Analisis PT Golden Eagle Energy Tbk (saham SMMT)

SMMT, si elang yang sedang belajar terbang







SEJARAH


SMMT didirikan pada tahun 1980 dengan nama PT the green pub. Pada tahun 1996, perusahaan berganti nama menjadi PT setia mandiri mitratama. Tahun 2004, perusahaan kembali berganti nama menjadi PT entertainment international tbk. Dan terakhir tahun 2012, perusahaan berganti nama menjadi PT golden eagle energy tbk.



Berdasarkan anggaran dasar, SMMT memiliki ruang lingkup pekerjaan dalam bidang pertambangan batubara.



SEJARAH PENCATATAN SAHAM


  1. Th 2000, IPO @500 sejumlah 5.000.000 lbr
  2. Th 2000, pecatatan saham pendiri sejumlah 75.000.000 lbr
  3. Th 2012, PUT I sebanyak 820.000.000 lbr
  4. Th 2014, saham bonus sebanyak 2.250.000.000


DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Komisaris utama: Abed Nego
Komisaris: Satrio
Komisaris independen: Erwin Sudjono

Direktur utama: Roza Permana Putra
Direktur: Chrismasari Dewi Sudono
Direktur independen: Achmad Hawadi





PEMEGANG SAHAM
  1. PT mutiara timur pratama: 1.035.757.652 (32,88%)
  2. Cardinal international holding ltd: 936.018.598 (29,71%)
  3. Eagle energy international holding ltd: 530.380.445 (16,84%)
  4. Credit suisse international: 184.039.150 (5,84%)
  5. Publik (dibawah 5%): 463.804.155 (14,73%)


ANAK USAHA 
  1. PT naga mas makmur jaya (99,99%), bergerak dalam bidang pertambangan batu bara dan jasa penunjang pertambangan. Memiliki dua anak usaha, antara lain: PT triaryani (85%), yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara dan PT prima buana kurnia (61%), yang bergerak dalam bidang jasa pengangkutan batubara
  2. PT rajawali resources (99,64%) yang memiliki anak usaha yaitu PT mega raya kusuma (79,7%) dimana PT mega raya kusuma memiliki 49% saham di PT international prima coal



PANDANGAN MASA DEPAN

Dalam menjalankan kegiatan pertambangan batu bara, SMMT memiliki dua ujung tombak yang sangat diandalkan, yaitu: PT international prima coal dan PT triaryani. 

1. PT international prima coal (49%)


International prima coal (IPC) merupakan usaha patungan antara SMMT dengan PTBA. IPC berlokasi di kecamatan palaran, samarinda, kalimantan timur. IPC memiliki sumber daya 33,9 juta ton dan cadangan sebanyak 13,6 juta ton. IPC sendiri mulai produksi sejak 2010 dengan kapasitas produksi saat ini sebanyak 900.000 ton per tahun. Batubara yang di hasilkan adalah jenis sub bituminius dengan nilai kalori sebesar 4.400 - 5.300 kkal/kg.

Apa yang menarik dari IPC?

Yang menarik adalah justru kepemilikan IPC pada PT tabalong prima resources (34,17%) dan PT mitra hasrat bersama (34,17%). 

PT tabalong prima resources, berlokasi di tabalong kalimantan selatan yang memiliki sumberdaya batubara sebesar 292 juta ton dan cadangan 109 juta ton. 

Kemudian PT mitra hasrat bersama, adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang infrastruktur tambang dan sarana transportasi batubara. Perusahaan memiliki dermaga dengan fasilitas loading unloading dengan conveyor, hauling road sepanjang 8,5km (menghubungkan tabalong prima resources ke dermaga) dan dermaga yg dapat disandari tongkang kapasitas 10.000DWT. 

Saat ini kedua perusahaan belum berproduksi dan Pada tahun 2017 rencananya pada ke dua perusahaan tersebut akan ditingkatkan kepemilikannya menjadi masing masing sebesar 59%.




2. PT triaryani (85%)


Triaryani berlokasi di kabupaten musi rawas, sumatera selatan. Memiliki sumber daya 406 juta ton dan cadangan 257 juta ton. Batu bara di daerah ini termasuk sub bituminius dengan kalori 4.000 - 4.200 kkal/kg. 

Tahun 2016 jumlah yang tertambang adalah sebesar 108.000 ton. Tahun 2017 direncanakan jumlah produksi batubara di daerah ini sebesar 508.000 ton. 

Dari kedua perusahaan ujung tombak SMMT ini masih memiliki kandungan batubara yang besar sehingga memungkinkan untuk meningkatkan pendapatan yang signifikan dimasa depan. 



RENCANA 2017

Tahun 2017 SMMT memiliki beberapa target yaitu :
  1. Target produksi sebesar 1,48 juta ton yaitu 900.000 ton dari PT international prima coal dan 548.000 ton dari Triaryani. 
  2. Target pendapatan sebesar 200 M dan target laba sebesar 18,5M
  3. Menambah jumlah kepemilikan di tabalong prima resources dan mitra hasrat bersama menjadi sebesar 59%

CEK & CEK

Tahun 2016 
Penjualan sebesar 56M
Laba entitas asosiasi 18M
Rugi bersih 17M

Tahun 2016 triaryani memproduksi batubara sebanyak 108.000 ton dengan jumlah penjualan 56 M. Dapat diasumsikan harga jual batubara = 56M / 108.000 = 38,7 usd per ton (asumsi usd = 13.400). 

Tahun Q2 2017
Penjualan sebesar 21 M
Laba entitas asosiasi 20,5M
Laba bersih 5,5 M

Dengan target produksi sebesar 508.000 ton dari Triaryani dan asumsi harga sebesar 38,7 usd per ton, maka kemungkinan penjualan sampai akhir 2017 adalah sebesar 263 M (lebih besar dari target penjualan perusahaan di tahun 2017 sebesar 200 M).

Kemudian dari laba entitas asosiasi (dari international prima coal) sebesar 20,5 M di Q2 maka pada akhir tahun akan menjadi 41 M. 

Jika ditotal maka akan menjadi 304 M dan dengan asumsi NPM sebesar 18% maka kemungkinan laba di tahun 2017 akan menjadi 54,7 M. 

Tapi ini berdasarkan perkiraan penulis ya, benar atau salahnya nanti kita cek berapa pencapaian produksi batubara di akhir 2017.

Salam gorengan


No comments: