Analisis PT Millennium Pharmacon Indonesia Tbk (saham SDPC)

Langkap pasti SDPC





SEJARAH


PT Millennium Pharmacon Indonesia Tbk (SDPC) didirikan 20 oktober 1952 oleh tuan Soedarpo Sastrosatomo dan ibu Minarsih dengan nama NV Perusahaan Dagang Soedarpo Corporation.  Pada tanggal 21 februari 1990 berubah nama menjadi PT NVPD Soedarpo Corporation Tbk. Kemudian pada 8 Juni 2000 berubah lagi menjadi PT Millennium Pharmacon Tbk dan terakhir berubah menjadi PT Millenium Pharmacon Indonesia Tbk.

SDPC merupakan perusahaan swasta independen terbesar di indonesia sebagai distributor produk farmasi, suplemen makanan dan produk diagnostik.

Sejarah pencatatan saham
  1. Saham perdana @5.000 sebanyak 2.600.000 pada 7 mei 1990
  2. Pencatatan sebagian saham pendiri sebanyak 900.000 pada 7 mei 1990
  3. Saham bonus sebanyak 4.550.000 pada 17 februari 1994
  4. Pencatatan saham pendiri sebanyak 5.600.000 pada 16 desember 1994
  5. Pemecahan saham sebanyak 13.650.000 pada 3 februari 1999
  6. Saham bonus sebanyak 4.550.000 pada 4 juni 1999
  7. Penawaran terbatas 1 sebanyak 72.800.000 pada 4 juli 2000
  8. Pemecahan saham sebanyak 436.800.000 pada 3 september 2001
  9. Penawaran terbatas II sebanyak 182.000.000 pada 17 juli 2002


Pemegang Saham
  1. Pharmaniaga Int.corp.sdn.bhd sebanyak 400.404.000 (55%)
  2. PT indolife pensiontama sebanyak 42.762.830 (5.87%)
  3. PT danpac pharma sebanyak 173.744.820 (23.87%)
  4. Publik kurang dari 5% sebanyak 111.088.350 (15.26%)
Total sebanyak 728.000.000 (100%)


Dewan komisaris dan direksi
  1. Komisaris utama: Izzat Bin Othman
  2. Komisaris: Mohamed Iqbal Bin Abdul Rahman, Noraini Binti Mohamed Ali
  3. Komisaris independen: Dr Nyoman Kumara Rai
  4. Direktur utama: Mohamed Muhazni Bin Mukhtar
  5. Direktur: Ahmad Bin Abu Bakar
  6. Direktur independen: Glenn Rahayu Adli Ariff


Perjanjian distribusi

Yaitu perjanjian untuk menjual dan mendistribusikan produk dari perusahaan sebagai berikut: PT meiji indonesia, PT meprofarm, PT guardian pharmatama, PT lapi laboratories indonesia, PT dipa parmalab intersains, PT gharchia pharmindo, PT danpac pharma, PT total care neutraceutical, PT puspa pharma, PT promedrahardjo farmasi industri, PT simex pharmaceutical indonesia, PT nova chemie utama, PT nauta intiprima, PT nutrindo jaya abadi, PT nutrindo grahahusada utama, PT maharupa gatra, PT apec pharma, PT kemenangan vita pharma, PT mestika pharma, PT teguhsindo lestari tama, PT nulab pharmaceuneutical indonesia, PT steril medical indonesia, PT endo medika nusantara, PT mitra prima medika, PT prima medika laboratoris, PT hikmah cipta perkasa, CV untung kumoro, PT mega pharmaniaga, PT eritta pharma, PT medi hop, PT global dispomedika, PT global succes chain dan PT nutrisains.

Gudang dan kantor cabang
  1. Memiliki 3 gudang dengan kuas 3.700 m2 berlokasi di jakarta, bandung dan surabaya
  2. Memiliki 30 kantor cabang di indonesia
  3. Memiliki 65 stasiun penjualan
  4. Memiliki 3 subbdistributor


RENCANA BISNIS 2016


Tahun 2016 perusahaan memiliki rencana untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%. Pendapatan tahun 2015 adalah sebesar 1.707M dengan pertumbuhan 20% akan menjadi 2.048 M ( tumbuh 341M ). Bisakah? 
Untuk mencapainya perusahaan memiliki 5 strategi sebagai berikut :
  1. Menambah produk obat bebas (sudah dilakukan dengan menambah 3 principal baru tahun 2015 dan baru 1 principal di tahun 2016)
  2. Memperkuat distribusi dengan menambah gudang di surabaya untuk melayani wilayah timur, serta menambah cabang baru di surabaya dan manado.
  3. Membenahi metoda pengelolaan keuangan
  4. Memperluas pemasaran melalui ritel modern dengan target kenaikan 40% (saat ini dari ritel modern baru 10%)
  5. Memperluas gudang di cakung dari 400m2 menjadi 1200m2 sehingga total gudang menjadi 3.700m2


PANDANGAN MASA DEPAN



SDPC memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang lebih pesat dari sekarang. Dengan adanya program JKN dari BPJS, tidak menyurutkan langkah SDPC untuk merasa tertantang dengan menghadirkan produk obat generik baru untuk mendukung program JKN sekaligus menibgkatkan pendapatan. Adapun peluang yang bisa didapat secara cepat adalah sebagai berikut: 

1. Peluang dari minyak kayu putih safe care. Dimana hanya dari satu produk ini ada peluang pendapatan sebesar 9M perbulan atau 108M pertahun. Saat ini SDPC sudah mendistribusikan sebanyak 2 M permulan dan target sampai 2016 adalah sebesar 7M per bulan atau 84M per tahun.

2. Saat ini SDPC mendistribusikan produk ke 1.600 rumah sakit, 12.000 apotek dan sekitar 10.000 ritel modern (asumsi penjualan ritel 17jt per tahun). Kontribusi masing masing penjualan adalah 30% rumah sakit, 60% apotek dan 10% ritel modern. Di indonesia sendiri terdapat lebih dari 2.995 rumah sakit, 17.613 apotek dan 23.000 pasar modern. Dengan jumlah tersebut berarti masih ada peluang sebesar: 
  • untuk rumah sakit penjualan 2015 sebesar 512M (rata rata 0,32M tiap rumah sakit pertahun). Peluang rumah sakit sebesar 1.395 x 0,32M = 2.483 M. 
  • Untuk apotek penjualan 2015 sebesar 1.024 M ( rata rata 0,085 M tiap apotek per tahun). Peluang apotek sebesar 5.613 x 0,085 = 477 M
  • Untuk pasar modern penjualan 2015 sebesar 170M ( asumsi tiap ritel modern 17 juta per tahun) maka ada peluang sebesar 391M

3. Kerjasama dengan aeon mall untuk membuka apotek secara mandiri yang mengelola obat resep. Saat ini aeon mall berencana untuk membangun 20 mall. Omset apotek sendiri berkisar antara 10 - 15 juta per hari. Sehingga peluang untuk 20 mall adalah 73M. Untuk apotek, penulis berpandangan bahwa ini adalah landasan untuk membangun jaringan apotik lainnya di luar aeon mall.

4. Saat ini SDPC memiliki 10 produk yang masuk dalam program JKN oleh BPJS. Produk ini menyumbang 2% dari pendapatan atau sebesar 34M ( rata rata 3.4M tiap produk per tahun). Dengan masuknya PT eritta prima yang merupakan perusahaan manufaktur farmasi generik tentu akan menambah produk dan pendapatan dari program JKN. Saat ini PT errita prima memiliki satu obat generik dan tahun 2016 akan menambah 3 obat generik baru yang berpeluang menambah pendapatan dari SDPC sebesar 13,6M tahun 2016.

5. SDPC saat ini memiliki 30 principal dan 3 principal baru tahun 2015 serta 1 principal baru tahun 2016. Rata rata dari tiap principal diperoleh pendapatan sebesar 56M, sehingga peluang yang bisa didapat dari pricipal baru tersebut adalah sebesar 227,6M.

6. Pembukaan gudang disurabaya untuk melayani wilayah timur sertabpembukaan cabang baru di surabaya dan manado juga akan mendongkrak oendapatan perseroan.



EVALUASI PENDAPATAN 2016


Untuk menumbuhkan pendapatan di tahun 2016 yang paling memungkinkan adalah sebagai berikut: 
  1. Dari minyak kayu putih safe care sebesar 70M ( q1 6M, q2 12M, q3 21M, q4 21M )
  2. Dari obat generik akan ada penambahan sebesar 13,6M (tambahan 4 produk baru )
  3. Penambahan 3 principal tahun 2015 akan meningkatkan pendapatan sebesar 168M itu belum termasuk 1 principal yang masuk april 2016 sebesar 21M.
  4. Apotek di mall aeon BSD akan menambah pendapatan sebesar 3,65M
  5. Penjualan melalui ritel modern akan ditingkatkan 40% (68M) dari 170M menjadi 238M
  6. Ditambah lagi dari cabang baru kemungkinan akan meningkatkan pendapatan tahun 2016 lebih dari 20%.

Dengan anggapan pendapatan 2016 sebesar 2048 M dan asumsi NPM 1% maka didapat laba sebesar 20,48M dan EPS sebesar 28,5 

Kesimpulannya, SDPC adalah saham yang memiliki masa depan jelas terlepas dari kerumitan industri farmasi dengan berbagai peraturan baik itu cara menyimpan obat yang baik ataupun cara mendistribusikan obat yang baik. 

Mungkin cuman ini yang bisa ditulis, klo ada kekurangan di koment aja di bawah. Asal kata katanya tidak menyakitkan. 

BACA JUGA:

Rumor saham SDPC

Siapa PT Errita Pharma yang digaet SDPC?




4 comments:

Anonymous said...

Hai TCP. Penjualan-nya SDPC memang luar biasa tapi jika dihitung dari modal dasarnya terlalu kecil. Total saham cuma 728 juta lembar, Jika dihitung dari harga penutupan hari ini saya komentar adalah 81 x 728 juta adalah rp 58.9 milyar saja. Bayangkan gak target penjualannya tahun 2016 2 trilyun. Ibarat kamu punya duit cuma 50 ribu tapi kamu dipercayakan jual barang dua juta.

Ikadek sb said...

Tahun 2018 kemungkinan pendapatannya bisa sampai 3,5T pak. Karena rumah sakit terus berkembang pesat dan apotek. Disamping itu pembukaan gudang surabaya akan difungsikan untuk melayani wilayah timur yg baru sedikit. Sulawesi hanya 13M dan bali baru 16M setahun blom daerah timur lainnya.

Anonymous said...

TCP, Manajemen sudah gerah neh pengen sahamnya meledak : http://koran.bisnis.com/read/20160503/441/544024/millenium-pharmacon-international-sdpc-incar-pertumbuhan-laba-20

Ikadek sb said...

Saya dah mulai dikit dikit om. Setiap hari cicil. Klo dah banyak mau saya pump om. Nanti beli lagi om biar bs di ata 200 aja. Sangat jarang perusahaan mau masuk bisnis penjualan obat atau distribusi. Karena aturannya banyak. Saingannya jarang nih