Rumor saham RBMS

PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk




Kalau kita melihat dari kacamata konsumen, rumah jenis apa yang paling diidam idamkan? sudah tentu rumah tapak karena rumah jenis ini, disamping memiliki rumah juga sekaligus memiliki tanah tempat rumah berdiri.

Secara ekonomi, rumah selama tidak menghasilkan pendapatan (tidak disewakan), merupakan liabilitas karena rumah selalu butuh perbaikan dan nilainya pun cenderung turun. Sedangkan tanah, merupakan aset berharga karena nilainya terus tumbuh dikemudian hari.

Salah satu pengembang perumahan tapak yang membidik kalangan menengah kebawah adalah PT Ristia Bintang mahkotasejati Tbk (RBMS).

RBMS memiliki beberapa anak usaha, antara lain:
  1. PT Tiara Raya Bali International, yang memiliki hotel bintang lima Le Meridien di Jimbaran Bali, yang beroperasi sejak tahun 2013.
  2. PT Bhaskara Mutu Sentosa, yang berlokasi di Cipondoh Tanggerang.
  3. PT Alam Indah Selaras, yang diakuisisi pada juni 2016 dan memiliki tanah di kecamatan Karawang Timur dan Kecamatan Majalaya dengan luas total 122.804 m2.

RBMS saat ini memiliki beberapa perumahan yang sudah dikembangkan yaitu antara lain:
  1. Perumahan Bintang metropole, dibangun sejak tahun 1994, dengan luas lahan 200.000 m2
  2. Perumahan mahkota simprug, dibangun sejak 1995, dengan luas lahan 450.000 m2
  3. Perumahan saung riung, dibangun sejak 2013, dengan luas lahan 74.382 m2

Jika kita total maka luas keseluruhan perumahan yang sudah dikembangkan adalah 724.382 m2. Jika ditambah landbank dari PT Alam Indah Selaras sebesar 122.804 m2 maka total akan menjadi 847.186 m2.



Berapa tanah yang sudah terjual ?


2016201520142013201220112010200920082007total
pendapatan (milyar)17,94516,9749,25120,54541,72915,72515,78211,85727,60128,099245,504
penjualan (unit)4035270471346586672011651110
luas tanah (m2) TOTAL 847.18649664359193255345112876857868375062093619719108983
rata rata luas tanah per unit (m2)124,15124,5471,57113,7284,23105,49100,97112,03104,16119,5198,18
harga rata rata per unit (milyar)0,44860,48490,18240,43710,31140,24190,18350,17700,13730,17030,2212


Jika kita liat data diatas maka rata rata luas tanah per unit rumah adalah sebesar hampir 100 m2 (98,18 m2) dengan harga rata rata per unit adalah 221 juta.

Dari tahun 2007 sampai 2016 luas tanah yang sudah terjual adalah 108.983 m2. Jika kita anggap dari tahun 1994 adalah sama, maka luas tanah yang sudah terjual dari tahun 1994 - 2016 adalah 217.966 m2. 

Pada Q3 2017, pendapatan RBMS adalah sebesar 41,966M yang jika diasumsikan harga rumah adalah 221 juta per unit, maka jumlah yang terjual adalah 190 unit dengan luas tanah 19.000 m2 (rata rata tanah per unit adalah 100 m2). Jadi total tanah sampai Q3 2017 yang terjual adalah 236.966 m2.

Dari luas tanah total sebesar 847.186 m2, jika kita asumsikan 15% adalah untuk jalan dan taman maka yang tersisa untuk perumahan adalah sebesar 720.108 m2. Jika dikurangi tanah yang sudah terjual, maka akan tersisa 720.108 m2 - 217.966 m2 = 502.142 m2.



Berapa pendapatan jika semua tanah dibangun dan dijual?

Tanah yang tersisa adalah 502.142 m2. Dengan asumsi 1 unit rumah membutuhkan rata rata 100 m2 tanah maka akan menghasilkan unit rumah sebanyak 502 unit. Dengan harga rata rata 1 unit rumah adalah 221 juta maka total pendapatan adalah sebesar 110,9 M. Dengan asumsi NPM 34% maka akan diperoleh laba 37,7 M dan EPS sebesar 125 per lembar.



Bagaimana dengan tahun 2017?

Pada tahun 2017, dengan mulai dipasarkannya perumahan dari PT Alam Indah Selaras, maka akan mendongkrak pendapatan secara signifikan. terbukti pada Q3 RBMS berhasil menorehkan laba. 

Diakhir 2017 perusahaan menargetkan pendapatan sebesar 80M. Jika asumsi per unit adalah 221 juta maka sampai akhir tahun targetnya menjual sebanyak 362 unit. Dengan asumsi NPM 34% maka kemungkinan laba adalah 27,2M dan EPS sebesar 90,6 per lembar. wowwwww......

Dan Ditahun 2018 kemungkinan akan membagikan deviden, karena kebijkana perusahaan sendiri akan membagi deviden sebesar 10%-15% jika laba sampai 15M dan akan membagi deviden 16%-20% jika laba diatas 15M. Jika benar labar 2017 adalah 90,6 per lembar, maka kemungkinan di tahun 2018 akan ada pembagian deviden sebesar 18 per lembar.

Jadi di tahun 2017 dan seterusnya, akuisisi PT Alam Indah Selaras akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan RBMS. Karena pada tahun 2017 dan seterusnya PT Alam Indah Selaras sudah menghasilkan pendapatan.

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan.



No comments: