Analisis PT Cakra Mineral Tbk (saham CKRA)

Menunggu kemampuan CKRA membangun smelter







ANAK USAHA


1. PT Persada Indo Tambang (PIT), kepemilikan 88%, penambangan bijih besi (iron ore)

2. Dunestone Development S.A (DD), kepemilikan 100%, jual beli hasil tambang bijih besi dan nikel
3. PT Takaras Inti Lestari (TIL), kepemilikan 55%, pertambangan pasir zircon
4. PT Murui Jaya Perdana (MJP), kepemilikan 55%, pertambangan pasir Zircon
5. Twinpine Management (TM), kepemilikan 100%, jual beli batu bara kokas.
  • PT Tambang Benua Alam Raya (25%)
  • PT Kutungau Nusa Raya (24,8%)
  • Silangkop Nusa Raya (24,8%)
6. PT Cakra Smelter Indonesia (CSI), kepemilikan 51%, pengolahan bijih besi (Pig iron)
7. PT Cakra Smelter Ferronikel (CSF), kepemilikan 50,1%), pengolahan bijih nikel (nikel pig iron)
8. Central kalimantan coal ltd. Kepemilikan (51%)



PANDANGAN MASA DEPAN




SMELTER



CKRA membangun 2 smelter yaitu:

1. PT Cakra Smelter Ferronikel (CSF), merupakan usaha patungan dengan Shanxi SuoEr Technology, untuk membangun smelter untuk mengolah bijih nikel menjadi nikel pig iron (NI 8-10%). Smelter ini akan memiliki kapasitas 42.000 MT per tahun dan akan membutuhkan bijih nikel sebanyak 432.000 ton pertahun yang akan dipasok oleh PT United Mineral Kalimantan.
2. PT Cakra Smelter Indonesia (CSI), merupakan usaha patungan dengan Z&N International Co.Ltd, untuk membangun smelter untuk mengolah bijih besi menjadi pig iron dengan kapasitas 200.000 ton per tahun. Bijih besi akan dipasok oleh PT Persada Indo Tambang (anak usaha) sebanyak 420.000 ton per tahun.
Sayangnya informasi terakhir yang disampaikan pihak perusahaan (30 maret 2016), perusahaan masih menunggu untuk melanjutkan pembangunan kedua smelter ( ditunda ).



BIJIH BESI (iron ore)



CKRA melalui anak usaha yaitu PT Persada Indo Tambang (PIT) melakukan penambangan bijih besi dengan kadar 56-58% di area seluas 2.936 Ha dengan perkiraan cadangan 5,46 juta ton, dengan produksi yang bisa dimaksimalkan sampai 45.000 ton per tahun. Namun sayangnya tambang bijih besi sudah tidak bisa menghasilkan pendapatan seiring pelarangan ekspor mineral mentah oleh pemerintah. Dan kemungkinan baru bisa menghasilkan setelah pabrik pengolahan mulai beroperasi.




BATU BARA



Yang menarik dari batubara adalah kaitannya dengan smelter. Ceritanya begini. 1 ton batubara menghasilkan 0,634 ton kokas. 1 ton pig iron membutuhkan kokas sebanyak 0,498 ton kokas. Nah, jika dari 2 smelter berproduksi (kapasitas smelter nikel 42.000 ton dan kapasitas smelter besi 200.000 ton, total 242.000 ton) akan dibutuhkan kokas sebanyak 120.516 ton kokas (242.000 x 0,498). Dan akan dibutuhkan batubara sebanyak 190.000 ton (120.516 / 0,634). Untuk rencana akuisisi pertambangan batu bara baru juga ditunda. Kemungkinan akan menunggu smelter.




PASIR ZIRCON



CKRA melalui 2 anak usahanya memproduksi pasir zircon dengan 65,5% ( kadar 65% = jenis standard, kadar 65,5% = jenis intermediate, kadar 66% = jenis premium).


1. PT Murui Jaya Perdana (MJP), memiliki cadangan 5,8juta ton namun sayangnya belum berproduksi karena harga zircon yang masih rendah (produksinya kecil, jadi dianggap belum ya).

2. PT Takaras Inti lestari (TIL), memiliki cadangan 0,5 juta ton dan bisa berproduksi sampai 1.500 ton per bulan. Pada tahun 2015 TIL hanya memproduksi 2.161 ton. Kemudian untuk tahun 2016 TIL akan memaksimalkan produksinya sampai 1.500 ton per bulan. Januari 2016 produksinya 400 ton, februari 500 ton, maret 600 ton. Jika stabil dengan kenaikan 100 ton perbulan maka akan didapat volume total di akhir tahun adalah sebesar 11.400 ton (ini baru dari TIL ya. Dan seandainya MJP berproduksi bisa lebih gede lagi) yang jika dikalikan harga zircon yang saat ini dikisaran 950 USD per ton akan diperoleh pendapatan sebesar 145M ( asumsi USD=13.000). sebagai tambahan pemerintah mengijinkan ekspor pasir zircon dengan kadar diatas 65%.


Menurut penulis, kelanjutan dari penyelesain smelter akan sangat bermanfaat dan akan mendongkrak pendapatan dimasa yang akan datang. Karena, dengan adanya smelter maka dari bijih besi dan batubara akan dapat menghasilkan pendapatan. Selain itu penjualan pig iron dari smelter juga akan mendongkrak pendapatan perseroan secara signifikan. Mari kita tunggu ya kapan smelternya akan diselesaikan dan mulai berproduksi.



Mungkin itu yang dapat saya tulis. Klo ada pendapat silakan tulis dibawah, asal kata katanya tidak menyakitkan.


1 comment:

Unknown said...

Wah mantap nih penjelasannya...boleh tau dapat data produksi darimana ya?saya kebetulan ambil judul ini...