Analisis PT Dharma Satya Nusantara Tbk (Saham DSNG)

PT Dharma Satya Nusantara Tbk 




Indonesia adalah negara penghasil CPO terbesar didunia dengan luas lahan sawit mencapai 11,7 juta hektare. Dalama beberapa tahun kebelakang, sawit memang mendapatkan tekanan berat dari Uni Eropa. Indonesia sendiri mengekspor CPO ke UE hampir 4,3 juta ton atau 20% dari total ekspor CPO indonesia. Namun, sinar terang nampaknya sudah terlihat antara lain, menurunnya ketegangan dengan UE terkait sawit, pendekatan dengan india yang merupakan konsumen minyak sawit terbesar di dunia (10,3 jt ton per tahun) untuk menurunkan bea masuk  produk sawit dan yang tidak kalah menarik adalah imbal dagang pembelian sukhoi SU 35 dengan Rusia yang salah satu produknya adalah CPO. Bukan tidak mungkin kedepannya untuk pembelian produk produk militer lain juga dilakukan imbal dagang seperti sekarang.

Indonesia sendiri juga merupakan pemakai produk minyak sawit terbesar kedua di dunia (setelah India) yang mencapai hampir 9,3 juta ton per tahun. Kedepan dengan diuji cobanya pemakaian biodiesel untuk kereta api, peralatan tambang dan pada peralatan perang, maka kemungkinan besar permintaan produk minyak sawit akan meningkat dikemudian hari.


SEJARAH

PT Dharma Satya Nusantara (DSNG) didirikan tahun 1980, yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kehutanan, pertanian dan perkebunan, pengangkutan, pembangunan, jasa dan perdagangan. 

Pada awal berdiri, DSNG merupakan perusahaan pengolahan kayu yang memproduksi Sawn Timber. Sawit sendiri dimulai tahun 1997 dengan mendirikan anak usaha yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan tahun 2000 mulai membangun pabrik kelapa sawit pertama. Tahun 2001 DSNG mengakuisisi PT Swakarsa Sinarsentosa yang merupakan perusahaan sawit yang berlokasi dikalimantan timur. Tahun 2004, kembali mengakuisisi PT Pilar Wanapersada yang memiliki lahan seluas 15.153 Ha di kalimantan tengah dan mulai melakukan penanaman pada area ini tahun 2007. Tahun 2008, DSNG mengakuisisi PT Nityasa Idola yang berlokasi di Kalimantan barat dan tahun 2008 mendirikan anak usaha yaitu PT kencana alam permai yang berlokasi di kalimantan barat. Tahun 2010 mengakuisisi PT prima Sawit Andalan yang memiliki lahan seluas 11.600 ha di Kalimantan Barat. Tahun 2012, DSNG mendirikan PT Gemilang Utama Nusantara dan mengakuisisi PT Rimba Utara dan Twin Palm Pte Ltd. Tahun 2015 DSNG kembali mengakuisisi PT Agro Pratama yang merupakan induk PT Agro Andalan yang memiliki kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat.

Dari Sini bisa dilihat bahwa DSNG memiliki pertumbuhan kebun yang baik dengan akuisisi maupun mendirikan anak usaha baru. Disamping itu perusahaan juga terus melakukan pembangunan pabrik CPO dan saat ini memiliki 7 pabrik CPO dan 1 pabrik PKO. 




SEJARAH PENCATATAN SAHAM

  1. Saham perdana @ 1.850 sebesar 275.000.000 tanggal 14 Juni 2013
  2. Saham pendiri sebesar 1.844.700.000 tanggal 14 Juni 2013
  3. Pemecahan saham sebesar 8.478.800.000 tanggal 19 Oktober 2015
  4. ESOP sebesar 1.342.400 tahun 2016



KOMISARIS DAN DIREKTUR

Komisaris Utama : Adi Resanata Somadi Halim
Komisaris: Aron Yongky
Komisaris: Adi Susanto
Komisaris: Djojo Boentoro
Komisaris: Arini Saraswaty Subianto
Komisaris: Arif Patrick Rachmat
Komisaris: Toddy Mizaabianto Sugoto
Komisaris Independen: Stephen Zacharia Satyahadi
Komisaris Independen: Edy Sugito
Komisaris Independen: Danny Walla

Direktur Utama: Andrianto Oetomo
Direktur: Ricky Budiarto
Direktur: Efendi Sulisetyo
Direktur: Ir. Timotheus Arifin C.
Direktur: Agung Pramudji
Direktur: Ir. Mochamad Koeswono
Direktur Independen: Lucy Sycilia
Direktur Independen: Lany Djuwita



PEMEGANG SAHAM

  1. PT Triputra Investindo Arya sebesar 2.921.636.700 (27,56%)
  2. PT Krishna Kapital Investama sebesar 1.550.365.000 (14,63%)
  3. PT Mitra Aneka Guna sebesar 664.000.000 (6,26%)
  4. Andrianto Oetomo sebesar 575.367.500 (5,43%)
  5. Arianto Oetomo sebesar 575.967.500 (5,43%)
  6. PT Tri Nur Cakrawala Jakarta sebesar 788.898.508 (7,44%)
  7. Publik <5% sebesar 3.523.607.192 (33,24%)


ANAK USAHA

SAWIT
  1. PT Agro Andalan (99,97%)
  2. PT Agro Pratama (99,97%)
  3. PT Cahaya Inti Sawit Nusantara (99,83%)
  4. PT Cahaya Utama Nusantara (99,83%)
  5. PT Dewata Sawit Nusantara (99,94%)
  6. PT Dharma Agrotama Nusantara (100%)
  7. PT Dharma Bhuana lestari (99,76%)
  8. PT Dharma Intisawit Lestari (99,99%)
  9. PT Dharma Intisawit Nugraha (100%)
  10. PT Dharma Nugraha Sejahtera (90%)
  11. PT Dharma Persada Sejahtera (99,93%)
  12. PT Dharma Sawit Nusantara (90%)
  13. PT Dharma Utama Lestari (90%)
  14. PT Dharma Sukses Nusantara (99,99%)
  15. PT Dharma Sumber Nusantara (99,99%)
  16. PT Gemilang Utama Nusantara (99,99%)
  17. PT kencana Alam permai (99,88%)
  18. PT Karya Prima Agro Sejahtera (99,99%)
  19. PT Mandiri Cahaya Abadi (97,33%)
  20. PT Mandiri Agrotama Lestari (99,98%)
  21. PT Rimba Utara (99,9%)
  22. PT Mitra Nusa Sarana (99,55%)
  23. PT Nusa Buana Lestari (99,98%)
  24. PT Nusa mandiri Makmur (95,83%)
  25. PT Putra Utama Lestari (99,99%)
  26. PT Permata Sawit Nusantara (99,83%)
  27. PT Pilar Wanapersada (99,86%)
  28. PT Prima Sawit Andalan (99,98%)
  29. PT Sawit Utama Lestari (99,83%)
  30. PT Swakarsa Sinar sentosa (100%)
  31. Twin Palm Pte Ltd (100%)

KAYU
  1. PT Dharma Sejahtera Nusantara (99,99%)
  2. PT Nityasa Idola (92,5%)
  3. PT Tanjung Kreasi Parquet Industry (65%)




PRODUK

Produk Sawit
  1. CPO
  2. Palm kenel
  3. Palm kenel oil

Produk kayu
  1. Panel
  2. Engineered door
  3. Engineered floor

PABRIK

Pabrik pengolahan kayu
  1. Surabaya
  2. Temanggung, Jawa tengah
  3. Lumajang, Jawa timur
  4. Surabaya kerjasama dengan Daiken Corporation Japan

Pabrik CPO dan PKO
  1. Pabrik 1 kapasitas 2x45 ton TBS per jam
  2. Pabrik 2 kapasitas 60 ton TBS per jam
  3. Pabrik 3 kapasitas 60 ton TBS per jam
  4. Pabrik 4 kapasitas 60 ton TBS per jam
  5. Pabrik 5 kapasitas 60 ton TBS per jam
  6. Pabrik 6 kapasitas 60 ton TBS per jam
  7. Pabrik 7 kapasitas 60 ton TBS per jam

Total adalah sebesar 450 ton TBS per jam. Rata rata pabrik CPO beroperasi 550-600 jam per bulan. Jika kita asumsikan 550 jam per bulan maka kapasitas total pabrik adalah sebesar 2.970.000 ton TBS per tahun.

Disamping pabrik CPO, SDNG juga memiliki pabrik PKO (Palm Kernel Oil) dengan kapasitas 200 ton per hari atau sebesar 73.000 ton per tahun.



PANDANGAN 2017




Pendapatan 2017 sebesar 5.159 M terdiri dari:
  1. Produk sawit 4.290M
  2. Produk kayu 869M

Produksi dan pendapatan produk kayu, terdiri dari:
  1. Engineered Flooring 1.249.734 m2 dengan harga rata rata 0,39 jt/m2
  2. Panel 70.679 m2 dengan harga rata rata 5,27 jt/m2
  3. Engineered door 65.877 pcs dengan harga rata rata 0,99 jt/pcs

Produksi produk sawit, terdiri dari:
  1. Produksi TBS sebesar 1.547.686 ton (Inti 1.381.803 ton dan plasma 165.884 ton)
  2. TBS di proses sebesar 1.753.986 ton
  3. Produksi CPO sebesar 403.638 ton
  4. Produksi Palm Kenel sebesar 62.092 ton
  5. Produksi Palm Kenel Oil sebesar 24.284 ton

Lahan tanaman, terdiri dari:
  1. Lahan tertanam 90.288 ha
  2. Lahan menghasilkan 72.345 ha
  3. Lahan belum menghasilkan 17.943 ha




Apakah kebun sawit dan pabrik DSNG menarik?

Secara teoritis, 1 ha lahan menghasilkan 15-20 ton tandan buah segar per tahun. Dan, secara teori tanaman kelapa sawit menghasilkan tandan buah segar yang mengandung 35% minyak dan 7% inti sawit. Inti sawit sendiri dapat menghasilkan 30-50% minyak inti sawit (Palm kenel oil).

Ok, mari kita cek.

SDNG memiliki lahan yang menghasilkan seluas 72.345 ha dimana pada tahun 2017 menghasilkan tandan buah segar 1.547.686 ton. Sehingga rata rata per hektar menghasilkan TBS sebesar 21,4 ton per ha per tahun. Berarti ini masih bagus ya karena di atas 20 ton per tahun.

TBS yang diproses tahun 2017 adalah sebesar 1.753.986 ton dan menghasilkan CPO sebesar 403.638 ton. Sehingga rata rata setiap 1 ton TBS menghasilkan CPO sebesar 0,23 ton CPO. Sehingga nilai OER (oil extraction rate) sebesar 23%. Masih dibawah 35% sehingga perlu lebih ditingkatkan untuk pengolahan CPO nya. Namun angka ini masih termasuk aman karena masih di atas 20%. hanya kurang maksimal.

Dari TBS yang diproses sebesar 1.753.986 ton menghasilkan Palm kenel sebesar 62.092 ton atau sebesar 3,5%. Padahal sawit mengandung Palm kenel sebesar 7%. Hal ini kemungkinan besar karena kapasitas pabrik Palm kenel oil yang hanya sebesar 73.000 ton per tahun, dimana dengan produksi sebesar 62.092 ton berarti kapasitas terpakai adalah sebesar 85%. Dan ini sudah maksimal sehingga perlu adanya pabrik Palm kenel oil baru sehingga seluruh inti sawit bisa dimanfaatkan.

Dari 62.092 ton palm kenel menghasilkan 24.284 ton palm kenel oil atau sebesar 39,1%. Ini masih sangat bagus karena secara teori, sawit menghasilkan minyak inti sawit sebesar 30-50% dari inti sawit.

Yang fokus kita bahas adalah sawit, karena pendapatan produk kayu dan tanaman hutan cenderung stagnan bahkan menurun.

Pada tahun 2017, pendapatan dari produk sawit adalah sebesar 4.290M. Produk sawit DSNG sendiri terdiri dari CPO, PK dan PKO. Dimana harga rata rata CPO adalah sebesar 8,1jt per ton dengan produksi sebesar 403.600 ton, harga rata rata PKO adalah 16,86 jt per ton dengan produksi 24.284 ton, sehingga dengan produksi PK sebesar 65.092 ton maka harga rata rata PK didapat sebesar 9,14 jt per ton. 

Pada tahun 2017, TBS yang diproses adalah sebesar 1.753.986 ton tapi, TBS yang dihasilkan dari tanaman sendiri adalah sebesar 1.547.686 ton sehingga kemungkinan ada pembelian TBS dari luar sebesar 206.300 ton.




PANDANGAN MASA DEPAN

Pada tahun 2018, DSNG berencana membangun pabrik CPO pertama di kalimantan barat dengan kapasitas 30 ton TBS per jam atau 200.000 ton TBS per tahun, sehingga total kapasitas menjadi 3.170.000 ton TBS per tahun.

Dengan dibangunnya pabrik di kalimantan barat, menandakan bahwa pada tahun 2018, semua lahan yang ada akan dapat menghasilkan TBS. 



Berapa perkiraan pendapatan di akhir 2018?

Jika pada tahun 2018, semua lahan yaitu seluas 90.288 ha bisa menghasilkan maka jumlah tandan buah segar yang akan dihasilkan adalah sebesar 90.288 ha x 21,4 ton per ha = 1.932.163 ton. Jika kita asumsikan jumlah pembelian tandan buah segar dari luar adalah sama dengan tahun 2017 sebesar 206.300 ton maka tandan buah segar yang akan diproses adalah sebesar 2.138.463 ton ( 67,5% dari kapasitas).

Dari jumlah tersebut akan dihasilkan CPO sebesar 0,23 x 2.138.462 = 491.846 ton. Dengan asumsi harga 2018 sama dengan harga rata rata DSNG tahun 2017 maka pendapatannya adalah sebesar 4.004M.

Dari jumlah TBS sebesar itu juga akan menghasilkan Palm Kenel sebesar 62.092 ton atau sama dengan 2017 dikarenakan kapasitas terpakai Palm Kenel sudah maksimal sebesar 85% atau sebesar 62.092 ton dengan pendapatan sebesar 595M

Begitu juga dengan Palm Kenel Oil akan sama dengan 2017 sebesar 24.284 ton dengan pendapatan sebesar 410M. 

Jika dari produk kayu kita asumsikan sama dengan 2017 dengan pendapatan sebesar 869M maka total seluruh pendapatan di tahun 2018 adalah sebesar 5.878M. Dengan asumsi NPM adalah sebesar 11,3% maka laba yang akan diperoleh adalah sebesar 664,2M dengan EPS sebesar 63 per lembar. 

Yang menarik disamping pembangunan pabrik CPO 30 ton TBS per tahun di tahun 2018 tentu saja jika DSNG juga memperbesar kapasitas atau membangun pabrik Palm Kenel oil baru. Karena akan mendongkrak pendapatan perseroan dikemudian hari.


Berapa pendapatan ideal jika seluruh produksi dimaksimalkan sesuai kapasitas?
  1. Pabrik CPO memiliki kapasitas 3.170.000 ton TBS per tahun. Dan ini akan menghasilkan CPO sebesar 729.100 ton dengan pendapatan sebesar 5.935M
  2. Dengan asumsi TBS mengandung 7% inti sawit maka akan dihasilkan Palm Kenel sebesar 221.900 ton dengan pendapatan sebesar 2.028M
  3. Dari jumlah Palm Kenel sebesar itu akan dihasilkan Palm Kenel Oil sebesar 39,1% x 221.900 ton = 86.762 ton dengan pendapatan sebesar 1.462M
  4. Dari produk kayu diasumsikan sama yaitu sebesar 869M

Jika ditotal maka jumlah pendapatannya adalah sebesar 10.294M dengan laba 1.163M dengan EPS 109 per lembar. Namun yang harus ditingkatkan adalah yaitu pembangunan pabrik Palm Kenel Oil baru dan pembelian TBS dari luar untuk meningkatkan produksi CPO karena lahan yang ada masih dibawah kapasitas pabrik CPO. Namun segalanya juga bergantung dari harga CPO dipasaran.

Dari data diatas, dapat penulis simpulkan bahwa yang akan mendongkrak pendapatan DSNG dikemudian hari adalah sebagai berikut:
  1. Jika seluruh tanaman bisa menghasilkan tandan buah segar
  2. Jika DSNG bisa meningkatkan pembelian Tandan buah segar dari luar sehingga dapat memaksimalkan produksi sesuai kapasitas
  3. Adanya pabrik Palm kenel oil baru sehingga semua inti sawit dapat dimanfaatkan
  4. Lebih ditingkatkannya nilai Oil Extraction rate dari yang sekarang sebesar 23%
  5. membaiknya harga CPO dipasaran.

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan. Dan ini berdasarkan pendapat dan hitungan penulis ya serta bukan ajakan untuk membeli. Semua keputusan ada ditangan anda.





No comments: