atau kapasitas 8000 MT dan 8 unit 330 ft kapasias 9.500 MT
  2. Floating Loading Facility (FLF) dan Floating Carne (FC), yaitu: Ratu Kumala (FLF) kapasitas 25.000 MT/hari, Ratu Barito (FLF) kapasitas 25.000 MT/hari, Ratu Dewata (FLF) kapasitas 25.000 MT/hari, Ratu Mahakam (FLF) kapasitas 25.000 MT/hari, Strait Phoenix (FC) kapasitas 20.000 MT/hari.
  3. Floating Bulk Unloader (FBU) yang dilengkapi dengan 3 set crane and grab serta 2 conveyor belt dengan kecepatan 25.000 MT/hari





PANDANGAN 2017

Pada tahun 2017, PSSI memperoleh pendapatan sebesar 49 jt USD, dengan laba sebesar 3,92 jt USD dan EPS sebesar 0,0029 USD per lembar sehingga NPM adalah sebesar 8%.

Pendapatan berdasarkan segmen usaha di tahun 2017 adalah sebagai berikut:
  1. Pendapatan dari pengangkutan dengan Tug and barge sebesar 22,7 jt USD dengan volume angkut sebesar 9,84 jt ton. Sehingga harga rata rata pengangkutan adalah sebesar 2,3 usd per ton.
  2. Pendapatan dari Muatan apung adalah sebesar 25,3 jt USD dengan Volume pemindahan muatan sebesar 20,37 jt ton. Sehingga harga rata rata pemindahan muatan adalah sebesar 1,24 USD per MT

Pada tahun 2017, jumlah tug and barge adalah 29 unit kapasitas 8.000 MT dan 5 unit kapasitas 9.500 MT sehingga total kapasitas kapal pengangkutan batubara adalah sebesar 275.500 MT. Dengan jumlah pengangkutan batubara 2017 sebesar 9,84 juta ton, artinya setiap kapasitas 1 ton tug and barge, mengangkut batubara sebanyak 35,7 MT batubara per tahun, dengan harga rata rata pengangkutan sebesar 2,3 USD per ton. catet ya!

Apakah 35,7MT itu ideal? mari kita cek.

Kita ambil contoh.

Jarak jalur laut jambi ke jakarta adalah 540 mil. Kecepatan rata rata tug and barge adalah 12,8 knots atau 12,8 mil/jam. Sehingga dari jambi ke jakarta dibutuhkan 42 jam (1,75 hari atau setara 2 hari) perjalanan. waktu berangkat dan balik membutuhkan waktu 4 hari. waktu bongkar adalah 2 hari, waktu ngisi adalah 1 hari sehingga total waktu yang dibutuhkan adalah 7 hari (seminggu). 1 tahun ada 48 minggu. Sehingga maksimal setiap 1 MT kapasitas tug and barge mengangkut 48 MT batubara per tahun. Itu paling maksimal ya dan tentunya banyak faktor dilapangan misalnya waktu bongkar muat, cuaca, dan lain sebagainya. 

Sedangkan PSSI, setiap 1 ton kapasitas tug and barge mampu mengangkut 35,7MT batubara per tahun atau sekitar 74,4% dari 48MT tadi. Dan ini menandakan kapal kapal PSSI bekerja sangat efisien.

Harga rata rata angkutan batubara adalah 0,003 USD per MT per Mil. Dengan jarak Jakarta Jambi sejauh 540 Mil maka harga rata rata angkutan batubara per MT adalah sebesar 0,003 x 540 = 1,62 USD per ton dan ini jauh dibawah harga rata rata PSSI sebesar 2,3 USD per MT. 

Kesimpulannya PSSI adalah perusahaan yang efisien dalam pengangkutan batubara dan memiliki harga angkut yang bagus.

Pada tahun 2017, Fasilitas muatan apung melakukan pemindahan batubara sebesar 20,37 juta MT dengan harga rata rata 1,24 USD per MT. Kapasitas total fasilitas apung adalah 120.000 MT per hari atau 43,8 juta MT per tahun. Sehingga baru terpakai sebesar 46,5%. Untuk fasilitas muatan apung, mungkin tidak bisa dipakai sebesar 100% mengingat ada berbagai faktor di laut.





PANDANGAN MASA DEPAN

Tahun 2018 dan seterusnya mungkin merupakan tahun terbaik untuk PSSI. Ada beberapa hal yang mendasarinya antara lain:
  1. Pada 5 Desember 2017, PSSI membeli 3 unit tug and barge 330 ft atau kapasitas 9.500 MT per unit. Sehingga total 3 unit menjadi 28.500 MT
  2. Pada tanggal 11 Oktober 2017, PSSI menandatangani perjanjian pembelian kapal Maritime Champion dengan Creativity Navigation Co. Pte. Ltd dengan kapasitas Mother vessel sebesar 30.000 MT dan diperkirakan datang pada Februari 2018.
  3. Makin banyaknya kontrak baru yang didapat oleh PSSI di tahun 2018 misal pada 3 Januari 2018, memperoleh kontrak pengangkutan batubara dari PT Jembayan Muara Bara untuk mengangkut batubara sebesar 2 juta MT dengan nilai 18 juta USD selama 3 tahun. Kemudian pada 1 Februari 2018, PSSI kembali mendapat kontrak dari PT jembayan Muara Bara untuk mengangkut batubara sebesar 5 juta MT dengan nilai 39 juta USD selama 5 tahun. Dan ini diluar kontrak lama yang masih berjalan. bahkan ditahun 2018 PSSI menargetkan 16 kontrak baru baik itu pengangkutan batubara maupun jasa loading.
  4. PSSI juga berniat untuk merambah ke bisnis angkutan minyak sawit dalam waktu dekat dan ini tentunya akan mampu menambah nilai perusahaan.


Berapa perkiraan pendapatan dan laba di tahun 2018?

Jika mengacu pada kontrak itu terasa akan sulit, karena kita belum bisa memastikan berapa kontrak yang akan didapat. Jadi kita berhitung dengan kapal yang sudah ada.

Total tug and barge yang dimiliki adalah 37 unit yaitu 29 unit kapasitas 8.000 MT dan 8 unit kapasitas 9.500 MT sehingga jika ditotal akan menjadi 308.000 MT. Jika Mother vessel datang maka akan ada tambahan 30.000 MT lagi sehingga di total menjadi 338.000 MT. 

Setiap 1 MT kapasitas tug and barge, mengangkut batubara sebesar 35,7 MT per tahun. Sehingga volume angkutan batubara di akhir 2018 diperkirakan sebesar 35,7 MT x 338.000 = 12.066.600 MT. Dengan harga rata rata pengangkutan batubara sebesar 2,3 USD per MT maka pendapatan dari pengangkutan batubara adalah sebesar 27,75 juta USD.

Dari fasilitas angkutan apung, memiliki kapasitas 43,8 juta MT per tahun. Jika kita asumsikan tahun 2018 bisa memindahkan batubara sebesar 70% dari kapasitas atau sebesar 30,6 juta ton dengan harga rata rata pemindahan batubara sebesar 1,24 USD per MT maka pendapatan 2018 adalah sebesar 37,94 juta USD.

Jika ditotal maka pendapatan di akhir 2018 adalah sebesar 65,69 juta USD. Dengan NPM sebesar 8% maka labanya adalah sebesar 5,26 juta USD dan EPS sebesar 0,0039 USD per lembar. Dengan asumsi USD = 13.600 maka EPS sekitar 53 per lembar.

Pendapatan ini berdasarkan asumsi penulis ya. Mungkin secara kenyataan bisa lebih besar atau lebih kecil. Namanya juga prediksi. 

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan. Dan ini bukan ajakan untuk membeli, karena semua keputusan ada ditangan anda.


No comments: