Analisis PT. Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)

PT LIMAS INDONESIA MAKMUR Tbk (LMAS)






limas sebenarnya adalah perusahaan penyedia layanan stockwatch dan penyedia layanan trading system. namun secara umum limas kurang menarik buat saya karena selalu merugi dan bahkan limas (induk usaha) mencatatkan ekuitas negatif di 2015 walaupun saat ini program pemerintah untuk menabung saham semakin gencar dan pemakaian online trading oleh securitas semakin ramai.


yang menarik dari limas adalah anak usahanya yaitu PT geotech system indonesia (geosindo). 

geosindo didirikan tahun 2003 dengan tujuan untuk menyediakan solusi dalam bidang tehnologi informasi untuk perusahaan minyak dan gas baik untuk hardware maupun software. saat ini geosindo sudah berkembang juga menjadi perusahaan telekomunikasi dalam bidang pendidikan keuangan, perbankan dan manufaktur.
geosindo sendiri menjadi anak usaha limas sejak 14 oktober 2004 dengan kepemilikan sebesar 60%.


PENDAPATAN


pendapatan dari Geosindo tahun 2015 dan 2014 berasal dari sewa dan pemeliharaan sebesar 258M dan 186M, penjualan perangkat keras dan lunak sebesar 10,5M dan 14,5M, lain-lain sebesar 1,4M dan 0,8M sedangkan pendapatan dari limas yaitu stockwatch dan stocktrade hanya sebesar 6,2M dan 7,1M


pendapatan lebih dari 10% berasal dari pertamina EP 51,4M (19%) dan dari pertamina (persero) 27,6M (12%). Sedangkan pemasok utama adalah halliburton worldwide gmbh sebesar 139M (59%)



selain itu pt geotech system indonesia juga memiliki kontrak dan perjanjian yang masih berlanjut yang memungkin geosindo untuk tetap menjaga pendapatan dikemudian hari. diantaranya :



1. santos untuk landmark datanet dan manajemen data, sampai 31 januari 2016



2. salamander energy untuk penyewaan workstation sampai 1 juli 2016



3. pertamina-medco tomori, software simulasi engineering sampai 14 juni 2016



4. pertamina-indochina untuk sewa server dan san switch sampai 17 desember 2017



5. pt pertamina (persero) untuk pengadaan perangkat lunak dan penunjang sampai 16 februari 2019



6. conocophillips indonesia untuk pemeliharaan data sampai 16 februari 2019



7. CNOOC SES untuk pemeliharaan openwell drilling sampai 12 februari 2016



8. pt pertamina (persero) untuk pengadaan solusi system aplication hosting sampai 13 mei 2017



9. pertamina hulu energy untuk pengadaan geodesain3D sampai juni 2016



10. cevron untuk pengadaan jasa visualization center sampai 16 maret 2017



11. total E&P indonesia untuk penyewaan dan pemeliharaan data sampai 27 agustus 2017



12. chevron pacific untuk penyewaan perangkat keras server dan pemeliharaan drillwork sampai 14 desember 2018



13. kangean energy untuk pemeliharaan dan upgrade perangkat lunak sampai 7 september 2016



14. inpex masela untuk pemeliharaan dan pemasangan pendukung perangkat lunak sampai 25 juni 2018



15. eni muara bakau untuk penyediaan dan pemeliharaan perangkat lunak sampai 31 mei 2016



16. total E&P indonesia untuk jasa pemeliharaan perangkat lunak sampai 31 desember 2017



17. virginia indonesia untuk jasa pengelolaan jasa sampai 31 oktober 2017



jadi kesimpulan yang dapat ditarik disini bahwa geosindo merupakan patner perusahaan tambang minyak dan gas skala besar di indonesia. pendapatan utamanya adalah jasa dan kalaupun ada penjualan perangkat keras ataupun lunak itu akan menghasilkan recuiring income untuk perawatan dan pengolahan datanya. 



selain itu limas sendiri merupakan patner BEI untuk layanan data informasi limas equity, stockwatch news dan pemasangan leased line untuk koneksi data. jadi saham yang sudah bertahun tahun di harga 50an ini kemungkinan akan menanjak untuk beberapa waktu kedepan. ini bukan ajakan beli ya.... resiko tanggung sendiri

No comments: