Analisis pabrik PT Eratex Djaja Tbk (saham ERTX)

Logikamologi PT Eratex Djaja Tbk




Pada tahun 2016, ERTX melakukan perluasan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Tapi, berapa sebenarnya produksi dan pendapatan jika beroperasi?

Sebelum perluasan, ERTX memiliki 1.450 mesin jahit yang mampu bekerja 2 shift per hari dengan kapasitas 1.100.000 per bulan atau 13,2 juta potong per tahun. Dengan asumsi produksi maksimalnya adalah sebesar 80% dari total kapasitas maka ERTX bisa memproduksi sebesar 10.560.000 potong per tahun.

Walaupun perusahaan merahasiakan kapasitas produksi dan perkiraan pendapatan serta kapan mulai beroperasinya, tapi kita bisa cek dari berbagai sisi.

Menurut manajemen, ERTX menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 2% tiap tahun. Dan, ditahun 2017 menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10%. Maknanya bahwa dari pabrik lama ada pertumbuhan sebesar 2% dan dari pabrik baru akan ada pendapatan 8% jadi total 10%. Berapa nilainya? Berapa volumenya?

Tahun 2015 ERTX berhasil membukukan penjualan sebesar 69,5 juta usd dengan volume penjualan sebesar 7,9 juta potong dengan harga rata rata 8,8 usd. 

Tahun 2016 ERTX berhasil membukukan penjualan sebesar 70,53 juta usd dengan volume penjualan sebesar 7,7 juta potong dengan harga rata rata 9,16 usd. Berarti tahun 2016 ada pertumbuhan pendapatan sebesar 1,5%.

Jika tahun 2017 target pendapatannya tumbuh 2% maka pendapatan dari pabrik lama menjadi 71,64 juta usd. Jika harga rata rata diasumsikan tetap sebesar 9,16 usd maka rencana produksi tahun 2017 adalah sebesar 7,82 juta potong. 


Cek

Pada Q2 2017, pendapatan ERTX adalah sebesar 37,5 juta usd. Jika disetahunkan akan menjadi 75 juta usd. Berarti masih on the track ya karena lebih besar dr rencana sebesar 71,64 juta usd.

Jika perluasan pabrik menyumbang 8% maka pendapatan 8% akan menjadi sebesar 8% x 70,53 juta usd = 5,64 juta usd. Jika asumsi harga rata rata sebesar 9,16 usd maka produksi perluasan pabrik di tahun 2017 adalah sebesar 5,64 juta usd/9,16 usd= 0,62 juta potong.

Menurut manajemen, Setelah beroperasi, pabrik baru akan berproduksi optimal setelah 1 tahun atau jatuh pada Q3 2018. Pada tahun 2018, dari pabrik baru akan bisa meningkatkan pendapatan perseroan sebesar 15%. Berapa volume 15% tersebut?

Pendapatan rencana ERTX di tahun 2017 sebesar 71,64 juta usd + 5,64 juta usd = 77,28 juta usd dengan produksi sebesar 77,28 jt usd/9,16 usd = 8,44 juta potong. Dengan asumsi NPM 5% maka labanya adalah sebesar 3,86 juta usd dengan EPS sebesar 40,1 per lembar (asumsi usd 13.500)

Nilai 15% (rencana 2018) adalah sebesar 77,28 jt usd x 15% = 11,6 juta usd dengan produksi sebesar 11,6 jt usd/9,16 usd = 1,3 juta potong. Pertumbuhan 2018 sebesar 2% adalah sebesar 77,28 jt usd x 2% = 1,55 juta usd. Jika ditotal maka rencana pendapatan 2018 adalah sebesar 77,28 + 11,6 + 1,55 = 90,43 juta usd dengan produksi sebesar 90,43jt/9,16 = 9,87 juta potong. Dengan asumsi NPM 5% maka labanya adalah sebesar 4,52 juta usd dan EPS 47 per lembar di akhir tahun 2018.


Cek dari sisi lain

Menurut manajemen, Pabrik baru membutuhkan sekitar 1.000 an lebih karyawan baru. Karyawan baru membutuhkan 6 bulan untuk masa pelatihan. 

31 desember 2015 karyawan 7.871 
30 juni 2016 karyawan 7.766
31 desember 2016 karyawan 9.129
30 juni 2017 karyawan 9.618

Dari desember 2015 sampai juni 2016 ada penurunan jumlah karyawan sebanyak 105. Produksi tahun 2016 juga turun sebesar 0,2 juta potong. Kita anggap bahwa rekruitment karyawan terjadi pada Q4 2016 sebanyak 1.362. Jika program pelatihan berlangsung selama 6 bulan maka karyawan itu mulai bekerja pada Q3 2017 (bulan januari - juni 2017). Jadi pada Q3 2017 (juli 2017) pabrik baru sudah berproduksi. Kalau ngga berproduksi trus karyawan yang sudah dilatih, disuruh ngapain coba. Hihihi....

Sampai 30 juni 2017 juga ada rekruitmen karyawan sebanya 9.618-9.129 = 489. Dengan pelatihan selama 6 bulan maka akan bekerja pada Q1 2018.

Tahun 2015 jumlah karyawan sebanyak 7.871 dengan produksi sebesar 7,9 juta potong. Berarti rata rata produktivitas adalah sebesar 7,9jt/7.871 = 1000 potong per tahun atau 83 potong per bulan per orang. 

Dengan jumlah karyawan sebesar 1.364 dengan produktifitas 1000 potong per tahun dan bekerja 6 bulan (juli-desember 2017) maka tambahan produksinya adalah sebesar 0,5th x 1.364 x 1.000 = 682.000 potong. Produksi 2016 adalah sebesar 7,7 juta berarti akhir 2017 produksinya adalah sebesar 7,7 + 0,682 = 8,4 juta potong. Silakan cocokan dengan produksi berdasarkan pendapatan diatas.

Yang menjadi pertimbangan adalah harga rata rata per potong. Karena harga tersebut biasanya berubah sesuai kesepakatan antara perusahaan dengan pembeli.

Begitulah kira kira. Lebih dan kurang mohon dimaafkan. Salam gorengan.


No comments: