Analisa kinerja PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Saham PSDN)

Pandangan masa depan PSDN





Berdasarkan materi paparan publik 2017 yang disampaikan oleh PSDN di IDX, ada beberapa hal menarik yang bisa kita lihat dan hitung yaitu: 

A. Proyeksi pendapatan 2018 yang terdiri dari :

  1. Bijih kopi dengan produksi 1.096 ton dengan pendapatan 28,29M berarti harga rata rata jual bijih kopi adalah 25,81 juta per ton
  2. Karet remah dengan produksi 48.000 ton dengan pendapatan 1.101,6M berarti harga rata rata jual karet remah adalah 22,95 juta per ton
  3. Kopi olahan dengan produksi 4.450 ton dengan pendapatan 399,2M berarti harga rata rata jual kopi olahan adalah 89,71 juta per ton

Sehingga pada tahun 2018 PSDN memproyeksikan pendapatan sebesar 1.529,1M. Jika kita asumsikan NPM 4,6% maka labanya adalah sebesar 70,3M dengan EPS sebesar 48,8 per lembar.




B. Pada Q3 2017 total pendapatan PSDN adalah sebesar 1.097,03M. Kalau kita masukan harga rata rata diatas dengan produksi sampai Q3 2017 adalah sebagai berikut :
  1. Bijih kopi dengan produksi 100 ton. Jika harga rata rata 25,81 jt per ton maka pendapatannya adalah 2,58M
  2. Karet remah dengan produksi 32.906 ton. Jika harga rata rata 22,95 jt per ton maka pendapatannya adalah 755,19M
  3. Kopi olahan dengan produksi 3.490 ton. Jika harga rata rata 89,71 jt per ton maka pendapatannya adalah 313,09M

Sehingga total pendapatannya adalah sebesar 1.070,86M (beda tipis dengan pendapatan Q3 2017 sebesar 1.097,03M). Dengan pendapatan sebesar 1.097,03M diperoleh laba sebesar 50,86M dan EPS sebesar 27,03 per lembar. Jumlah saham yang beredar saat ini adalah sebesar 1.440.000.000 lembar. Berarti NPM adalah sebesar 4,6%.




C. Pada akhir 2017, PSDN memiliki target produksi yaitu :
  1. Bijih kopi dengan produksi 1.096 ton. Jika harga rata rata 25,81 jt per ton maka pendapatannya adalah sebesar 35,54M
  2. Karet remah dengan produksi 42.000 ton. Jika harga rata rata 22,95 jt per ton maka pendapatannya adalah sebesar 964M
  3. Kopi olahan dengan produksi 4.200 ton. Jika harga rata rata 89,71 jt per ton maka pendapatannya adalah sebesar 376,78M

Jika kita total, maka pendapatan di akhir 2017 adalah sebesar 1.376,3M. Jika kita asumsikan NPM adalah sebesar 4,6% maka laba yang akan diperoleh adalah sebesar 63,3M. Dengan jumlah saham edar adalah sebesar 1,44M lembar maka EPS di akhir tahun 2017 adalah sebesar 44 per lembar.

Yang menarik perhatian adalah tentu pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 senilai hampir 16T dimana setengahnya akan dibayar dengan komoditas. Kemungkinan besar komoditas yang dimaksud adalah karet remah dan kopi karena rusia sudah menunjukan ketertarikannya akan kedua komoditas itu. Tentu ini akan mempengaruhi harga dari kedua komoditas tersebut dan secara otomatis menciptakan pasar ekspor baru.

Mungkin hanya ini yang bisa ditulis, lebih dan kurang mohon dimaafkan. Dan tentu ini bukan ajakan beli ya. karena ini hanya berdasarkan analisa penulis.



No comments: