Siapa PT Errita Pharma yang hendak di gaet SDPC?

Apa keuntungan jika SDPC sudah mendapatkan 15% Errita Pharma?




SDPC akan menerbitkan 590 juta saham baru lewat right issue. Jumlah dana yang dibidik adalah sebesar 59M. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli 15% saham PT Errita Pharma dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

Siapa PT Errita Pharma?

Bagi yang membaca tulisan saya tentang SDPC di tahun 2016, tentu sudah tau kalau Errita Pharma merupakan salah satu principal SDPC dimana waktu itu masih memiliki 1 obat generik dan akan ditambah 3 obat generik baru di tahun 2016. Jadi obat dari Errita Pharma di distribusikan oleh SDPC sejak tahun 2016.

Saat ini ternyata Errita Pharma sudah memiliki 17 macam obat Generik. Kenapa mengincar obat generik? sudah tentu karena program JKN oleh BPJS.

SEJARAH

PT Errita Pharma didirikan sejak tahun Januari 1975 dengan berbentuk CV. Kemudian berubah menjadi PT di bulan Juni 1975 dengan lokasi produksi pertama di daerah Gatot Subroto.

Pada tahun 1977, dengan semakin berkembangnya perusahaan, pabrik kemudian dipindahkan ke daerah Buah Batu dimana pada waktu itu perusahaan memproduksi 11 macam obat.

Pada tahun 1995 hingga saat ini, Pabrik kembali berpindah ke daerah Bojong Salam, Kec Rancaekek di atas lahan seluas 2 hektar.


PRODUK

Errita Pharma memiliki berbagai macam obat yang kita kelompokan menjadi 2 yaitu:
  1. Obat bebas, terdiri dari 10 jenis produk
  2. Obat resep, terdiri dari Obat Generik terdiri dari 17 produk dan obat bermerek yang terdiri dari 25 produk

Jadi total produknya adalah 10 obat bebas, 17 obat generik dan 25 obat bermerek

Pada tahun 2015 saat pertama kali saya nulis SDPC, saya memprediksi pendapatan 2016 adalah sebesar 2.048M dan kenyataan pendapatan tahun 2016 adalah sebesar 1.979 M. Perbedaan ini terjadi karena pada waktu saya menghitung, apotek mandiri sudah saya masukan dengan pendapatan sebesar 73M. Padahal kenyataannya apotek mandiri di aeon mall baru terealisasi mulai tahun 2017. Sedangkan laba memang beda jauh karena tulisan saya hanya berpatokan pada NPM di tahun itu jadi bisa berubah ubah. Jadi perhitungan tahun 2015 msih bisa kita pakai.


Tahun 2015, SDPC memiliki 10 obat generik yang menyumbang pendapatan sebesar 2% atau 34M per tahun. Jadi setiap obat generik rata rata memberi pendapatan 3,4M per tahun.

Tahun 2015 SDPC mendistribusikan 1 obat generik dari errita pharma kemudian tahun 2016 ditambah 3 lagi obat generik sehingga menjadi 4 obat generik. 

Errita pharma saat ini memiliki 17 obat generik. Berarti msh ada 13 lagi obat generik yg akan didistribusikan oleh SDPC. Jadi niatan untuk menguasai 15% saham errita pharma sesungguhnya agar SDPC bisa mendistribusikan seluruh obat yang dimiliki Errita pharma. Jika 13 obat generik sisa dari errita pharma akan didistribusikan maka akan menambah pendapatan sebesar 3,4M x 13 = 44,2 M per tahun. 

Untuk obat lainnya kita anggap aja sesuai dengan hitungan tahun 2015 dimana rata rata setiap 1 prinsipal akan menambah pendapatan sebesar 56M per tahun. Jadi jika akuisisi sudah terjadi maka akan ada penambahan pendapatan distribusi sebesar 100,2M per tahun. Dan itu belum termasuk pembagian keuntungan dari kepemilikan sebesar 15% nantinya.

Saat cerita ini di tulis, SDPC mendapatkan 1 principal baru yaitu PT starnegy. Berarti pendapatan akan bertambah lagi sebesar 56M.

Sulitnya mendapatkan principal yang mau didistribusikan obat generiknya merupakan alasan utama SDPC untuk mengakuisisi 15% kepemilikan. Padahal, obat generik memiliki peluang pendapatan yang besar karena adanya program BPJS. Mungkin strategi ini yang akan diterapkan terus oleh SDPC disamping terus menggaet principal baru serta mulai mengembangkan apotek mandiri sehingga untuk ke depan SDPC semakin mengokohkan diri menjadi distributor obat utama di indonesia.

Baca juga Analisis SDPC

Begitulah kira kira.

1 comment:

Colingwood said...

Yes, move there and watch out the movie which will definitely impress you up and you will love watching the same again. online pills