Rumor saham SIAP

PT Sekawan Intipratama, tbk





Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 - 2026, PLN bisa melakukan penunjukan langsung untuk membangun PLTU mulut tambang. Nah lho. SIAP melalui anak usahanya, yaitu PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC), memiliki lahan tambang batubara yang hanya berjarak 7 km dari gardu PLN.

IWBMC memiliki cadangan batubara sebesar 500 juta MT dengan kadar 3900 kkal / kg (kalori rendah). Untuk PLTU sendiri tentu tidak menarik karena biaya pembangunan yang sangat besar sehingga harus menggandeng investor lain atau kemungkinan bekerjasama dengan anak usaha PLN.

Mari cek dari sisi batubara ya..



IWBMC direncanakan memulai proses produksi pada oktober 2017 dengan rencana produksi sebesar 50.000 MT per bulan, dan akan ditingkatkan pada tahun 2018 menjadi 100.000 MT per bulan (1,2jt MT per tahun). Mengingat batubaranya memiliki kadar kalori yang rendah plus biaya produksi yang sama tentu margin pun akan kecil.

PLTU mulut tambang yang direncanakan adalah sebesar 2 x 100 MW = 200 MW. Dengan batubara berkadar 3900 kkal / kg maka setiap kg nya akan menghasilkan 1,56 kwh. Beroperasi 24 jam selama setahun (8760 jam per tahun), asumsi beban pakai 80% maka energi yang dihasilkan = 200 x 1000 x 8760 x 80% = 1.401.600.000 kwh / th. Batubara yang dibutuhkan = 1.401.600.000/1,56 = 898.461 ton / th. Dengan asumsi harga 23 USD maka pendapatannya sebesar 268 M.

Pendapatan ini belum termasuk selisih sisa batubara dari produksi rencana di tahun 2018 (1,2 jt ton - 0,9 jt ton = 0,3 jt ton) ditambah pendapatan dari anak usaha lain yaitu PT. Maha Putra Adi Nusa yang akan meningkatkan produksi batu andesit dari 5000 kubik menjadi 10.000 kubik.

Begitulah kira kira. Salam nego.



No comments: