Analisis PT Benakat Integra Tbk (saham BIPI)

BIPI, bayi raksasa yang tertidur







SEJARAH




PT Benakat Integra Tbk merupakan perusahaan yang memiliki ruang lingkup pekerjaan dibidang pembangunan, perdagangan, pertambangan, perindustrian dan jasa

Pada awalnya perusahaan yang didirikan tahun 2007 ini bernama PT Macau Oil Engineering and technology. Kemudian tahun 2010 berubah menjadi PT benakat Petroleum Energy Tbk dan pada tahun 2013 berubah lagi menjadi PT Benakat Integra Tbk.


Entitas anak




Entitas anak perusahaan dikelompokan berdasarkan jenis kegiatan yaitu :

1. Ekplorasi dan produksi minyak & gas
  • PT benakat oil ( BO ) 78,49%
PT Indelberg Indonesia ( II ) 76,92%
PT Benakat Barat Petroleum ( BPP ) 73,78%
  • Eastern Core Limited ( 100% )
2. Eksplorasi dan produksi batubara serta infrastruktur dan jasa pertambangan
  • PT Mega Abadi Jayatama ( MAJ ) 100%
PT Cakrawala reksa Energy ( CRE ) 100%
PT Sumatera Raya Energy ( SRE ) 49,75%
PT Batubara Sumatera Selatan ( BSS ) 49,75%
PT BSS Raya ( BSSR ) 49,65%
PT Sumatera Graha Energy ( SGE ) 49,5%
PT Sumatera Graha Infrastruktur ( SGI ) 49,5%
PT Putra Hulu Lematang ( PHL ) 45,92 %
  • PT Astrindo Mahakarya Indonesia ( AMI ) 100%
PT Nusa Tambang Pratama ( NTP ) 100%
PT Nusantara Pratama Indah ( NPI ) 100%
PT Mitratama Perkasa ( MP ) 100%
Sire Enterprise Pte. Ltd 100%
Nixon Investment 100%




Sejarah pencatatan saham
  • Saham perdana @ 140 sebanyak 11.500.000.000 tanggal 11 februari 2010
  • Pencatatatan saham pendiri sebanyak 18.575.774.000 tanggal 11 februari 2010
  • Konversi warant seri 1 sebanyak 6.432.396.014


Dewan komisaris dan direksi




1. Komisaris Utama : Omar Putihrai

2. Komisarin : M Suluhudin Noor
3. Komisaris Independen : Kanaka Puradireja, Ricardo Gelael
4. Direktur Utama : Wibowo Suseno Wirjawan
5. Direktur : Michael Wong, Andreas Kastono, Adhi Utomo Jusman




Pemegang saham



1. Interventures Capital Pte. Ltd sebanyak 6.009.325.000 (16,46%)

2. PT Indo Tambang Perkasa sebanyak 10.316.391.142 (28,26%)
3. Credit suisse AG sebanyak 1.834.891.833 (5,03 %)
4. Publik kurang dari 5% sebanyak 18.347.562.039 (50,26%)


Sehingga total keseluruhan sebanyak 36.508.170.000 (100%)







PENJELASAN ANAK PERUSAHAAN








1. PT Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI) kepemilikan 99,99%



AMI merupakan perusahaan jasa pertambangan batubara terintegrasi dan terbesar di indonesia melalui cucu dan anak usahanya yaitu PT mitratama Perkasa (MP) dan PT Nusa Tambang Pratama (NTP).



Kegiatan usaha AMI meliputi : pengelolan pelabuhan, overland conveyor, coal prosesing plant dan crusher dengan kapasitas pengelolan produksi lebih dari 70 juta ton pertahun. Kapasitas ini akan ditingkatkan sampai 100 juta ton pertahun seiring dengan peninggkatan produksi dari klien utama yaitu Arutmin dan kaltim prima coal (KPC)



PT mitratama perkasa (MP) kepemilikan 99,99% (di q3 2015 masih 69,97 % akan dijelaskan berikutnya). Lokasinya antara lain:

  • Asam asam port, pasilitas stock piling dan coal loading
  • Lubuk tutup port , pasilitas stock piling dan coal loading port
  • West mulia port, pasilitas stok piling dan coal loading port
  • Sangatta coal crusher pasilitas coal crushing dan stock pilin


PT Nusa Tambang Pratama (NTP) kepemilikan 99,9% (dapat dilihat di paparan publik 18 nov 2015), lokasinya antara lain :

  • BLF extension tanjung bara, pasilitas reclain feeder, barge transfer conveyor dan barge loader conveyor
  • Malawan CPP dan western OLC pasilitas coal crushing, stock piling, overland dan conveyor status 
  • OLC, TBTC duplication, pasilitas coal crushing, stock piling dan conveyor
  • Asam asam CPPdan OLC, pasilitas coal crushing, stock piling, overland
  • CBU NPLCT tanjung pemancingan, pasilitas contunuos barge, unloader, conveyor dan marine fasilities
  • West mulia CPP dan OLC, pasilitas coal crushing, stock piling, conveyor


Untuk penjelasan kepemilikan MP sebesar 100% dijelaskan sebagai berikut : pada tahun 2006 BUMI mengambil PT Mitratama perkasa (MP) 100% dari Dian Bahari Sejati dan dari Amerasia International seharga 1 USD. Inget ya harganya 1 USD. Pada tahun 2010 BUMI menjual 69,8% MP kepada PT Nusantara Pratama Indah (anak BIPI) dengan harga 190 juta USD. Pada tahun 2012 BUMI menjual 30% sisa nya ke ITMA dengan harga 1 USD. Inget ya seharga 1 USD. Kemudian tahun 2014 ITMA menjual 30 % saham MP ke long houl ( anak usaha BUMI ) dengan harga 120 juta USD. Kemudian long houl menjual 30% saham MP ke BIPI dengan harga 120 juta USD. Jadi total pembelian 100% adalah seharga 310 juta USD, dimana aset MP adalah 368 juta USD. Menurut penulis adalah transaksi bisnis tingkat tinggi dan super super aneh.




2. PT Benakat Oil (BO) kepemilikan 78,49%



Tanggal 16 maret 2009 BO melalui anak usaha yaitu benakat barat petroleum mengadakan perjanjian kerjasama operasi (KSO) dengan pertamina EP untuk operasi penanganan produksi minyak mentah dan gas bumi di benakat barat. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun (berakhir 2024)



3. PT Mega Abadi Jayatama (MAJ) kepemilikan 100 %



Dari sekian banyak anak usaha MAJ, yang menarik cuman PT Putra Hulu lematang (PHL). PHL sendiri adalah perusahaan pertambangan batubara yang memiliki ijin pertambangan seluas 1186 Ha dan ijin pelabuhan seluas 100Ha. Saat ini PHL sudah menambang batubara sebanyak 1.139.908 ton dan over burden 1.628.439 BCM. Dengan cadangan batubara sebanyak 8 juta ton (akan diperbanyak seiring penelitian lebih lanjut di lokasi ekplorasi) dan umur tambang diperkirakan 7tahun.



Kemudian untuk pelabuhan memiliki 2 jetty conveyor yaitu 1 jetty manual yang mampu loading tongkang dengan kapasitas 7.500 MT dalam satu hari. Sedangkan 1 jetty conveyor lainnya dilengkapi dengan crusher kapasitas 1.000 MT dapat untuk 2 tongkang per hari.



Selain itu ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dari anak usaha BIPI antara lain :


  • Kepemilikan 10,33% di PT Buana Listya Tama (BULL). Dimana perusahaan sepakat menjual 10,33% saham di BULL kepada Poseidon Coorporat service senilai 90 M atau 50 per lembar saham. Perjanjian ini dimulai 7 januari 2015 dan berlaku 12 bulan (sampai 7 januari 2016)
  • PT Nusa Energy Raya, dimana perusahaan ini memiliki ijin tambang mangan seluas 2.691 Ha di manggarai NTT dengan lahan eksplorasi 173,1 Ha dan siap produksi. Kandungan mangan dilokasi ini 900.000MT. namun perusahaan ini tidak pernah diekspos lagi. Padahal sudah mengeluarkan dana banyak untuk ekplorasi dan infrastruktur.



RENCANA BISNIS 2016




Bipi memiliki beberapa rencana bisnis di tahun 2016 antara lain :

1. Membangun PLTU 35 MW
2. Pengembangan infrastruktur untuk mendukung peningkatan produksi dari KPC dan arutmin
3. Target jasa produksi batubara 96 juta ton (39 juta ton dari MP dan 57 juta ton dari NTP)
4. KSO BPP menargetkan produksi minyak sebanyak 1.623 barel per hari atau 592.395 barel per tahun


PANDANGAN MASA DEPAN




1. Jasa Tambang batubara



Sampai september 2015 MP menangani batubara sebanyak 28,5 juta ton dan NTP menangani batubara sebanyak 31,5 juta ton. Secara rinci memang tidak pernah dijelaskan berapa sebenernya pendapatan dari keduanya. Tapi kita akan coba utak atik. Sampai september 2015 MP memperoleh pendapatan sebesar 56,63 juta USD dengan penanganan batubara sebanyak 28,5 juta ton. Artinya harga penanganan batubara setiap ton adalah 1,98 USD per ton. Kemudian bisnis MP mendapatkan laba 49,3 juta USD artinya NPM 87%. Mungkin inilah yang membuat BIPI bernafsu untuk mendapatkan MP.



Tahun 2016 BIPI menargetkan bisa meningkatkan jasa produksi batubara menjadi 96 juta ton (39 juta ton dari MP dan 57 juta ton dari NTP) berarti pendapatan akan menjadi sebesar 190 juta USD dengan NPM 87% (NPM besar karena pengangkutan menggunakan mesin, beda dengan perusahaan lain yang masih menggunakan truck) berarti laba yang mungkin diperoleh adalah sebesar 165 juta USD.



2. Produksi minyak dari benakat barat



BIPI menarget kan produksi dari benakat barat adalah sebesar 1.623 barel per hari atau 592.395 barel pertahun dengan memakai asumsi harga april 2016 sebesar 40 USD per barel maka pendapatannya adalah sebesar 23,6 juta USD di tahun 2016. Dari pendapatan yang lalu lalu didapat bahwa beban per barel minyak dari BIPI adalah sebesar 62 USD per barel. Maksudnya selama harga minyak dibawah 62 USD perbarel maka BIPI akan tetap merugi. Dan perkiraan kerugian yang akan dialami ( asumsi minyak 40 USD per barel ) adalah sebesar USD – 13 juta.



3. Produksi batubara



Kalau melihat PT Mega Abadi Jayatama maka yang patut d bahas adalah PT Putra Hulu Lematang (PHL). Lapisan batubara di lematang memiliki lapisan tutupan permukaan yang tipis dimana batubara di lematang berada dapa kedalaman 6,7 – 19,5 m. Jadi bisa dengan tambang terbuka. Dan tanah hasil kupasan akan dipakai untuk urugan pelabuhan BIPI.



Tahun 2015 jumlah batubara tertambang di PHL adalah sebesar 1.139.908 ton dengan over burden sebesar 1.628.439 BCM dengan umur tambang 7 tahun. Dengan asumsi tahun 2016 jumlah tertambang sama dengan tahun 2015 maka pendapatan PHL 2016 sebesar 86 juta USD (asumsi harga 53,2 USD per ton). Dengan asumsi NPM 6% didapat laba sebesar USD 5,2 juta. Melihat keberadaan dari PHL yang berada di dalam kawasan cekungan batubara sumatera maka bukal hal yang tak mungkin PHL meningkatkan produksi dimasa depan. Karena pelabuhan batubara yang dibangun di area PHL memiliki kapasitas sampai 3 juta ton setahun. Daerah kawasan cekungan sumatera selatan sendiri memiliki cadangan batu bara sampai 1,6 M ton.



4. Untuk listrik 35 MW



Untuk PLTU 35 MW mungkin masih lama pengaruhnya. Baik dari sisi NPM dari pemerintah sebesar 15 – 25% (termasuk PLTU mulut tambang) maupun dari sisi pendapatan listrik itu sendiri. Dan kebutuhan batubara untuk listrik 35 MW adalah sebesar 122.640 ton per tahun (termasuk kecil)





PERKIRAAN PENDAPATAN DAN LABA BIPI 2016



  1. Dari minyak dengan pendapatan sebesar 23,6 juta USD dan rugi – 13 juta USD. BIPI memiliki 78,5% saham di benakat oil, benakat oil memiliki 97,87% saham di indelberg, kemudian indelberg memiliki 94% saham di benakat barat petroleum. Berarti rugi di BIPI adalah sebesar USD – 9,6 juta
  2. Dari penjualan batubara sebesar 86 juta USD didapat laba sebesar 5,2 juta USD. Kepemilikan BIPI di PHL adalah sebesar 45,92 % berarti laba yang dapat dimasukan ke BIPI adalah sebesar 2,4 juta USD
  3. Dari jasa produksi batubara diperoleh pendapatan sebesar 190 juta USD dengan laba sebesar 165 juta USD. Kemudian kalau jasa produksi sebesar 96 juta ton butuh dana untuk meningkatkan produksi 60 juta USD berarti sisa laba akan menjadi sebesar 105 juta USD
  4. Jika ditotal maka laba di akhir 2016 akan menjadi 97,8 juta USD dengan jumlah saham edar sebanyak 36,5 M lembar didapat EPS sebesar 34 per lembar (asumsi dollar = 13.000). Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah harga minyak, kemudian pembagian keuntungan dari MP dan NTP ke BIPI berapa. (karena di atas diasumsikan laba semua masuk ke BIPI). Selain ini masih ada pendapatn bunga, atau pendapatan dari MAJ yang lain.


Mungkin hanya ini yang bisa saya tulis tentang BIPI, semoga bisa bermaanfaat. Dan untuk analisis fundamental bisa dilihat sendiri ya di laporan keuangan yang sampai sekarang (april 2016) blom keluar untuk full year 2015 nya. dan untuk analisis teknikal liat di chart masing masing ya.



Klo ada kekurangan atau pertanyaan di comment aja dibawah. Asal kata katanya jangan menyakitkan ya.



3 comments:

Anonymous said...

Lepkeu bipi thn 2015 malah rugi.
Bagaimana penjelasannya.
Trims

Ikadek sb said...

saya lihat sekilas, agak bingung aja baca laporan keuangannya. laba dari ventura bersama ada 52 jt usd, tapi kok beban keuangan (beban bunga) sebesar 52 jt usd dari anak ( total jadi 72jt usd) juga dimasukan ya? seharusnya dari laba ventura sudah diperhitungkan ya? klo bapak tau mohon pencerahannya ya.

Unknown said...

kalau melihat dari laporan keuangan seharusnya saham BIPI di harga berapa pak ?