Logikamologi PT Dwi Guna Laksana (Saham DWGL)

Pendapatan dan laba ideal DWGL





PT Dwi Guna Laksana (DWGL) , berlokasi di kalimantan selatan yang bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. DWGL memiliki konsesi tambang di Kecamatan Batu Ampar, Tanah laut, Kalimantan selatan.

DWGL memiliki 3 anak usaha yaitu :

  1. PT Truba Dewata Guna Persada (99,91%), berlokasi di kalimantan Selatan, bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batubara. PT Truba Dewata Guna persada, memiliki pelabuhan di kecamatan Kintap, Tanah laut, kalimantan selatan dengan fasilitas loading unloading, stock pile dan crusing.
  2. PT Usaha Kawan Bersama (99,22%), berlokasi dikalimantan selatan, bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batubara. PT Usaha Kawan Bersama memiliki konsesi tambang di kecamatan Karang Intan, Banjar, Kalimantan selatan IUP operasi produksi di lahan seluas 196,7 hektar.
  3. PT Sinergi Laksana Bara mas (99,99%), berlokasi di jakarta, bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batubara dan saat ini masih dalam tahap pengembangan.



Berapa pendapatan dan laba ideal DWGL?

A. Pelabuhan

Dari sektor pelabuhan, DWGL memiliki beberapa perjanjian sewa menyewa pelabuhan antara lain:
  1. Tanggal 3 Oktober 2017, Melakukan perjanjian sewa pelabuhan kepada PT Arga Global Coalindo (Pelabuhan di Asam-asam) dengan harga 55.000/MT dengan volume 5.000MT per bulan atau 60.000MT per tahun. Dari sini dapat di cek jumlah pendapatan adalah sebesar 3,3M per tahun.
  2. Tanggal 6 September 2017, Melakukan perjanjian sewa pelabuhan kepada PT Sinergi Buana Perkasa (Pelabuhan di Asam-asam) dengan harga 55.000/MT dengan volume 7.500 MT per bulan atau 90.000MT per tahun. Dari sini dapat di cek jumlah pendapatan adalah sebesar 4,95M per tahun.
  3. Tanggal 28 Agustus 2017, Melakukan perjanjian sewa pelabuhan kepada CV. Mandiri Sejahtera dengan harga 68.000/MT dengan volume 7.500 MT per bulan atau 90.000MT per tahun. Dari sini dapat di cek jumlah pendapatan adalah sebesar 6,12M per tahun.

Jika ditotal, dari pelabuhan menyumbang pendapatan sebesar  14,37M per tahun dan ini merupakan pendapatan berulang.




B. Batubara

Dari sektor batubara, ada beberapa perjanjian jual beli dengan PLN antara lain:
  1. Tahun 2012, untuk PLTU 1 Jawa Timur (Pacitan) sebesar 9.500.000 MT selama 20 tahun. Artinya setiap tahun ada permintaan dari PLN sebesar 475.000MT
  2. Tahun 2012, untuk PLTU Paiton baru Jawa Timur sebesar 9.500.000 MT selama 20 tahun. Artinya setiap tahun ada permintaan dari PLN sebesar 475.000MT
  3. Tahun 2009, ada permintaan dari PLN masing masing sebesar 65.000MT per tahun untuk PLTU 1 Kalimantan tengah, PLTU sulawesi tenggara, PLTU 2 Sulawesi tenggara, PLTU Gorontalo, PLTU 2 NTB, PLTU 1 NTT, PLTU maluku utara. Jika ditotal menjadi 455.000 MT per tahun
  4. Tahun 2013, Untuk PLTU Jawa timur sebesar 270.000 MT per tahun
  5. Tahun 2016, untuk PLTU Barru Sulawesi Selatan sebesar 215.000MT per tahun.

Jika kita total maka jumlah penjualan ke PLN adalah sebesar 1.890.000MT per tahun. Harga jual rata rata ke PLN tahun 2016 adalah sebesar Rp 525.531 /MT. Jika belum ada negosiasi ulang maka pendapatannya adalah sebesar 993,3M.



Pada tahun 2017, DWGL berencana untuk memproduksi batubara sebesar 3.000.000MT. Kemungkinan besar adalah untuk Indonesian power sebesar 1.000.000MT dengan harga Rp 689.750 per MT dengan pendapatan sebesar 690M per tahun. 

Dari batubara, DWGL idealnya memperoleh pendapatan sebesar 1.683,3M. Nah Jika Peraturan terkait harga batubara dalam negeri dari kementrian ESDM ditetapkan, dimana dalam rencana aturan tersebut harga batubara untuk PLN ditetapkan sebesar biaya produksi ditambah margin sebesar 15%-20% maka kemungkinan laba DWGL adalah sebesar 15%x1.683,3M = 252,5M dan jika ditambah dari pelabuhan sebesar 14,37 maka laba adalah sebesar 266,8M dengan EPS sebesar 31 per lembar.

Jika aturan DMO dari kementrian ditetapkan maka itu merupakan salah satu keuntungan DWGL karena batubara DWGL sendiri berjenis kalori rendah.

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, dan ini hanya berdasarkan logika penulis ya. Lebih dan kurang mohon dimaafkan.

No comments: