PLANT 3 PT DWI ANEKA JAYA KEMASINDO Tbk (saham DAJK)

KEBAKARAN PLANT 3 DAJK





KRONOLOGI


Pada tanggal 31 desember 2015 jam 23.30 wib, pabrik di plant 3 di cikupa, tanggerang mengalami kebakaran. 

Berdasarkan berita acara pemerikasaan laboratorium kriminalisasi badan reserse kriminal polri no 312/FBF/2016, tanggal 3 februari 2016, atas peristiwa kebakaran yang terjadi di plant 3, hasil investigasi penyebab kebakaran tidak dapat ditentukan karena tumpukan barang barang sisa kebakaran di lokasi api pertama telah hancur dan habis terbakar.


AKIBAT LANGSUNG

Akibat yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Kerugian persediaan, sebesar 407M, meliputi

·         Bahan baku sebesar 359 M
·         Barang dalam proses sebesar 11 M
·         Barang jadi 37 M
  1. Kerugian aset tetap, sebesar 116 M
  2. Permohonan restrukturisasi hutang sebagai akibat dari kebakaran dan kenaikan bahan baku.


Semua kerugian tersebut sudah di asuransikan secara gabungan pada PT asuransi dayin mitra Tbk, PT estika jayatama, PT gelora karya jasatama, PT asuransi tokio marine indonesia, PT bess central insurance, PT jaya proteksi tacaful, PT asei reasuransi indonesia dan PT asuransi mitra maparya, terhadap resiko kerugian, kebakaran dan resiko lainnya ( all risk) dengan jumlah pertanggungan 581M dan 228 M. Persediaan dan aset juga dipergunakan sebagai jaminan bank.

Pada 27 april 2016, DAJK mengajukan tuntutan ganti rugi kepada PT asuransi tokio marine indonesia sebesar 258 M.


PLANT 3

DAJK memiliki 3 plant yaitu:
  1. Plant 1, offset printing, di jatiuwung tanggerang, kapasitas terpasang/terpakai = 26.000 / 23.900 ton, dengan 30 mesin dengan umur rata rata mesin 8 tahun
  2. Plant 2, offset printing, di jatake tanggerang, kapasitas terpasang / terpakai = 10.000 / 8.100 ton, dengan 18 mesin dengan umur rata rata mesin 8 tahun
  3. Plant 3,corrugated carton

·       Plant 3 merupakan penggabungan PT super kemas pratama yang diakuisisi tahun 2010 dengan PT dwi aneka jaya kemasindo
·       Alamat, Jln agarindo ( jalan raya pasar kemis km 6 ) desa bunder, kec. Cikupa tanggerang
·       Luas tanah 23.000 m2, luas bangunan 17.000 m2
·       Kapasitas terpasang / terpakai = 45.600 / 43.200 ton
·       Jenis mesin, mesin corugating, mesin lem, mesin cetak flexo, mesin pemotongan dengan jumlah total sebanyak 25 mesin dengan umur rata rata 8 tahun
·       Fasilitas pendukung pabrik, 1 mesin genset 250 kva, peralatan inspeksi, fire instinguisher, boiler


RENCANA PENGGUNAAN KLAIM ASURANSI


Jika klaim asuransi sudah cair, DAJK berencana menggunakannya untuk
  • Modal kerja
  • Membayar bunga dan angsuran hutang bank
  • Memindahkan plant 3 dan membangun kembali plant 3 di lokasi berbeda. (di daerah subang, di atas tanah seluas 11 Ha) dengan kapasitas 120.000 ton


AKIBAT KEBAKARAN TERHADAP TARGET DI TAHUN 2016




Kebakaran tersebut cukup besar sehingga menghanguskan pabrik dan persediaan yang ada (sehingga mau dipindahkan lokasi) dan memiliki pengaruh yang cukup besar di tahun 2016, antara lain:
  • Target penjualan yang semula sebesar 1,4T direvisi menjadi 1,2 T
  • Plant 1 dan 2 akan dimaksimalkan menjadi 35.000 ton ( tahun 2015 sebanyak 32.000 ton )
  • PT interact corpindo di target menghasilkan pendapatan sebesar 20%


ANALISA MASA DEPAN

DAJK memiliki 4 anak usaha yaitu
  • PT DAJK distributor indonesia, bergerak di bidang perdagangan umum
  • PT inpack subang perkasa bergerak dibidang perindustrian, perdagangan, jasa, pengangkutan dan percetakan
  • PT Dajk portal indonesia bergerak di bidang perdagangan dan jasa
  • PT interact corpindo (IC) bergerak dibidang flexible packaging

Dari keempat anak usaha tersebut yang bisa berproduksi adalah PT interact corpindo sedangkan sisanya adalah lebih banyak ke perdagangan dan jasa.
Oke, mari kita cek ya
  • PT interact corpindo (IC) memiliki kapasitas produksi 4.500 ton per tahun. Dengan target pendapatan sebesar 20% atau sebesar 240 M. Kemungkinan masih bisa tercapai karena IC adalah perusahaan yang cukup mapan di kelas flexible packaging
  • Dari offset, pendapatan tahun 2015 adalah sebesar 613 M dengan produksi sebesar 32.000 ton (kapasitas pabrik 36.000 ton) didapat harga rata rata adalah sebesar 19,1 juta per ton.  Nah, tahun 2016 DAJK akan meningkatkan produksi menjadi 35.000 ton (97,2% dari kapasitas produksi) maka akan diperoleh pendapatan sebesar 668,5M
  • Untuk karton gelombang tahun 2015 memperoleh pendapatan sebesar 394M dengan produksi sebesar 43.200 ton maka didapat harga rata rata 9,1 juta per ton. Untuk tahun 2016 kemungkinan tidak akan berproduksi karena menunggu pemindahan pabrik ke lokasi baru di subang di area selua 11 Ha.

Kalau kita total jumlah pendapatan yang mungkin bisa didapat adalah sebesar 908,5 M yang jika ditambah pendapatan 3 anak usaha sebesar 50M dan pendapatan lain lain sebesar 10M maka didapat total sebesar 968 M.

Berarti pendapatan rencana (menurut penulis) masih jauh di bawah target pendapatan 2016 sebesar 1,2 T yang jika diasumsikan NPM sebesar 8,46% maka diperoleh laba sebesar 76,8 M dengan EPS sebesar 30,7 per lembar.

Untuk kelangsungan usaha mungkin ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti misalnya, jika plant 3 yang baru selesai dibangun, dari mana dana untuk modal kerja dan modal untuk membeli mesin. Karena hutang bank sudah besar, rencana klaim asuransi yang sudah diposkan penggunaannya serta penurunan nilai aset.

Mungkin ini saja yang dapat penulis sampaikan, semoga bermaanfaat. Klo mau comment dibawah ya asal kata katanya tidak menyakitkan. Sipppp....



No comments: