Analisis PT Kabelindo Murni Tbk (Saham KBLM)

Masih lenturnya bisnis kabel KBLM






SEJARAH

KBLM merupakan produsen kabel listrik dan kabel telekomunikasi tertua di Indonesia. KBLM Didirikan pada tahun 1972 dengan nama PT Kabel Indonesia. Pada waktu itu KBLM merupakan perusahaan penanaman modal asing dan tahun 1979 berubah menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri.

Berdasarkan anggaran dasar, KBLM memiliki ruang lingkup pekerjaan dalam bidang industri pembuatan kabel listrik, kabel telepon serta yang berhubungan dengan perlengkapan kabel.


DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Komisaris Utama : Soepono
Komisaris Independen : Dewa Nyoman Adnyana
Komisaris : Budi Setiono Santoso

Direktur Utama : Elly Soepono
Direktur Independen : Petrus Nugroho Dwisantoso
Direktur : Veronica Lukman


SEJARAH PENCATATAN SAHAM

  1. Saham Perdana @6.000 sebesar 3.100.000 tanggal 1 Juni 1992
  2. Pencatatan saham pendiri sebesar 10.900.000 tanggal 1 Juni 1992
  3. Saham Bonus sebesar 14.000.000 tanggal 8 Mei 1995
  4. Right Issue I sebesar 28.000.000 tanggal 7 Juli 1995
  5. Penambahan Saham sebesar 1.064.000.000 tanggal 19 Desember 2001


PEMEGANG SAHAM
  1. PT Tutulan Sukma sebesar 389.000.000 (34,73%)
  2. PT Sibalec sebesar 380.000.000 (33,93%)
  3. Erwin Suryo Raharjo sebesar 100.000.000 (8,93%)
  4. PT Erdhika Elit Sekuritas sebesar 74.498.800 (6,65%)
  5. BPPN sebesar 69.882.400 (6,24%)
  6. Masyarakat < 5% sebesar 106.618.800 (9,52%)


ANAK PERUSAHAAN
  1. PT Aruna Solar Indonesia (99%), bergerak dalam bidang jasa konstruksi


PRODUK
  1. Kabel listrik tegangan rendah
  2. Kabel listrik tegangan menengah
  3. Kabel khusus : kabel shipboard
  4. kabel RF
  5. Konduktor :ACCC/ACSR-AS



PANDANGAN MASA DEPAN

Pada tahun 2016 pendapatan KBLM adalah sebesar 987,4M dengan pemakaian tembaga sebesar 5.700 MT dan pemakaian aluminium sebesar 1.291 MT.

Tahun 2015 pendapatan KBLM adalah sebesar 967,7M dengan pemakaian tembaga sebesar 6009 MT dan pemakaian aluminium sebesar 893 MT.

Dari pemakaian tembaga dan aluminium jelas belum bisa di cek berapa produksi kabelnya. Karena kabel sendiri terdiri dari tembaga atau aluminium dan kulit kabel. 


Mari kita cek.

KBLM memiliki kapasitas produksi kabel tembaga sebesar 1000 ton per bulan atau 12.000 ton per tahun. KBLM juga memiliki kapasitas produksi kabel aluminium sebesar 200 ton per bulan atau 2400 ton per tahun. 

Perusahaan sedang meningkatkan kapasitas produksi kabel aluminium menjadi 400 ton per bulan atau 4.800 ton per tahun. karena yang ditingkatkan aluminium maka kita asumsikan karena kapasitasnya habis atau kita anggap produksinya 95% dari kapasitas. Peningkatan kapasitas ini direncanakan selesai awal 2018. Berarti produksi kabel aluminium 95% x 2.400 ton = 2.280 ton di tahun 2016.

Jika kita asumsikan harga kabel aluminium tahun 2016 adalah sebesar 2.250 usd per ton (30,375 jt rupiah) maka pendapatan dari kabel aluminium adalah sebesar 2.250 x 2.280 = 5,13 jt usd atau 69,2 m. Pendapatan dari kabel tembaga adalah sebesar 987,4m - 69,2m = 918,2m. Jika kita asumsikan harga kabel tembaga tahun 2016 adalah sebesar 6.500 usd per ton atau 87,75 juta rupiah maka produksi kabel tembaga adalah sebesar 918,2m / 0,08775m = 10.463 ton.



Berapa pendapatan jika produksi dimaksimalkan sampai kapasitas?

Tahun 2016 harga rata rata tembaga adalah sekitar 5.000 usd per ton dan harga rata rata aluminium adalah 1.600 usd per ton. 

Pada tahun 2017 jika harga tembaga menyentuh angka 6000 usd per ton diperkirakan harga kabel tembaga sebesar 7.000 usd per ton bahkan sampai oktober harga tembaga menyentuh angka 6.800 usd per ton. Jika harga aluminium 2017 menyentuh angka 1.800 usd per ton maka diperkirakan harga kabel aluminium adalah sebesar 2.500 usd per ton. Ini menurut para ahli lo yaaa....

Kita pakai angka 7000 usd untuk kabel tembaga dan 2500 usd untuk kabel aluminium.

Jika produksi dimaksimalkan sampai kapasitas maka pendapatan dari kabel tembaga adalah 12.000 ton x 7000 usd = 84 juta usd. pendapatan dari kabel aluminium adalah 2400 x 2500 usd = 6 juta usd. Total adalah sebesar 90 juta usd atau jika dirupiahkan 1.215m (milyar). Dengan NPM rata rata dikelasnya sebesar 3% maka labanya adalah sebesar 36,45m dan EPS sebesar 33 per lembar.

Jika kapasitas kabel aluminium ditingkatkan menjadi 4.800 ton per tahun yang mulai berproduksi pada awal 2018 maka diakhir tahun akan ada tambahan pendapatan sebesar 6 juta usd.



Bagaimana dengan tahun 2017?

Pada Q2 2017 pendapatan KBLM adalah sebesar 591,8m. Jika kita asumsikan kabel aluminium 95% dari kapasitas maka pendapatan dari aluminium di Q2 2017 adalah 95% x 2400 x 0,5 = 1140 ton x 2.500 usd = 2,85 jt usd = 38,5m.

Berarti pendapatan dari kabel tembaga adalah sebesar 591,8m - 38,5m = 553,3m. Dengan asumsi harga kabel tembaga 7000 usd maka produksi kabel tembaga adalah sebesar 5.855 ton. Jika disetahunkan akan menjadi 11.710 ton.

Maksimal produksi 2017 adalah sebesar 95% dari kapasitas yaitu 12.000 x 95% = 11.400 ton x 7000 usd = 80 jt usd atau 1.080m plus kabel aluminium 38,5m = 1.118,5m. Dengan asumsi NPM 3% maka laba sebesar 33,55m dan EPS sebesar 30 per lembar. Pendapatan ini bisa lebih besar jika ada kenaikan harga jual per ton seiring dengan naiknya harga tembaga dan aluminium.

Begitulah kira kira, lebih dan kurang mohon dimaafkan. 




No comments: