IPO PT Kapuas prima Coal Tbk (Saham ZINC)

Apa yang menarik dari PT Kapuas Prima Coal?





Pada oktober 2017 mendatang, PT Kapuas Prima Coal akan melakukan IPO dengan melepas sebanyak 1.050 juta lembar saham, dimana 500 juta lembar  untuk menkonversi mandatory compatible bond (MCB) dan 550 juta dilepas ke publik, dengan harga penawaran 120 - 170 per lembar, dengan target perolehan dana sebesar 66 M - 93,5 M.

APA YANG MENARIK DARI PT KAPUAS PRIMA COAL ?

PT Kapuas Prima Coal didirikan sejak tahun 2005, yang bergerak dalam bidang pertambangan mineral terutama gelena dan bijih besi.

Perusahaan memiliki IUP operasi produksi di kecamatan belantikan raya dengan luas 2.469 hektar untuk bijih besi DMP dan 2.100 hektar untuk bijih besi.

Yang menarik perhatian justru adalah keseriusan perusahaan dalam mengembangkan proyek smelter, antara lain:


  1. Melalui Kapuas Prima Citra (30%) yang merupakan hasil kerjasama dengan PT Indonesia Royal yang bergerak dalam bidang pengolahan (smelter) timbal dengan kapasitas 40.000 ton konsentrat yang menghasilkan 20.000 ton timbal bullion per tahun.
  2. Smelter pangkalan bun, yang memiliki kapasitas 18.000 ton per tahun dan berproduksi pada maret 2016
  3. Smelter seng di kabupaten Lamandau yang terdiri dari dua yaitu seng dengan kapasitas 20.000 ton per tahun dan timbal dengan kapasitas 40.000 ton per tahun dengan total menghasilkan bullion lead dengan kapasitas 60.000 ton per tahun. smelter ini dibangun sejak tahun 2014.
  4. yang masih dalam tahap pembangunan adalah smelter seng yang menghasilkan bullion lead dengan kapasitas 30.000 ton per tahun. konstruksi akan rampung pada desember 2017 dan komisioning selama tiga bulan.


Berapa pendapatan jika kapasitas produksi smelter dimaksimalkan?

  1. Dari kapuas prima citra menghasilkan timbal murni 20.000 ton. dengan kepemilikan 30% berarti produksi yang dapat diakui adalah 6.000 ton. dari pangkalan bun 18.000 ton, lamandau 60.000 ton dan yang baru 30.000 ton, berarti total kapasitas adalah sebesar 114.000 ton yang akan menghasilkan timbal bullion sebesar 57.000 ton. Dengan harga rata rata timbal bullion sebesar 2.466 usd per ton maka pendapatan adalah sebesar 57.000 x 2.466 = 140 juta usd.
  2. Total kapasitas adalah sebesar 128.000 ton. Dengan harga rata rata konsentrat timbal sebesar 891 usd per ton maka akan diperoleh pendapatan sebesar 891 x 128.000 = 114 juta usd.
  3. Peraturan pemerintah dan menteri ESDM No 1 tahun 2017 yang bunyinya kurang lebih bahwa pemegang IUP operasi produksi nikel, IUPK operasi produksi, IUP operasi produksi khusus pengolahan nikel wajib memanfaatkan bijih nikel (kadar Ni kurang dari 1,7%) sekurang kurangnya 30% dari total kapasitas input pasilitas pengolahan dan pemurnian yang dimiliki. Jika sudah terpenuhi maka dapat menjual bijih nikel keluar negeri paling lama 5 tahun. Dengan adanya peraturan ini maka Kapuas Prima Coal berhak juga melakukan ekspor konsentrat dengan jumlah 128.000 x 100/30 = 425.000 ton per tahun, dengan pendapatan sebesar 425.000 x 891 usd = 378 juta usd.

Jika ditotal maka seluruh pendapatan yang bisa diperoleh jika semua kapasitas smelter dimaksimalkan adalah sebesar 632 jt usd. Dengan asumsi usd = 13.300 maka pendapatannya adalah sebesar 8,4 T. Dengan asumsi NPM sebesar 10% maka labanya adalah sebesar 800M. Dengan total saham sebesar 1.050.000.000 lembar maka EPS jika total kapasitas dimaksimalkan adalah sebesar 762 per lembar.



Bagaimana dengan tahun 2017?

Pada Q1 2017, kapuas memperoleh pendapatan sebesar 106,9M dengan laba sebesar 2,6M. Sampai dengan akhir 2017 perusahaan sendiri menargetkan pendapatan sebesar 350M dengan laba sebesar 35M (EPS 33 per lembar). Tapi, bagaimana dengan produksi? 

Cek

Kita anggap hanya dua smelter yang beroperasi di 2017 yaitu kapuas prima citra dan pangkalan bun (smelter lamandau belum terdengar berita akan produksi). Kapuas citra prima memiliki kapasitas konsentrat 40.000 ton dengan asumsi produksi 80% kapasitas maka produksinya sebesar  32.000 ton dan tentu konsentrat ini dari Kapuas prima coal (karena memiliki saham 30%). sehingga pendapatan 32.000 x 891 usd per ton = 28,5 juta usd.

Dengan konsentrat sebesar 32.000, Smelter ini akan menghasilkan 16.000 ton timbal bullion dengan pendapatan 2.466 usd x 16.000 = 39,5 jt usd, dengan kepemilikan 30% maka pendapatan menjadi 11,8 juta usd.

Kemudian dari pangkalan bun dengan kapasitas konsentrat 18.000 ton dengan asumsi produksi 50% dari kapasitas maka jumlah produksi adalah 9.000 ton maka pendapatan konsentrat adalah sebesar 9.000 x 891 usd = 8 jt usd. 

Smelter ini akan menghasilkan timbal bullion sebesar 4.500 ton dengan pendapatan 4.500 x 2.466 usd = 11,1 jt usd.

Jika ditotal maka seluruh pendapatan adalah sebesar 59,4 juta usd. Dengan asumsi usd 13.300 akan menjadi 790 M dengan asumsi NPM 10% maka laba adalah sebesar 79M dan EPS sebesar 75 per lembar. 

Ini berdasarkan asumsi dan logika penulis ya, jadi lebih dan kurang ya mohon dimaafkan. Dan ini tentu bukan ajakan beli karena keputusan beli ada di jari anda. 


No comments: