Pandangan masa depan ALMI (saham ALMI)

PT Alumindo Light Metal Industry Tbk




ALMI (tergabung dalam Maspion Group) adalah perusahaan yang memproduksi aluminium sheet dan aluminium foil di Indonesia.

ALMI juga termasuk perusahaan yang loyal membagi deviden (tentu pada saat laba). Misalnya tahun 2014 membagi deviden sebesar 20 per lembar dimana pada tahun 2013 EPS nya sebesar 84,8 sehingga devidennya sebesar 23,5% dari laba.

Disamping itu baru baru ini ada kabar yang sangat menarik dari ALMI yaitu: Kerjasama dengan PT Asahan Aluminium Indonesia (Inalum) untuk membangun smelter slab.

Dalam kerjasama pembangunan smelter tersebut, Inalum memegang 60% kepemilikan sedangkan ALMI sebesar 40%. Rencananya smelter ini memiliki kapasitas 100.000 ton per tahun. 

Nah, yang menarik bagi saya tentu bukan saja smelternya. Tapi, jika smelter beroperasi, maka ALMI juga bertindak sebagai pembeli siaga dari aluminium slab yang akan dihasilkan oleh smelter. Aluminium slab sendiri merupakan bahan untuk membuat aluminium sheet dan aluminium foil yang merupakan produk utama ALMI. Dengan begitu ALMI bisa memaksimalkan kapasitas produksi yang ada sehingga meningkatkan penjualan. Disamping itu juga mengurangi beban import material aluminium slab.



PANDANGAN MASA DEPAN

Tahun 2016, ALMI memproduksi aluminium sheet sebesar 66.490 MT dan aluminium foil sebesar 12.927 MT dengan pendapatan sebesar 2.416,8M. Kalau kita rata ratakan dengan penjualan aluminium sebesar 79.417 MT maka diperoleh harga jual rata rata adalah sebesar 30,4 juta per MT.

Pada Q3 tahun 2017, ALMI memperoleh pendapatan sebesar 2.548M. Kalau kita anggap harga rata rata adalah sama dengan tahun 2016 yaitu sebesar 30,4 juta per MT maka volume produksinya adalah sebesar 83.815MT. 



Bagaimana sampai akhir tahun 2017?

Tahun 2017. ALMI berencana memproduksi Aluminium sheet dan aluminium foil sebesar 110.000 ton dan ini adalah produksi tertinggi yang pernah dicapai oleh ALMI. Dari rencana produksi sebesar 110.000 ton maka pendapatannya adalah sebesar 110.000 MT x 30,4 juta = 3.344M. 

Karena perusahaan masih merugi, maka NPM akan susah diterapkan sehingga kita mulai hitung manual beban bebannya yaitu sebagai berikut:

  1. Perbandingan beban kotor dengan pendapatan pada Q3 2017 adalah 3,6%. Dengan pendapatan sebesar 3.344M maka akan didapat laba kotor sebesar 120,4M
  2. Beban usaha pada Q3 2017 adalah sebesar 63,8M yang jika disetahunkan menjadi 85,1M. Sehingga sisa laba adalah 120,4M - 85,1M = 35,3M
  3. Beban lain-lain pada Q3 2017 sebesar 22,2M yang jika disetahunkan menjadi 29,5M Sehingga laba perkiraan pada akhir 2017 adalah 35,3M - 29,5M = 5,8M.
  4. EPS sebesar 9,6 per lembar dan NPM sebesar 0,2%



Bagaimana jika produksi dimaksimalkan sebesar kapasitas ?

ALMI memiliki kapasitas produksi total sebesar 162.000MT terdiri dari aluminium sheet sebesar 144.000 MT dan aluminium foil sebesar 18.000 MT. 

Jika smelter sudah operasional, kemungkinan produksinya akan dimaksimalkan sebesar kapasitas. Sehingga pendapatannya adalah 162.000MT x 30,4 juta = 4.924,8M. Dengan asumsi NPM sebesar 1% (karena ada pengurangan beban import) maka labanya adalah 49,2M dengan EPS sebesar 82 per lembar.

Ini belum termasuk pendapatan dari smelter ya. Dan jangan lupa  volume produksi yang sekarang adalah rekor volume produksi ALMI

Mungkin hanya ini yang bisa di utak atik, lebih dan kurang mohon di maafkan. Yang jelas ini bukan ajakan beli dan resiko ada dimasing masing.

No comments: