RUMOR SAHAM KBRI VS SAHAM BUMI

HAYALAN TENTANG BUMI DAN KBRI DI MASA DEPAN





Seperti kita ketahui bersama, baru baru ini PT Bumi Resources Tbk telah melakukan penjualan saham hasil Buyback sebesar 473,21 juta lembar kepada Wyoming International Limited.


Wyoming sendiri merupakan pemegang 30,4% saham PT Kertas Basuki Rachmat Tbk.



Pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul batubara di perut bumi, disana saya logikamologikan bahwa bumi, yang memiliki batubara kadar rendah (hanya 2.400 kkal/kg) melalui PT Pendopo Energi batubara di Muara Enim dengan cadangan sebesar 1.306 juta ton dengan sumber daya 2.300 juta ton. Dengan kadar 2.400 kkal per kg, Batubara tersebut menjadi tidak efektif untuk ditambang karena memiliki harga jual yang rendah. Sehingga dalam pemanfaatannya, harus lebih kreatif sehingga meningkatkan nilai jual.



Apa yang menarik dari pertalian darah antara KBRI dengan BUMI? dalam logika dan bayangan saya, KBRI dan BUMI akan semakin dekat dikemudian hari. Bahkan mungkin saja tali persahabatan yang baru terjalin, akan menjadi benih benih asmara yang akan membawa mereka ke pelaminan. 



Inilah Logika dan pandangan saya.


Tahun 1995, Indonesia dan Jepang yaitu melalui BPPT dengan NEDO jepang, menjalin kerjasama dalam bidang kajian Teknologi CFB Boiller yang memanfaatkan batubara kalori rendah untuk difungsikan sebagai pemasok konsumsi UAP sekaligus energi listrik pada proses produksi di PT Kertas Basuki Rachmat. KBRI sendiri mendapatkan hibah Demo-plant CFB 30 ton per jam dari hasil kerjasama tersebut. Selain itu, KBRI juga merupakan penyedia lahan dan penyandang dana.


Pada saat Indonesia mengalami krisis keuangan tahun 1998, proyek konstruksi yang sudah berjalan 90% itu, terpaksa berhenti karena KBRI dinyatakan memiliki hutang negara sehingga asetnya diambil oleh BPPN. Sejak saat itu otomatis proyek menjadi terkatung katung penyelesaiannya.



Pada Tanggal 21 juli 2003, BPPT, NEDO dan KBRI menyepakati Opsi untuk mengalih fungsikan CFB Boiller sebagai PLTU Stand alone (pembangkit listrik sekaligus pembangkit UAP). PLTU stand alone sendiri akan menghasilkan listrik dengan kapasitas 7,5MW dengan konsumsi batubara 4,5 ton per jam. Dengan konsumsi 4,5 ton per jam, maka akan dibutuhkan batubara kalori rendah sebesar 4,5 x 24 x 365 hari = 40.000 ton per tahun. Yang menarik adalah tehnologinya yaitu CFB Boiller yang bisa digunakan untuk PLTU stand alone ataupun untuk PLTU Co generation baik itu co generation 1, 2, 3 ataupun 4.



Nah, jika mereka sudah ada hubungan, bukan hal yang mustahil jika KBRI dan BUMI akan mengembangkan tehnologi ini secara bersama. Dimana tehnologinya sudah dimiliki oleh KBRI dan batubaranya dimiliki oleh BUMI khususnya batubara kalori rendah.



Semoga ya mereka segera melangsungkan pernikahan dan segera mengembangkan tehnologi tersebut.

BACA JUGA:

Batu bara di perut BUMI










No comments: